Harusnya di up kemarin
Tapi, gue nya ketiduran ehehehe
.
.
.
.
.
“Kau tidak perlu lagi mencari Jungkook, Hoseok-hyung.”
Hoseok yang berada disambungan telepon sontak terkesiap begitu mendengar penuturan Taehyung di malam yang nyaris larut ini. Pikirnya, Taehyung menghubungi untuk mengetahui perkembangan proses pencarian Jungkook. Ia tidak pernah menyangka kalau kalimat itu yang akan ia dengar segera setelah ia menjawab panggilan tersebut.
“Kau serius? Tapi, kenapaㅡ"
“Aku sudah bertemu dengannya. Dia baik-baik saja.”
Hoseok bungkam. Ia tidak tahu apa yang telah terjadi diantara keduanya, tapi yang pasti itu bukan sesuatu yang baik apalagi ketika mendengar nada bicara Taehyung yang tidak seperti biasanya. Jelas telah terjadi sesuatu.
“Terima kasih atas semua bantuanmu selama ini, Hyung. Aku tidak tahu lagi bagaimana jadinya jika tidak ada dirimu.” Imbuh Taehyung.
“Aku tidak mengerti, Taehyung. Aku butuh penjelasanㅡ"
“Maaf, Hyung. tapi, masih ada beberapa urusan kantor yang tidak bisa aku tinggal. Sekali lagi terima kasih. Sampai jumpa, Hoseok-Hyung.”
Dan dengan begitu Taehyung mengakhiri percakapan mereka. Tidak memedulikan Hoseok yang masih menyuarakan diri di ujung sana.
Taehyung tidak lantas meletakkan ponsel miliknya. Jarinya bermain di atas layar datar tersebut dengan lincah. Menggeser turun beberapa nama kontak kolega perusahaannya dan berhenti saat matanya berhasil menemukan satu nama yang ia cari.
Kim Seokjin.
Taehyung tidak menekan tombol panggilan. Alih-alih ia justru menekan ikon bergambar amplop. Dalam hitungan detik, jemarinya dengan lihai berhasil menyelesaikan rangkaian kalimat yang hendak ia sampaikan kepada Seokjin. setelah dirasa cukup, ia lantas mengirimkan pesan tersebut. Ia berharap Seokjin tidak langsung melihat pesannya karena ia tahu Seokjin pasti akan langsung menerornya dan menanyakan ini-itu.
Taehyung tertawa miris membayangkan seperti apa reaksi Seokjin ketika membaca pesannya nanti. Jika pria itu tidak sedang mengabdi di rumah sakit, ia pasti akan langsung beranjak kemari dan muncul dihadapannya dengan wajah cemas luar biasa.
Satu helaan napas keluar dari bibir sebelum akhirnya ia memutuskan untuk meletakkan ponsel miliknya di atas meja kerja. Taehyung telah berganti pakaian dengan pakaian santainya. Meskipun malam telah larut, tapi tidak mengurungkan niatnya untuk pergi keluar sekadar mencari udara segar. Taehyung butuh pelampiasan. Ia membutuhkan sesuatu yang bisa meringankan beban pikirannya, terutama setelah semua yang terjadi hari ini. Oleh karena itu, Taehyung memutuskan untuk pergi keluar seorang diri tanpa membawa ponsel yang tidak pernah lepas dari tangannya tersebut. Ia hanya sedang tidak ingin diganggu.
Taehyung merunduk dengan tatapan nanar. Maniknya terkunci beberapa saat pada sebuah objek yang berada tepat di samping ponselnya yang masih menyala.
“Kuharap dia mau. Untuk yang terakhir kalinya.” Lirihnya kemudian melangkah pergi dari ruang kerjanya dan menghilang di balik pintu.
Beberapa detik sepeninggalannya, Layar ponsel milik Taehyung kembali menyala diikuti dengan getaran yang tidak kunjung berhenti. Puluhan panggilan serta pesan yang tidak langsung diterima sang empunya terabaikan sia-sia. Menyisakan ponsel tersebut dalam keadaan menyala karena tidak hentinya menerima pesan dari kontak bernama Jung Hoseok dan Kim Seokjin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us (Vkook) END #Wattys2019
Fanfiction"Aku tidak tahu dia siapa, tapi aku merasa nyaman berada di dekatnya." -Jjk "Waktu itu, aku hanya ingin menolongnya... Tapi sekarang aku tak ingin kehilangannya." -Kth Vkook Taekook BoyxBoy NamjaxNamja Bangtan Yaoi Zoopapp
