31. Terciduk

1.9K 241 425
                                        

Sudah puluhan kali Jeki menghubungi istrinya, namun hasilnya tetap nihil. Una tak mau menjawab panggilannya, posisi Jeki yang sedang lelah membuatnya menyerah, membiarkan Una larut dalam amarahnya.

Jeki hanya bisa menunggu sampai mood istrinya kembali. Jeki tidak ingin berdebat disaat keduanya masih sama-sama emosi.

Jam dinding menunjukkan pukul 12 malam, Jeki menutup map hijau di mejanya, mematikan segala perangkat komputer di ruang kerjanya. Tungkainya melangkah menuju tempat tidur, berbaring lemah dengan mata terpejam erat.

Meski pikirannya masih dibayangi berbagai macam persoalan, Jeki mencoba untuk tetap terpejam. Berharap mimpi segera datang, merenggut kesadarannya hingga pagi tiba.

Namun sayang usahanya sia-sia, Jeki masih tetap terjaga. Matanya kembali terbuka memandang langit-langit kamar dengan tatapan kosong.

Pertanyaan itu kembali muncul, Kapan semua ini berakhir?, dia benci harus berpura-pura mencintai Sheren, dia semakin merasa bersalah dengan semua kebohongan ini.

Cintanya sudah habis untuk gadis itu, hanya tersisa rasa sayang sebagai sahabat. Jeki ingin terbebas dari semua beban berat di pundaknya, tapi bagaimana caranya?

Pernah sekali Jeki mencoba untuk jujur, namun yang terjadi gadis itu tidak sadar selama dua hari. Viki bilang semua itu terjadi karena Sheren mengalami shock berat. Hal yang lebih parah lagi, setelah sadar,  beberapa ingatannya menghilang kembali.

Kini Jeki bingung, tiga bulan sudah ia menutupi semua ini dari istrinya, dan Sebentar lagi Una akan kembali. Lalu apa yang harus ia katakan pada istrinya nanti. Bahkan sampai saat ini mulutnya masih berat untuk berbicara langsung. Ditambah gadis itu sedang marah padanya.

Sejujurnya Jeki sedikit lega saat Una bilang butuh waktu lebih lama di Bali. Setidaknya Jeki berharap Sheren bisa pulih kembali sebelum Una kembali ke Jakarta. Semuanya akan menjadi lebih rumit saat Una tahu yang sebenarnya.

___oOo___

Hari ini Jimi tidak masuk kantor karena kelelahan, ia merasa lemas dan tubuhnya juga demam. Pagi-pagi sekali Yugo datang untuk memeriksa temannya, hasilnya tidak parah. Jimi di diagnosis menderita dehidrasi dan kekurangan nuttrisi. Hanya butuh istirahat total dan makan makanan bergizi.

Siang ini Seje datang ke apartemen Jimi untuk menjenguk sang pujaan hati. Tidak lupa ia membawa bubur sehat dan sekeranjang buah, serta beberapa vitamin.

"makanya kalo kerja tahu waktu" omel Seje saat mengompres dahi Jimi

"kalo mau protes sama Jeki aja, dia kan bosnya"

"kamu kan sepupunya, masa iya dia tega eksploitasi saudaranya sendiri"

"status aku kan masih karyawan disana, jadi harus profesional kerjanya"

"tapi liat sekarang, kamu jadi sakit kan karena kecapean"

"yaudah jangan di omelin dong beb, akunya pusing nih" rengeknya manja

"hmmm, yaudah yaudah, sekarang buka mulutnya"

Jimi hanya menurut saja lantas membuka mulutnya lebar-lebar.

"loh yang! ini kan bubur sehat buat bayi, kok dikasih ke aku" katanya setelah menerima satu suapan dari Seje

"iyah emangnya kenapa? Kan sama-sama bubur"

"tapi aku kan bukan bayi sayang" Jimi mendesah frustasi, punya pacar kadang pinternya keterlaluan.

"siapa bilang, kamu kan bayi lucunya akohhh" kata Seje tersenyum lebar

TRUE LOVE (Sequel Kawin Kontrak)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang