Jadi, Kita Ini Apa?

7.1K 695 8
                                        

"Kita sudah sampai, Jungkook."

Taehyung baru saja memarkirkan mobilnya. Hendak melepas sabuk pengaman saat melihat sosok yang dipanggil rupanya sudah tertidur pulas dengan kepala bersandar pada kaca mobil.

Ia melirik sekilas ke arah jam tangan. Melihat jarum jam nyaris bersatu membentuk garis lurus di angka dua belas. Pantas saja Jungkook tertidur. Jelas, ini sudah lewat beberapa jam dari waktu tidur malamnya dan lagi kegiatan mereka hari ini meski terasa menyenangkan memang sedikit melelahkan juga.

Taehyung hanya mengangguk memaklumi kemudian membuka pintu kemudi dan berjalan ke arah pintu penumpang lalu membukanya secara perlahan. Ia pindahkan kepala Jungkook agar bersandar di bahunya lalu melepas sabuk pengaman yang melingkari tubuh Jungkook.

Dengan sangat hati-hati, Taehyung menyelipkan tangannya diantara perpotongan leher dan kaki Jungkook. Mengangkat tubuh besar itu dengan menggendongnya ala bridal style setelah menendang pintu penumpang dengan tak acuh.

Taehyung berjalan memasuki rumah dengan sedikit kepayahan. Apalagi ia membawa tubuh Jungkook yang tidak bisa dibilang kecil. Cukup sulit baginya untuk membuka pintu rumah yang terkunci dengan menahan bobot tubuh Jungkook.

"Woah, Astaga tanganku." Ucapnya segera setelah membaringkan tubuh Jungkook diatas ranjangnya.

"Eungh..."

Taehyung mengatupkan bibirnya saat mendengar lenguhan Jungkook dalam tidurnya. Sedikit bernapas lega saat mengetahui ia tidak membangunkan pemuda tersebut.

Taehyung kemudian melangkah menuju ujung ranjang. Melepaskan sepatu yang masih melekat di kedua kaki Jungkook lalu melemparnya asal setelah itu mengangkat kedua kaki Jungkook untuk menarik selimut yang berada di bawahnya.

Ia rentangkan selimut tersebut untuk menutupi tubuh Jungkook hingga sebatas dada. Memastikan Jungkook benar-benar berada dalam kehangatan selimut tebalnya. Setelah itu, Taehyung mengambil tempat di sisi kosong ranjang. Duduk menyamping di tepian.

Taehyung menatap wajah Jungkook lamat-lamat. Melihat wajah yang biasanya selalu merengut marah dan tersenyum lebar ke arahnya kini terlihat begitu tenang dan damai dalam tidur. Taehyung jarang sekali memiliki waktu seperti ini dengan Jungkook. Paling sering mereka hanya menghabiskan waktu berdua sambil makan malam ㅡjika ia pulang cepatㅡ atau menikmati drama tengah malam berdua di ruang tamu tanpa satu patah kata pun keluar. Paling-paling hanya makian Jungkook karena tingkah menyebalkan Taehyung. Selebihnya, Taehyung lebih banyak mengunci diri dengan pekerjaannya.

"Kim Taehyung bodoh..." Racau Jungkook dalam tidurnya tiba-tiba.

Taehyung tergelak saat mendengar racauan aneh Jungkook kemudian berganti menjadi tawa geli yang tertahan.

"Bahkan dia masih memarahiku dalam mimpinya."

Seketika tawa Taehyung terhenti. Tatapan matanya menghangat bersamaan dengan tangannya yang menjalar naik menyingkap helaian rambut di kening Jungkook seraya sesekali memberikan usapan lembut.

"Kau pasti terkejut kan?"

Taehyung kembali mengingat kejadian saat ia tanpa sadar mencium bibir Jungkook di restoran tadi. Kalau boleh jujur, ia pun sama terkejut dengan Jungkook. Taehyung bahkan tidak mengerti darimana keinginan bodoh itu muncul sampai semuanya terjadi begitu saja. Dengan sekali gerakan yang kelewat santai, ia mendaratkan satu kecupan yang terasa begitu manis baginya. Membuat hasrat dalam dirinya menginginkan lebih dari sekedar kecupan sampai akal sehatnya mengambil alih.

Ia tidak tahu darimana keinginan itu muncul. Yang ia ingat, Taehyung hanya ingin menghentikan omelan Jungkook saat itu dan membungkam bibir pedasnya.

Between Us (Vkook) END #Wattys2019Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang