Maaf apabila ada typo 🙏🙏
.
.
.
.
“Biar kubantu.” Jungkook yang hendak membenahi meja makan langsung tersentak begitu Yoongi mengambil alih piring yang ingin ia raih. Yoongi tidak bersikap kasar, tetapi entah mengapa tindakannya mampu membuat Jungkook mematung di posisinya.
Jungkook jelas masih terkejut dengan fakta kalau mereka ㅡJimin, Taehyung, Jungkook, dan Yoongi baru saja menyelesaikan sarapan bersama. Di satu meja yang sama.
“Ahㅡ iya. Terima kasih.” Jungkook berucap setelah Taehyung menyenggol sedikit lengannya. Mungkin, pria itu heran melihat Jungkook yang tidak kunjung bergerak dari posisinya sementara Yoongi menunggu perintah sang pemuda karena ia tidak tahu dimana ia harus meletakkan piring-piring kotor tersebut.
Jungkook lantas bergegas mengambil beberapa piring kotor yang tersisa kemudian tersenyum canggung ke arah Yoongi. “Maaf merepotkan,” kemudian berjalan terlebih dahulu ke arah dapur dengan diikuti Yoongi di belakangnya.
Sementara Yoongi dan Jungkook menghilang ke arah dapur, Jimin dan Taehyung masih tetap terdiam di posisi mereka masing-masing. Pada kenyataannya, tidak hanya Jungkook, tetapi Taehyung juga masih kesulitan menghadapi situasi yang terjadi diantara mereka saat ini. Padahal kalau Taehyung berada dalam situasi normal dengan Jimin sebagai sesama kolega, Taehyung dapat dengan mudah memulai percakapan dan mengalir di dalamnya.
Selama dua puluh menit mereka menyantap menu sarapan buatan Jungkook dihabiskan dalam keheningan dan kecanggungan yang luar biasa. Bahkan, suara dentingan sendok yang terdengar pun mampu membuat baik tubuh Jungkook maupun Taehyung berkeringat dingin. Rasanya seperti mereka ㅡJungkook dan Taehyungㅡ baru saja dipergoki berselingkuh dari pasangan masing-masing.
Biasanya, kalau hanya ada dirinya dan Jungkook, Taehyung akan menghabiskan sarapannya sembari menjahili dan menggoda Jungkook. Apalagi pagi ini hidangan mereka didominasi oleh sayuran, Taehyung sudah berencana untuk merengek sepanjang sarapan mereka kali ini dan memaksa pemuda itu agar mau menyuapinya. Akan tetapi, karena kedatangan Jimin dan Yoongi yang tidak terduga, ia terpaksa membatalkan rencananya tersebut. Walaupun begitu, Taehyung tetap tidak mampu menghindar untuk tidak memakan sayuran yang ada karena Jungkook beberapa kali melayangkan tatapan tajam kepadanya setiap pemuda itu melihat Taehyung berniat menyisihkan sayuran yang ada di piringnya.
“Kau sudah berbicara dengannya?”
Taehyung terperanjat. Kedua matanya berkedip cepat seraya melihat ke arah Jimin yang memandanginya santai.
“Yaㅡ melihat interaksi kalian, kurasa aku bisa menyimpulkan kalau kalian sudah menyelesaikan semuanya. Apa aku benar?”
Taehyung mengangguk tanpa sadar. Ketika mengingat kembali bagaimana pertemuan mereka kemarin, Taehyung tidak tahu harus bersikap seperti apa. Pun ia tidak bisa menyangkal apa yang dikatakan Jimin padanya saat itu.
Dilihatnya Jimin menghela napas. “Ada sesuatu yang harus kukatakan padamu. Hanya berduaㅡ“
Taehyung lantas melirik ke arah dapur. Dilihatnya Jungkook dan Yoongi tengah sibuk mencuci peralatan makan dalam posisi memunggungi mereka. Taehyung kemudian mengambil kesimpulan kalau posisi keempatnya tidak terlalu jauh untuk dapat mendengar percakapan masing-masing. Oleh karena itu, Taehyung pun memutuskan untuk membawa Jimin ke tempat lain yang lebih tenang sehingga mereka bisa berbicara berdua. Ia sadar bahwa masih ada yang harus diselesaikan antara dirinya dan Jimin.
“Ikut aku.”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us (Vkook) END #Wattys2019
Fanfiction"Aku tidak tahu dia siapa, tapi aku merasa nyaman berada di dekatnya." -Jjk "Waktu itu, aku hanya ingin menolongnya... Tapi sekarang aku tak ingin kehilangannya." -Kth Vkook Taekook BoyxBoy NamjaxNamja Bangtan Yaoi Zoopapp
