"Rapat selesai. Kalian bisa kembali." Begitu titah yang diberikan Taehyung usai rapat panjang yang dipimpinnya. Ia menjadi orang pertama yang meninggalkan ruangan rapat dengan tergesa.
Klik
"Maaf, nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau beraㅡ"
"Dimana kau, Jeon Jungkook?" Taehyung mengacak surainya frustasi.
"Presdir, setelah ini Anda harus mengunjungi-"
"Ahㅡ Nancy, aku ingin kau batalkan semua jadwalku setelah ini. Aku harus pulang lebih awal. Dan ohㅡ kerja bagus hari ini."
"Tapi, Presdirㅡ"
Tanpa mengindahkan panggilan sang sekretaris baru, Taehyung langsung melenggang pergi kembali ke ruangannya. Bergegas mengambil kunci mobil dan beberapa barang kemudian berlari menuju basement.
Taehyung memasang sabuk pengaman kemudian menyalakan mesin mobilnya. Sebelum itu, ia sempat kembali menghubungi nomor Jungkook hanya untuk mendapatkan jawaban yang sama. Nomor ponsel pemuda tersebut tidak aktif setelah beberapa kali ia hubungi. Taehyung yakin, Jungkook pasti sengaja mematikan ponselnya.
"Kenapa dia terus-menerus membuatku cemas?"
Sepanjang perjalanan pulangnya, kepala Taehyung tidak pernah berhenti memikirkan Jungkook. Ia mengemudi dengan hati tak tenang. Kaki dan tangannya akan bergerak gelisah setiap kali mobilnya harus terhenti karena lampu merah kemudian mengusak kepalanya frustasi ketika ia baru menyadari seberapa jauh jarak dari kantor ke rumahnya.
BRAK
Setelah memarkirkan mobilnya asal di pintu masuk, Taehyung langsung berlari memasuki rumah. Menekan kode pin yang hanya ia dan Jungkook yang tahu lalu melangkah masuk dengan tergesa.
"Jungkook!!!" Teriaknya tidak sabaran.
Ia berlari dari ruang tamu menuju dapur.
"Jungkook, kau dimana?"
"Jungkook, kumohon jangan seperti ini. Maafkan aku!!" Ia mulai menaiki tangga. Berniat menuju kamar Jungkook.
Ceklek
"Jeonㅡ"
Kosong.
Taehyung semakin cemas ketika ia tidak mendapati Jungkook bahkan di kamarnya sekalipun.
"Astaga, Jungkook. Dimana kau sebenarnya?" Keluhnya sembari menghubungi kembali nomor ponsel Jungkoook tanpa hasil.
.
.
.
.
.
"Dia membentakku hanya karena wanita jelek itu!? Dasar menyebalkan!? Kim Menyebalㅡ"
Jungkook gagal menyelesaikan kalimatnya saat sesuatu terulur menghalangi pandangannya. Sebuah botol air minum mineral tersaji dihadapannya dalam genggaman tangan seseorang.
"Untukmu. Minumlah."
Pandangan Jungkook berjalan dari tangan tersebut lalu semakin naik hingga posisi kepalanya mendongak. Hal pertama yang menjadi fokus Jungkook adalah lesung pipi manis yang terukir bersamaan dengan senyum ramahnya.
"Hai, kau Jungkook, benar?"
Seolah tertangkap basah karena terlalu lama mengagumi senyuman manis itu, Jungkook berjengit dan menjawab dengan terbata, "Ahㅡ i-iya."
Diam-diam ia merunduk untuk menghapus jejak air mata yang nyaris membasahi sepanjang pipinya.
"Boleh aku duduk disini?" Pintanya dengan suara yang lembut dan gerakan yang teramat sopan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us (Vkook) END #Wattys2019
Fan-Fiction"Aku tidak tahu dia siapa, tapi aku merasa nyaman berada di dekatnya." -Jjk "Waktu itu, aku hanya ingin menolongnya... Tapi sekarang aku tak ingin kehilangannya." -Kth Vkook Taekook BoyxBoy NamjaxNamja Bangtan Yaoi Zoopapp
