Maap
Karena menghilang terlalu lama
Real life itu lebih kejam daripada Bighit:)
Dimohon pengertiannya:)
Hehe
.
.
.
.
.
Jimin mengerjapkan matanya ketika dirasa pancaran cahaya yang terbias dari jendela kamar mengganggu tidur nyenyaknya. Ia menggunakan tangannya untuk menghalangi cahaya tersebut. Sungguh, cahaya itu begitu mengganggu. Jimin masih ingin menikmati waktu istirahatnya. Tubuhnya masih terasa lelah setelah selama seminggu lebih bekerja keras mengurus permasalahan cabang perusahaannya yang berada di luar negeri.
Dengan begitu, Jimin menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Ia berbalik memiringkan tubuh kemudian menggeletakkan tangannya di sisi ranjang yang kosong.
Tungguㅡ kosong?
Puk
Puk
Jimin meraba sisi ranjang lainnya dengan mata yang hanya setengah terbuka. Detik berikutnya, kedua matanya yang semula sayu langsung terbuka lebar ㅡmembelalak.
“KOOKIE!!!” Pekiknya heboh. Jimin terduduk dengan raut cemas seolah-olah ia telah kehilangan sesuatu yang begitu berharga.
“Kookie!! Kookie, kau dimana??”
“Aku tidak mungkin bermimpi.”
Jimin bangkit dari tidurnya. Tidak memedulikan tubuhnya yang letih serta otot-ototnya yang berteriak kesakitan. Pria berahang tegas itu berlari ke arah pintu kamar. Masih meneriaki satu nama yang tidak pernah luput menjadi sumber pengharapannya setiap hari.
“Aku tidak mungkin salah. Aku melihatnya. Jungkook tidur disampingku. Dia bahkan memanggil namaku. Itu bukan mimpi.” Benak Jimin meyakinkan dirinya.
“KOOKIEㅡ“
“Ada apa, hyungㅡ”
GREP
Jungkook yang datang dari arah dapur dengan wajah bingung karena teriakan nyaring Jimin terkejut saat pria itu tiba-tiba saja menarik lengannya kemudian langsung memeluk tubuhnya.
“Jimin-hyungㅡ“
“Aku tidak bermimpi. Kau masih hidup. Kau ada disini, Jungkook.” Lirih Jimin di dalam pelukan mereka. Ia semakin mengeratkan pelukannya. Menenggelamkan wajahnya lebih dalam di bagian pundak Jungkook untuk menyesap aroma khas Jungkook yang begitu dirindukannya.
Jungkook merilekskan tubuhnya lalu membalas pelukan Jimin dengan memberikan usapan lembut di bagian punggung.
“Aku tidak akan pergi kemana pun lagi, hyung.”
“Aku merasa seperti sedang berada di dalam adegan drama. Apa benar ini apartemen ku?” Sarkas Namjoon yang tidak sengaja lewat diantara mereka. Ia baru saja keluar dari kamar mandi. Masih dengan rambut basah dan handuk melingkar di bagian leher, Namjoon berjalan lurus ke arah sofa ruang tamu. Kemudian pria yang paling tua itu duduk dan menyalakan televisi tanpa menghiraukan tatapan tajam yang diarahkan Jimin padanya. Sementara itu Jungkook hanya bisa memaklumi dan tertawa kecil.
Bugh
Sebuah lemparan bantal mengenai tepat ke kepala Namjoon. Memancing pekikan protes dari sang empunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us (Vkook) END #Wattys2019
Fanfic"Aku tidak tahu dia siapa, tapi aku merasa nyaman berada di dekatnya." -Jjk "Waktu itu, aku hanya ingin menolongnya... Tapi sekarang aku tak ingin kehilangannya." -Kth Vkook Taekook BoyxBoy NamjaxNamja Bangtan Yaoi Zoopapp
