“Jungkook, kau harus makan. Makananmu nanti dingin.” Jimin berucap setelah melihat jam tangan yang melingkar di tangannya. Waktu sudah menunjukan pukul tiga sore. Jam makan siang sudah lewat, tetapi Jungkook tidak juga menyentuh makanan pesanannya di atas meja.
Jungkook hanya menggeleng kemudian kembali mengalihkan pandangan ke arah keluar jendela. Sejak kedatangan mereka ke restoran cepat saji ini, Jungkook tidak hentinya menggerakkan kaki cemas di bawah sana. Belum lagi, jemarinya mengetuk meja dengan gelisah. Beberapa kali ia juga mencuri pandang ke arah pintu masuk, seperti tengah menunggu kedatangan seseorang.
Memang. Tujuan utama mereka— lebih tepatnya Jimin mengajak Jungkook kemari di waktu sibuknya bekerja adalah karena satu pesan singkat yang diterimanya dari Namjoon. Sebuah pesan singkat yang membawa mereka pada satu pernyataan yang jelas.
Hoseok berhasil menemukan jejak Taehyung.
Setelah enam bulan lamanya mereka diselimuti kabut, hari ini adalah kali pertama mereka mendapatkan titik terang. Oleh karena itu, Jimin bergegas menghubungi Hoseok dan memintanya bertemu. Ia pun tidak lupa untuk mengajak Jungkook bersamanya karena mau bagaimana pun, Jungkook adalah orang yang paling menanti kabar baik mengenai pencarian Taehyung dari Hoseok. Jungkook adalah orang yang berhak tahu soal kabar apapun tentang Taehyung.
Sayangnya, Namjoon tidak bisa ikut bersama mereka karena ia harus menggantikan ketidakhadiran Jimin di rapat pimpinan hari ini.
“Jungkook…” Hanya udara kosong yang menjadi jawaban.
Jimin semakin tidak nyaman melihat Jungkook yang tampak semakin gelisah. Hoseok memang sepertinya datang sedikit terlambat dari waktu janji temu mereka. Mungkin, karena lokasi temu mereka yang terlalu jauh dan jalanan yang mulai ramai sebab sudah hampir jam pulang kerja.
“Hey… Lihat aku—“ Jimin meraih kedua tangan Jungkook di atas meja. Menghentikan ketukan acaknya sekaligus mengalihkan perhatian Jungkook padanya.
“Kita pasti menemukannya.” Ujar Jimin seraya mengusap punggung tangan Jungkook. Berusaha mengantarkan ketenangan pada pemuda tersebut.
Jimin tidak tahu bagian mana yang salah dari ucapannya. Akan tetapi, setelah mengucapkan kalimat ㅡyang diharapkanㅡ dapat menenangkan Jungkook itu justru memancing air mata mengalir turun dari kedua mata Jungkook. Pemuda yang lebih muda darinya itu mulai menangis entah karena alasan apa yang sukses membuat Jimin kelimpungan.
“Heyㅡ hey, kenapa menangis? Astaga, jangan menangis.” Jimin menghapus air mata yang turun membasahi kedua pipi Jungkook dengan ibu jarinya. Bukannya berhenti, Jungkook malah semakin terisak walaupun ia tidak mengeluarkan suara sama sekali karena pemuda itu berusaha menahan diri dengan menggigit bibir bawahnya.
Kurang lebih, pemandangan di depan Jimin saat ini adalah apa yang terjadi selama enam bulan ke belakang selama keduanya, baik Jungkook maupun Jimin menanti kabar baik dari Hoseok mengenai keberadaan Taehyung. Namun, Jimin tetap tidak sanggup setiap melihat Jungkook bisa tiba-tiba menangis tiap Hoseok tidak menunjukan perkembangan berarti soal keberadaan Taehyung, selain kenyataan kalau pria itu memilih ‘kabur’ ke luar negeri.
Jimin sudah tidak pernah melihatnya lagi. Binar mata penuh kebahagiaan yang biasa terpancar dari kedua mata bulat Jungkook. Sudah sejak malam ketika ia menemukan Jungkook menangis hebat di bawah guyuran hujan pancaran mata itu meredup. Di malam ketika Jungkook mengetahui fakta kalau Taehyung telah pergi.
Jimin tidak bisa berbohong kalau ia turut merasa hancur tiap kali melihat Jungkook menjadi semakin rapuh setiap harinya. Hanya karena menunggu Taehyung. Disaat seperti ini, ingin rasanya Jimin mengembalikan senyuman Jungkook yang selalu menjadi favoritnya sejak dulu. Ia rela melakukan apapun untuk melihat senyuman itu kembali mengembang dan menghiasi wajah manis sang pemuda. Akan tetapi, Jimin sadar betul. Bukan ia yang berhak mengembalikan senyuman itu. Bukan juga ia yang bisa mengembalikan binar mata Jungkook.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us (Vkook) END #Wattys2019
Fanfiction"Aku tidak tahu dia siapa, tapi aku merasa nyaman berada di dekatnya." -Jjk "Waktu itu, aku hanya ingin menolongnya... Tapi sekarang aku tak ingin kehilangannya." -Kth Vkook Taekook BoyxBoy NamjaxNamja Bangtan Yaoi Zoopapp
