Halo
Salam rindu untuk kalian 💜💜
Work ini baru ada ide buat lanjutan. Gue usahakan up berkala yo ㅡjika mampu nanti
Ehehehehehe
Btw, untuk kalian yang rumah nya kebanjiran, tetap jaga kesehatan ya. Jangan lupa juga kabari keluarga atau hubungi keluarga kalian yang berada di Jabodetabek. Jangan sampai putus kontak.
Ayo, saling bantu satu sama lain
Ayo, kita berjuang sama-sama memperbaiki diri supaya musibah kayak gini ga lagi datang dan semakin parah
Semangat semuaaa!!!!
Oh iya, buat yang lupa alur ceritanya, jika berkenan, boleh baca dulu chap sebelumnya ya
Maaf, hilang terlalu lama
.
.
.
.
.
“Bagaimana? Apa ada kabar baru?”
Namjoon menggeleng lemah. Setidaknya selama enam bulan ke belakang ada banyak reaksi yang persis seperti itu hingga Jimin sudah biasa menelan kekecewaannya.
Apa sesulit itu?
Jimin menghela napas kasar. “Apa semakin sulit karena dia tidak ada di negara ini lagi?”
“Hoseok sudah mencari namanya di semua data penerbangan pada tiga bulan pertama, tapi dia sama sekali tidak menemukan penerbangan atas nama Kim Taehyung. Cakupan pencarian kita jadi terlalu luas karena kita tidak tahu kemana dia pergi. Setidaknya, jika kita tahu satu saja nama negara yang dikunjunginya, mungkin kita bisa menemukannya sekarang.”
“Jungkook bilang, Hoseok adalah orang kepercayaan Taehyung. Apa Taehyung sama sekali tidak menghubungi Hoseok saat dia akan pergi? Ataukah dia sedang mempermainkan kita sekarang?”
“Hoseok berkata jujur saat dia bilang Taehyung sudah tidak menghubunginya. Terakhir adalah malam saat Taehyung memintanya untuk tidak mencari Jungkook lagi. Dan itu juga malam yang sama saat Seokjin mendapatkan pesan terakhirnya dari Taehyung. Pria itu benar-benar memutuskan hubungan dengan orang-orang yang dikenalnya disini.”
Jimin menjatuhkan punggungnya dengan kasar pada sandaran kursi. Membiarkan kacamata nya terlempar di atas meja kerja diikuti dengan gerakan memijat pangkal hidungnya. Dia sudah terlalu lelah dengan semua masalah yang dihadapinya.
“Hyung boleh pergi. Aku ingin istirahat sebentar. Katakan pada sekretarisku agar tidak membiarkan siapapun masuk kemari.” Titah Jimin. Namjoon sama sekali tidak keberatan diberikan perintah seperti seorang bawahan oleh Jimin walaupun usianya lebih tua. Ia mengerti Jimin pasti sangat tersiksa sekarang atas semua masalah yang dihadapinya.
“Aku akan segera mengabarimu jika ada informasi baru dari Hoseok.”
Sepeninggalan Namjoon, Jimin kemudian membuka matanya. Tangannya yang tadi memijat pangkal hidungnya kini jatuh terkulai pada sisi kursi. Matanya menerawang jauh pada langit-langit ruang kerjanya. Entah mengapa, dadanya sesak tiap kali ia mencoba untuk menarik napas.
“Kembalilah, Bajingan!! Kau tidak tahu ada orang yang menunggumu disini. Apa kau tidak puas telah membuatnya menderita selama kau menghilang!? Brengsek!!!”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Flashback On
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us (Vkook) END #Wattys2019
Fanfiction"Aku tidak tahu dia siapa, tapi aku merasa nyaman berada di dekatnya." -Jjk "Waktu itu, aku hanya ingin menolongnya... Tapi sekarang aku tak ingin kehilangannya." -Kth Vkook Taekook BoyxBoy NamjaxNamja Bangtan Yaoi Zoopapp
