"Hai Jek!!" sapanya kikuk
"ha..hai Vik" Jeki membalas sapaan Viki tidak kalah canggung.
Viki lantas berdiri menyalami Jeki yang kini berada di depannya, terlihat begitu formal dan Jeki benci itu. Ia lantas menarik tangan Viki dan menubrukan bahu mereka lalu melakukan tos ala-ala mereka ketika jaman SMA dulu.
"apa kabar bro?"
"seperti yang lo liat sekarang"
Keduanya tersenyum lega, kini suasana jadi lebih mencair. Tidak ada ketegangan yang terjadi, aura Viki pun tidak memancarkan permusuhan. Sepertinya alien tampan itu memang sedang ingin bertamu bukan adu tinju. Tak lupa Jeki pun segera memanggil Bu maya untuk membuatkan minum.
"duduk Vik, btw tumben lo ke rumah gue? jangan bilang Jimi yang nyuruh lo kesini"
"hehehe" Viki terkekeh malu, menampilkan senyum kotaknya yang sudah lama tidak Jeki lihat. Katakanlah jika ia sedikit merindukan senyum itu, ah salah sepertinya ia sangat merindukan senyum itu, buktinya kini Jeki pun tertawa melihatnya.
"maaf ya gue ganggu lo malem-malem, tadinya gue mau nemuin lo besok di kantor, tapi kata Jimi sebaiknya dibicarakan di rumah aja. ya mungkin si bantet itu Cuma takut gue bikin keributan di kantor lo lagi, makanya dia nyuruh gue kesini"
"hahaha, emangnya dia yakin lo bakal ngajak gue ribut lagi?'
"tau tuh si sipit, padahal gue udah bilang kalo gue mau ngomong baik-baik, nggak ada keributan atau acara tonjok-tonjokan, tapi kayaknya dia nggak percaya"
"hahaha, dia Cuma sayang sama lo Vik, dia nggak mau sahabatnya dipermalukan di depan umum dengan cara diseret-seret satpam kantor, dia nggak mau bikin citra lo buruk dimata orang"
"tapi dia juga sayang sama lo Jek, dia nggak mau sepupunya bonyok ditangan sahabatnya sendiri terus kita musuhan lagi kayak dulu"
Keduanya saling melempar senyum lalu tertawa lebar, menertawai kebodohan mereka selama ini yang sudah menyia-nyiakan waktu dengan bermusuhan.
"ini minumannya den" Bu maya datang dengan nampan berisi dua gelas kosong dan satu teko sirup.
Jeki menghentikan tawanya untuk sekedar berterima kasih. "makasih ya Bu"
"iyah den sama-sama, silahkan di minum"
Keduanya mengangguk kecil, lalu Bu Maya pun memutuskan untuk pamit undur diri. Membiarkan keduanya berbicara dengan leluasa.
"diminum dulu Vik" sang tuan rumah menawarkan dengan ramah
"gue minum ya" tanpa malu-malu pria tampan itu menuang minuman ke gelasnya lalu menenggaknya hingga tersisa setengah gelas
"oh iyah Jek emmm, sebenernya gue kesini juga mau minta maaf soal kejadian di lapangan basket waktu SMA dulu. gue bener-bener nyesel waktu itu tapi gue terlalu malu buat minta maaf sampe akhirnya gue memutuskan untuk kabur ke Amerika, dan soal di kantor lo waktu itu gue...."
Ucapannya terhenti ketika Jeki menepuk bahunya pelan "yaelah Vik lupain aja, gue udah maafin lo kok dan gue juga tahu kebenarannya. Waktu itu lo juga lagi sakit kan? lagipula mungkin kalo gue ada di posisi lo, gue juga bisa aja lakuin hal yang lebih dari itu"
"thanks ya Jek"
"bukan masalah besar, bukannya memang begitu cara anak cowok nyelesain masalahnya"
"hahaha" keduanya tertawa bebas.
Lega rasanya hati Viki saat ini, rasa bersalah yang terus menghantuinya kini hilang sudah. Jeki pun merasa bersyukur karena hubungannya dengan Viki bisa seperti dulu lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRUE LOVE (Sequel Kawin Kontrak)
FanfictionCINTA Sejati tidak pernah benar-benar pergi, dia akan menemukan jalannya kembali.
