One Sided Love

9.9K 1K 18
                                        

Jungkook memililh untuk memutar tubuhnya. Membiarkan Taehyung yang berdiri memunggunginya dan asyik memperhatikan pemandangan malam dari atas gedung perusahaannya.

Diam-diam sedang berusaha menormalkan degup jantungnya yang sempat kacau karena perbuatan Taehyung. Sampai kedua maniknya menangkap rantang makanan yang ia tinggalkan siang tadi. Masih berada di tempat terakhir ia menaruhnya, tidak bergeser sedikitpun yang kemudian memancing amarah Jungkook.

"Hyung, kau melewatkan jam makanmu lagi!?" Tanya dengan nada naik diujung kalimat.

Taehyung berbalik mengarahnya. Memberikan gestur canggung dengan menggaruk tengkuk leher dan tersenyum kecil. Secara tidak langsung mengiyakan pertanyaan Jungkook.

Jungkook berdecak kesal. Merutuki sikap Taehyung yang gila kerja jika sudah menyangkut perusahaannya. Padahal pria itu dulu pernah masuk rumah sakit karena melewatkan jam makannya seharian akibat terlalu sibuk mengurus perusahaannya.

Apa pria itu belum jera juga?

"Aku akan benar-benar marah dan menolak untuk memasakkan makanan lagi untukmu kalau kau terus melakukan ini." Ancam Jungkook.

Taehyung jelas melihat kesungguhan di mata Jungkook.

"Oke, maafkan aku. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Janji." Taehyung mengangkat jari kelingkingnya, tapi Jungkook tetap menatapnya tajam seolah berniat membunuh Taehyung dengan pandangan matanya yang menusuk.

"Baiklah, Aku akan makan. Aku makan sekarang, tapi kau temani aku, ya?" Taehyung berkata dengan wajah memelas. Membuat raut seperti tersangka kejahatan yang benar-benar menyesal akan perbuatannya dan meminta keringanan hukuman atas kejahatannya.

Jungkook membuang napas kasar. "Tidak mau tahu, semuanya harus habis."

"Kemarilah." Taehyung mengabaikan perkataan Jungkook dan justru mengibaskan tangannya menyuruh pria berwajah manis itu mendekat. Duduk bersama di sofa yang tersedia di ruang kerjanya.

"Duduk sini." Taehyung menepuk-nepuk tempat kosong di sampingnya.

Jungkook pun menurut dan menjatuhkan bokongnya disana. Secara refleks langsung mengeluarkan dan menata berbagai jenis makanan dari rantang. Kebiasaan barunya setiap makan bersama dengan Taehyung. Mempersiapkan lauk pauk dan menyendokkan nasi di piring pria tersebut.

"Habiskan, jangan sampai bersisa." Titahnya sembari menyodorkan satu piring penuh nasi ke arah Taehyung.

Sesuai titah sang juru masak ㅡJungkookㅡ, Taehyung melahap habis semua makanan yang dibuatkan Jungkook untuknya. Entah karena masakan Jungkook yang memang enak atau ia yang kelaparan karena seharian tidak mengisi perutnya.

Saat perhatiannya kembali pada sosok Jungkook, Taehyung justru menemukan pria itu tengah terkantuk-kantuk diposisinya yang masih bersandar pada sofa. Kepala bergerak tidak beraturan kesana kemari dan sesekali harus tersentak karena nyaris jatuh ke depan dengan mata yang masih terpejam.

Taehyung gemas sendiri melihat Jungkook dan tanpa sadar senyum tipis terukir di wajahnya. Ia lalu melirik sekilas pada jam dinding. Mengangguk maklum saat mendapati bahwa malam sudah larut. Tidak heran jika Jungkook sudah mengantuk karena ini sudah masuk jam tidurnya.

Taehyung meletakkan kembali semua susunan rantang dan merapihkannya sebisanya. Beranjak dari duduknya dan mendekati Jungkook.

"Jangan tidur seperti itu, Jungkook. Nanti kepalamu sakit." Katanya kemudian menaruh satu tangan di belakang leher sementara satunya lagi di lipatan lutut Jungkook.

Jungkook sedikit bergerak dan meracau tidak jelas saat Taehyung berusaha membenarkan posisinya. Masih dalam kondisi mata tertutup rapat.

Taehyung memindahkan posisi tubuh Jungkook dengan sangat berhati-hati. Merubah posisinya dari duduk menjadi berbaring lurus di sofa dengan pahanya sebagai penyangga kepala Jungkook ㅡbantal.

Ia elus rambut Jungkook penuh kasih. Membuat Jungkook terlihat makin lelap dalam tidurnya.

Taehyung tidak mengatakan apapun. Selain karena tidak ingin mengganggu tidur Jungkook, pria itu terlalu asyik mengagumi pahatan wajah sempurna milik Jungkook.

Dengan mata bulat, bibir ranum semerah cherry, pipi gembil yang menggemaskan, bulu mata lentik, dan kulit sehalus sutra.

Di matanya, Jungkook benar-benar menggambarkan sosok malaikat yang diutus turun ke bumi untuknya.

Berlebihan memang, tapi Taehyung benar-benar terpesona pada sosok makhluk ciptaan Yang Maha Kuasa tersebut. Bertanya-tanya mengapa ada manusia seindah Jungkook.

Wajah yang sebelumnya dihiasi senyum bahagia seketika lenyap saat Taehyung kembali mengingat kejadian sebelumnya.

Jungkook ternyata benar-benar tidak memiliki perasaan apapun padanya. Setidaknya begitulah asumsi Taehyung.

Jadi, Taehyung hanya merasakan cinta satu sisi tanpa balasan. Hal itu cukup membuat hatinya berdenyut sakit. Dirinya sendiri tidak mengerti mengapa perasaan itu muncul. Padahal saat pertama kali ia menemukan Jungkook terkapar tidak berdaya dengan tubuh dipenuhi luka, Taehyung murni membawa Jungkook bersamanya hanya untuk menolongnya. Tidak lebih, tapi entah bagaimana semua justru berakhir dengan mereka hidup bersama layaknya sebuah keluarga dan saling merawat satu sama lain.

"Hyung..." Taehyung tersadar dari lamunannya saat Jungkook memanggilnya dengan suara yang amat pelan.

"Tidurlah, Jungkook. Aku akan menemanimu disini."

Jungkook terlihat memaksakan diri untuk membuka matanya. "Apa... masalahnya sudah selesai?"

"Aku sudah menyelesaikan semua tadi sore. Semua sudah baik-baik saja. Tidak ada lagi masalah di perusahaanku. Sudah, jangan pikirkan soal itu lagi. Kau tidurlah."

"Kau juga harus tidur, Hyung..." Jungkook menguap. Perhatian-perhatian kecil seperti inilah yang membuatnya semakin menyukai sosok Jungkook.

"Iya, setelah kau tertidur. Sekarang, tidurlah."

Jungkook mengangguk singkat dan dalam hitungan detik kembali tenggelam jauh memasuki alam mimpi. Membiarkan Taehyung yang terus memberikan elusan lembut di kepalanya.

TBC


Jujur deh

Ceritanya makin ngebosenin ya?

Kurang greget ya? :'(

Vomment say
👇👇👇

Between Us (Vkook) END #Wattys2019Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang