Gue gabut
Menolak kenyataan kalo tugas gue kena revisi-an dosen")
Ga ada motivasi
Jadi lari kesini:)
Klo ga mager, gue bisa up banyak neh"))
...........
Jungkook merogoh saku jaket untuk mencari keberadaan ponsel pintar miliknya. Ketika ponsel itu menyala, Jungkook langsung saja menekan tombol panggilan cepat yang sudah ia atur agar langsung menghubungi nomor Taehyung. Ia arahkan ponsel tersebut ke arah telinga kanan dan mengapitnya dengan bahu sementara kedua tangannya ia gunakan untuk melepas tudung yang menutupi kepalanya.
“Pak, antarkan aku ke Perusahaan Kim ya.” Sang supir taksi mengangguk sopan.
Di deringan ke lima, Taehyung baru mengangkat panggilannya.
“Halo, Hyung. Aku sudah selesai, sekarang aku sedang menuju ke kantorㅡ“
“Ada seseorang yang ingin ku kenalkan denganmu. Datanglah ke alamat yang kukirimkan, aku akan menunggumu disana.” Jungkook mengernyit.
“Seseorang? Siapa?”
“Aku jelaskan nanti. Sampai jumpa.” Dan seperti biasa, Taehyung langsung mengakhiri panggilan mereka secara sepihak membuat Jungkook berdecak kesal.
“Menyuruhku menjaga sikap, tapi sendirinya begini. Dasar tidak sopan.” Rutuk Jungkook.
Sebuah pemberitahuan muncul sebagai tanda pesan masuk, rupanya itu pesan dari Taehyung. Jungkook langsung saja membuka pesan yang berisi alamat sebuah rumah makan. Ia tidak mengetahui tempat seperti apa itu karena ia baru pertama kali mendengar namanya dan juga belum lama tinggal di kota ini jadi ia tidak tahu banyak. Oleh karena itu, Jungkook pun langsung menunjukkan alamat tersebut kepada sang supir taksi. Memintanya merubah arah agar segera menuju alamat yang tertulis di ponselnya.
Ternyata tempat yang ia tuju tidak terlalu jauh. Hanya memakan waktu sekitar sepuluh menit dari rumah sakit. Segera setelah Jungkook turun dari taksi, ia pun langsung melangkahkan kakinya memasuki sebuah rumah makan cepat saji dengan gaya santai ala anak muda. Di dalamnya terlihat begitu ramai pengunjung yang rata-rata mengenakan setelan kantor, mungkin karena sekarang adalah jam istirahat makan siang.
Tring
“Selamat datang!!”
Suara lonceng yang tergantung di bagian atas pintu terdengar nyaring saat Jungkook membuka pintu kaca tersebut. Bersamaan dengan dua orang pegawai yang menyapanya ramah di kedua sisi pintu masuk. Jungkook merunduk sopan kepada mereka kemudian berjalan masuk lebih dalam. Mengedarkan pandangan ke sekeliling guna mencari sosok Taehyung yang ia ingat mengenakan jas berwarna biru tua.
“Jungkook!!” Jungkook terlonjak saat mendengar namanya disebut dengan lantang. Menoleh kesana-kemari guna mencari sumber suara yang ia kenali sebagai suara Taehyung kemudian didapatinya pria tersebut tengah melambai tepat di tempat duduk bagian ujung.
“Cepat sekali sampainya.” Ujar Jungkook sesampainya ia di dekat Taehyung kemudian menarik kursi tepat di sebelah yang lebih tua.
Bukannya menjawab Taehyung malah menyentil kening Jungkook begitu saja. Memancing erangan tidak suka dari sang korban yang tidak tahu menahu alasan macam apa yang membuatnya harus menerima perlakuan kasar tersebut.
“Tidak sopan mengabaikan orang lain yang ada di depanmu.” Omel Taehyung persis seperti seorang ayah yang tengah menasehati anaknya.
Jungkook merengut, tidak mengerti maksud dari perkataan Taehyung sampai kemudian Taehyung mengarahkan dagu ke arah kursi yang terletak berhadapan dengan posisi mereka berdua ㅡdi sisi lain meja.
Pada saat itulah Jungkook baru menyadari kehadiran satu orang pria lagi disana. Duduk manis dengan senyuman yang lebar hingga deretan gigi putihnya unjuk diri tanpa merasa malu sedikitpun. Jungkook menyakini, siapapun yang melihat senyuman itu akan ikut tertular untuk turut menampilkan senyuman yang sama karena begitu juga yang dirasakannya. Senyuman itu terasa begitu ramah dan hangat.
“Ahㅡ ma-maafkan aku.”
“Tidak apa-apa. Itu bukan masalah.” Jawab pria tersebut. Masih dengan senyumannya.
“Jungkook, perkenalkan dia Detektif Jung. Jung Hoseok.” Ucap Taehyung memecah kecanggungan diantara mereka.
“Senang bertemu denganmu, Jungkook.” Hoseok mengulurkan tangannya ke arah Jungkook yang disambut hangat oleh pemuda tersebut.
“Aku banyak mendengar tentangmu dari Taehyung.” Tambah Hoseok yang membuat Jungkook menengok ke arah Taehyung seolah meminta penjelasan.
“Ahㅡ dia yang kumintai tolong untuk mencari tahu tentangmu waktu itu.” Jungkook mengangguk paham atas jawaban Taehyung.
“Selama ini aku hanya melihatmu lewat foto dan Taehyung sering mengatakan padaku kalau wajahmu itu sangat manis. Rupanya dia memang benar. Bahkan menurutku, kau tidak hanya manis tapi juga cantik.”
Entah bagaimana Jungkook justru merona.
“Hyung, jangan memulai. Istrimu sedang hamil di rumah.” Taehyung mengancam walaupun itu hanya sekedar gurauan.
“Jungkook-ah, hati-hati dengannya. Taehyung itu sangat sensitif dengan semua barang-barang miliknya. Mungkin termasuk dirimu sekarang.” Bisik Hoseok pada Jungkook seraya melirik jahil ke arah Taehyung.
“Kenapa aku? Aku bukan barang.” Jungkook tidak terima. Ia jelas tidak dapat menangkap maksud tersembunyi dari ucapan Hoseok barusan. Hoseok pun dibuat tertawa karena kepolosannya.
“Pantas Taehyung begitu menyuㅡ“ Hoseok tidak melanjutkan perkataannya saat melihat tatapan membunuh yang dilayangkan Taehyung untuknya.
“Oke, aku berhenti. Aku hanya bercanda, Taehyung.” Hoseok mengangkat tangan tanda menyerah.
“Jadi, apa sekarang kita bisa langsung ke pembicaraan inti?”
Jungkook melihat Taehyung dengan ekspresi penuh tanya lalu berkata, “Ada apa?”
“Ingat saat aku bilang ada sesuatu yang harus kita bicarakan? Dan ya... itulah sebabnya ada Hoseok-hyung disini.” Jelas Taehyung yang diangguki oleh Hoseok.
“Denganku juga?” Jungkook menunjuk dirinya sendiri.
“Justru kaulah topik utamanya disini, Jungkook.” Hoseok menimpali membuat Jungkook menatap ke arahnya dengan bingung kemudian beralih memandang Taehyung.
“Ini soal permintaanmu waktu itu.” Ucap Taehyung.
“Permintaanku?”
“Beberapa hari lalu Taehyung menghubungiku.” Perhatian Jungkook kembali teralihkan pada Hoseok. Kedua orang itu terus berbicara secara bergantian dan saling menimpal satu sama lain. Membuat Jungkook benar-benar tidak mengerti apa inti dari pertemuan mereka ini.
“Dia memintaku untuk mencari sebuah informasi. Dan dengan alasan itulah kita sekarang berkumpul disini. Aku berhasil mendapatkan semua yang dibutuhkan.”
“Tapi tentang apa? Kenapa melibatkanku?”
Terdengar Taehyung menghela napas panjang.
“Karena ini menyangkut soal keluarga aslimu, Jungkook.”
TBC
Vomment say
🙏🙏
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us (Vkook) END #Wattys2019
Fanfiction"Aku tidak tahu dia siapa, tapi aku merasa nyaman berada di dekatnya." -Jjk "Waktu itu, aku hanya ingin menolongnya... Tapi sekarang aku tak ingin kehilangannya." -Kth Vkook Taekook BoyxBoy NamjaxNamja Bangtan Yaoi Zoopapp
