Ini kan yang kalian tunggu:)
Full vkook
.
.
.
.
.
“Firasatku benar. Ternyata kau disiniㅡ Jungkook.”
Tubuh Jungkook membeku dengan kedua mata membelalak lebar. Waktu seakan-akan berhenti berjalan. Jungkook seolah mampu melihat pergerakan tiap tetes hujan yang jatuh ke atas permukaan pun dengan suaranya ketika menghantam tanah. Jungkook tidak mampu untuk merespon dengan baik seolah fungsi tubuhnya dipaksa untuk berhenti.
Terlalu terkejut hingga ia bahkan tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya kini.
“Tae-taehyungㅡ“
Kim Taehyungㅡ pria yang beberapa jam lalu dilihatnya tengah bersama pria lain di bandara kini justru berdiri dihadapannya dengan sebuah payung menadahi tubuh keduanya. Pria itu yang melindungi Jungkook dari dinginnya tetes hujan. Sekilasㅡ tapi Jungkook tahu bahwa Taehyung masih mengenakan pakaian yang sama seperti yang terakhir dilihatnya di bandara sebelum ia memutuskan untuk pergi.
Sebenarnyaㅡ apa yang sedang terjadi?
Katakanㅡ katakan bahwa ini adalah mimpi.
“Disini hujan. Kenapa kau tidak berteduh dan malah duduk disini?” Taehyung berkata lembut seolah tidak pernah terjadi apa-apa diantara keduanya. Bahkan mata pria itu jelas sekali menampakkan kekhawatiran.
“Heyㅡ aku sudah menghalangi hujannya, tapi kenapa pipimu masih basah seperti ini?” Taehyung melarikan satu tangannya ke arah wajah Jungkook. Disana ia menangkupkan wajah Jungkook dan mengusap lelehan air yang mengalir deras di sepanjang pipi.
Jungkook tidak mampu berkata-kata. Seluruh kalimatnya tergantikan dengan isak tangis yang terdengar begitu menyakitkan di telinga siapapun yang mendengarnya. Jungkook yang sejak tadi berusaha menahan diri kini justru menangis sesenggukan tanpa suara. Air mata terus mengalir turun dari kedua matanya seolah tidak ada kesempatan lagi baginya untuk menumpahkan segala kesedihannya, sesaknya, rindunya.
Sejak pertama kali kedua pasang mata itu bertemu, tidak satupun dari keduanya yang berniat melepas pandangan. Tatapan Taehyung masih sama ㅡlembut dan hangat. Bahkan setelah semua yang terjadi, Jungkook masih bisa melihat pandangan yang sama yang selalu Taehyung tujukan padanya sejak dulu. Dan Jungkook, yang pandangannya memburam karena air mata, tidak bisa untuk tidak semakin merasa tenggelam dalam lautan penyesalan dan rasa bersalah.
Jungkook telah mencampakkannya. Jungkook yang memutuskan untuk melepaskannya. Jungkook yang pertama kali memutuskan untuk menyerah pada perasaan keduanya dan disini ia bisa melihatnya dengan jelas. Melihat bagaimana Taehyung tampak tidak berubah sama sekali. Pria itu masih tetap melihatnya seolah Jungkook adalah seluruh hidupnya, seluruh dunianya. Semua itu tergambar jelas dari kedua bola mata sang pria.
Mengapaㅡ Bukankah seharusnya Taehyung telah melupakannya?
“Aku pasti sudah membuatmu menunggu sangat lama. Maafㅡ“
Bahkan disaat seperti ini, Taehyung masih sempat berkata maaf padanya. Bukan pria itu yang seharusnya meminta maaf disini.
Mendengar hal itu justru membuat Jungkook semakin merasa sesak. Jungkook-lah yang seharusnya mengucapkan kata itu. Bahkan kalau perlu, Jungkook harusnya meminta maaf seraya bersujud di bawah kaki Taehyung. Meminta maaf atas semua kejahatannya. Tidak peduli apabila Taehyung sudah terlanjur membencinya atau muak melihat wajahnya, Jungkook akan bersujud memohon ampunan atas segala kebodohannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us (Vkook) END #Wattys2019
Fiksyen Peminat"Aku tidak tahu dia siapa, tapi aku merasa nyaman berada di dekatnya." -Jjk "Waktu itu, aku hanya ingin menolongnya... Tapi sekarang aku tak ingin kehilangannya." -Kth Vkook Taekook BoyxBoy NamjaxNamja Bangtan Yaoi Zoopapp
