Apa yang Harus Kulakukan?

5.5K 599 36
                                        

Apa cerita ke psikolog bakalan membantu gue menemukan arah pulang? "(




















.......






























Jungkook membuka kedua matanya. Mengerjap pelan seraya memandangi langit-langit kamarnya yang didominasi tempelan berbentuk bintang. Butuh waktu cukup lama hingga akhirnya Jungkook benar-benar mendapatkan kesadarannya kembali. Tiba-tiba saja pikirannya melayang ke kejadian di malam sebelumnya, dimana ia dan Taehyung berciuman dibawah pesta kembang api.

Blush

Pipinya merona hanya dengan membayangkannya saja.

Jungkook mengingatnya begitu jelas. Bagaimana kala itu ia malah ikutan terhanyut dan tanpa sadar membalas cumbuan Taehyung.

"Manis." Gumamnya seraya menyentuh bibirnya sendiri.

"Arrrgghh!!! Bodoh, bodoh, bodoh!!! Jungkook bodoh!!!! Apa yang kau lakukan barusan!? Aarrghh!!"

Jungkook berguling-guling di atas ranjangnya. Memeluk bantal guling seraya menyembunyikan wajah disana. Namun, tiba-tiba gerakannya terhenti. Ia tersentak dan terlonjak dari ranjangnya. Mengubah posisi menjadi duduk di tepi ranjang dengan wajah tegang.

"Gawat!!! Taehyung pasti mendengar teriakanku barusan."

Jungkook langsung berlari menuju pintu kamar, menutupnya dengan bantingan keras lalu bergegas menuju tangga. Sebelumnya, ia mengontrol napas terlebih dahulu agar terlihat senormal mungkin barulah kemudian ia langkahkan kakinya meniti anak tangga itu satu persatu. Dengan langkah senormal mungkin namun mata menyelidik ke seluruh ruangan lantai satu. Mencari keberadaan Taehyung.

Entah Jungkook terlalu bodoh atau bagaimana. Akan tetapi, bagaimanapun ia berusaha bersikap, jika dipikir dengan logis, kebisingan yang ia buat di kamar sebelumnya akan tetap membuat Taehyung mengetahui segala keanehan yang terjadi pada dirinya. Walaupun Jungkook berusaha sekeras mungkin untuk bersikap biasa nanti.

"Hyung..." Panggilnya takut-takut. Kalau boleh jujur, Jungkook sebenarnya masih berusaha mengumpulkan nyalinya untuk bertemu pandang dengan Taehyung. Apalagi setelah kejadian tidak terduga semalam.

Tidak ada jawaban. Rumah itu sunyi sepi.

"Hyung..." Jungkook melihat ke arah ruang tamu yang gelap. Ia tidak menemukan Taehyung disana.

Ia pun memeriksa dapur. Biasanya, sebelum berangkat ke kantor, terutama ketika Jungkook bangun kesiangan seperti sekarang ini, Taehyung akan berada disana dengan dua lembar roti isi selai di tangan.

Ahhㅡ tambahan, roti bakar gosong isi selai kacang.

"Tidak ada." Jungkook menggaruk kepala.

"Apa mungkin dia sudah berangkat?" Jungkook melangkah ke arah meja dapur, mengambil gelas lalu menuangkan air putih ke dalamnya.

Ketika ia sedang menenggak minumannya, kedua mata Jungkook tanpa sengaja melihat kertas kuning menempel di pintu kulkas. Ia merasa heran karena sebelumnya benda itu tidak berada disana. Setelah menaruh gelasnya, Jungkook pun berjalan mendekat ke arah kulkas dan mengambil kertas tersebut.


"Maaf, aku pergi tanpa pamit. Aku tidak tega membangunkanmu yang sepertinya tidur nyenyak sekali. Ada sesuatu yang harus kuurus di perusahaan makanya aku berangkat pagi-pagi sekali. Oh iya, jangan lupa untuk sarapan.

P.S. Jika kau merindukanku, datanglah ke kantor siang nanti.

Kim Tampan Taehyung."



Between Us (Vkook) END #Wattys2019Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang