Kapankah kira2 siksaan mereka berakhir??
"(
Jungkook tidak pernah menyangka kalau ia dan Taehyung akan dipertemukan kembali secepat ini. Pikirnya, ia tidak akan pernah bertemu dengan Taehyung. Akan tetapi, apa yang terjadi total membuat pikiran dan emosinya kacau.
Setelah menyuruh Taehyung untuk mengeringkan tubuh menggunakan handuk, Jungkook langsung bergegas menuju kamar mandi di lantai atas. Tepatnya kamar mandi di ruang tidurnya. Jungkook mengunci diri di sana. Membiarkan tubuhnya yang masih berbalut pakaian lengkap diguyur kembali dengan shower. Jungkook bahkan tidak mengubah temperatur airnya menjadi hangat dan membiarkan tubuhnya merasakan sensasi dingin yang langsung menusuk kulit.
Jungkook jelas tidak baik-baik saja. Ia tidak baik-baik saja.
“Hiks... hiks... kenapa... kenapa dia muncul... hiks...” Tubuhnya jatuh terduduk di bawah guyuran shower. Lututnya menekuk dan dipeluknya erat seraya menyembunyikan kepala diantara lekukannya.
Jungkook kacau. Total kacau karena kehadiran Taehyung.
Ia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Harusnya ia senang. Iya, harusnya ia senang karena bisa bertemu kembali dengan Taehyung. Akan tetapi, hatinya malah merasakan yang sebaliknya. Segera setelah ia melihat entitas Taehyung di depan rumahnya, yang terlintas di dalam kepalanya adalah tunangannya, Jimin. Bayangan tentang Jimin yang memperlakukannya sebegitu lembut meskipun ada banyak hal yang disembunyikan oleh Jungkook.
“Maaf. Maafkan aku… hiks… Maafkan aku, Taehyung…”
Dan Jungkook total menangis hebat di bawah guyuran shower selama sepuluh menit lamanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
“Ini. Terima kasih handuknya.”
Jungkook langsung menerimanya. Tidak berkata apapun. Bahkan membalas tatapan Taehyung pun tidak. Di mata Taehyung saat ini, Jungkook mungkin terlihat enggan atau malah bersikap dingin atas kehadirannya yang tidak terduga. Harusnya Taehyung sadar jika Jungkook jelas sekali tengah berusaha menghindar darinya.
Harusnya ia juga menyadari kedua manik Jungkook yang membengkak dan memerah akibat terlalu lama menangis.
Jungkook takut. Takut kalau hatinya akan semakin goyah.
Ia harus ingat, kalau ia memiliki Jimin sebagai tunangannya. Jimin yang telah lama bersamanya. Dan Jimin yang terlebih dahulu mengisi hatinya.
Jungkook jelas merasa Taehyung terus memerhatikan setiap gerak-geriknya. Bahkan ketika ia tengah sibuk menyiapkan minuman di dapur, Jungkook dapat melihat pantulan bayangan Taehyung yang tidak pernah melepas pandangan darinya. Jungkook hafal. Terlampau hafal kalau pria itu pasti sedang memutar balik ingatan tentang kebiasaannya yang akan langsung menghambur ke arah Jungkook dan kerap kali mengganggunya yang tengah memasak di dapur dengan bisikan-bisikan manis di telinga Jungkook.
Pria itu pasti amat merindukannya.
Jungkook pun tidak bisa berbohong. Sekuat apapun ia berusaha bertahan, jauh di dalam dirinya ia juga merindukan kebersamaan mereka.
Merindukan Taehyung.
“Jangan begini, Taehyung.” Benaknya. Sekeras mungkin menahan kristal bening itu meluncur kembali dari netra indahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us (Vkook) END #Wattys2019
Fiksi Penggemar"Aku tidak tahu dia siapa, tapi aku merasa nyaman berada di dekatnya." -Jjk "Waktu itu, aku hanya ingin menolongnya... Tapi sekarang aku tak ingin kehilangannya." -Kth Vkook Taekook BoyxBoy NamjaxNamja Bangtan Yaoi Zoopapp
