Terulang

4.6K 495 42
                                        

Taehyung berlari seperti orang kesetanan segera setelah ia keluar dari dalam lift. Sapaan hangat dari beberapa pegawai yang merindukan kehadirannya tanpa sadar diacuhkannya. Membuat beberapa respon seperti kening berkerut dan desahan kecewa lolos. Ada juga yang menatap heran ke arah penampilan sang pimpinan yang setelah sekian lama akhirnya kembali tersebut. Taehyung terlalu kacau untuk ukuran seorang pemimpin tertinggi. Sama kacaunya seperti saat ia yang tiba-tiba menghilang dulu dan mengalihkan kepemimpinan kepada orang lain. Belum lagi beberapa bagian sudut wajahnya yang memar serta luka robek di sudut bibir yang meninggalkan noda bekas darah.

Hal itu menimbulkan banyak tanya dari para pegawai. Mereka bertanya-tanya, kiranya apa gerangan yang membuat penampilan sang pimpinan di hari pertamanya kembali bekerja menjadi sekacau itu? Dan apa gerangan yang membuat pimpinan mereka tampak begitu tergesa-gesa keluar dari gedung perusahaan?

Taehyung tidak mengindahkan tatapan aneh yang diarahkan kepadanya. Pikirannya kacau, tetapi ada satu nama yang terus terngiang di kepalanya. 

Jeon Jungkook.

Nama yang bersusah payah ia enyahkan selama kepergiannya, tapi berakhir menghantui seperti sebuah mimpi buruk. Mimpi buruk atas penyesalan serta tindakannya yang tidak termaafkan.

Argh!! Sial!! Aku tidak memiliki kendaraan!!!”

Taehyung mengumpat kencang begitu kakinya menginjak area luar gedung. Dulu, saat ia memutuskan untuk pergi, tidak pernah terbersit di pikiran sama sekali kalau ia akan kembali pulang dan menetap, selain hanya untuk berkunjung mengekori Yoongi dengan segudang kesibukannya. Akan tetapi, Taehyung menyesali keputusannya sekarang sebab tidak ada satupun kekayaannya yang tersisa di negera ini, selain fakta bahwa perusahaan yang didirikannya masih beroperasi dengan baik.

Dalam tanda kutip, Taehyung kembali dengan tangan kosong. 

Berterimakasih-lah pada Yoongi yang telah memaksanya kembali tanpa persiapan, selain fakta bahwa ia akan mengambil alih kembali kepemimpinan di perusahaan.

“Lho, Presdir? Mau kemana? Sebentar lagi, Anda harus menghadiri rapat penyambutan.” Suara itu menyapa masuk ke telinga Taehyung. Ia mendapati Nancy ㅡsang sekretaris yang masih sangat segar diingatannya menjadi awal dari sebuah kisah manis yang berakhir tragis. Walaupun Taehyung tahu Nancy tidak bermaksud demikian. 

Wanita itu hanya butuh sedikit pembiasaan. Lama bekerja di negara Barat membuat Nancy tidak begitu paham bahwa penampilan serta pembawaannya yang terkesan sedikit ‘menggoda’ mampu membuat siapapun salah paham padanya. Ia hanya terlalu buta bahwa ada beberapa batasan yang harus ia jaga di negara baru tempatnya bekerja kini. Dan terbukti, sekarang Nancy sedikit banyak telah berubah. Ia sudah dapat menyesuaikan diri dan Taehyung yang sudah lama tidak bertemu dengannya pun dapat melihat bagaimana wanita itu mengenakan pakaian yang lebih tertutup dan sedikit menjaga jarak. 

Semuanya memang butuh waktu. 

Begitu pula dengan Taehyung yang membutuhkan waktu setelah hatinya yang hancur berkeping-keping ketika memutuskan untuk melepas pemilik hatinya. Pikirnya, dengan ia pergi jauh dan menghilang, hatinya akan membaik. Sayangnya, yang ia tidak sadari disini, waktu yang telah dilewati rupanya telah meninggalkan luka mendalam pada yang ditinggalkan.

Jika saja waktu itu Taehyung tidak lebih dahulu termakan oleh rasa lelah dan penatnya, mungkin ia bisa menjelaskan segala sesuatunya dengan tenang tanpa menimbulkan keributan apapun. Akan tetapi, nasi sudah menjadi bubur. Yang terjadi di masa lalu tidak akan pernah bisa diulang. Dan Taehyung hanya bisa menyesali segala perbuatannya.

“Presdir?”

Taehyung tersadar dari lamunannya. Kemudian sebuah pemikiran terbersit di kepala. “Nancy, kau membawa mobilmu, kan?”














Between Us (Vkook) END #Wattys2019Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang