Siang di Bali sedikit berawan, namun tidak mengurangi antusias Una yang ingin berjemur di Pantai.
"Na gimana mau berjemur orang matahari aja nggak ada, lagian kamu tuh harusnya istirahat nanti sakit"
Jeki masih saja bawel untuk memperingati istrinya agar tidak kelelahan. Pasalnya tadi pagi tubuh Una sempat demam dan sontak membuat Jeki panik bukan main. Untungnya setelah dikompres air dingin demamnya turun juga. Mungkin efek kehujanan kemarin.
"ya nggak apa-apa kita ngadem aja di di pantai, karena aku nggak boleh kemana-mana sama kamu, jadi kita pikniknya di halaman belakang aja sambil liat pantai yah" bujuk sang istri dengan senyum yang terlampau gemas, membuat jeki tidak bisa menolak.
Di atas hamparan pasir putih, Una menggelar kain pikniknya dan keranjang makanan. Isinya macam-macam, sampai Jeki saja bingung kapan istrinya menyiapkan ini semua.
Jeki duduk selonjoran, dan Una masih sibuk dengan keranjang makanannya, sampai Jeki harus menariknya dahulu baru wanita itu mau duduk.
"sini"
Jeki mengapit tubuh istrinya yang mungil, disandarkannya punggung cantik itu ke dadanya. Hari ini Jeki hanya ingin berduaan dengan istrinya tanpa memikirkan hal apapun. Menikmati setiap moment manis setiap kali mereka bertemu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Kurang lebih kek gtu posisinya maaf aku gbisa manipulasi gambar mreka hehe)
"jek" panggilnya ragu
"hmmm" jawab Jeki seadanya karena mulutnya memang sedang sibuk menciumi kepala istrinya.
"aku mau minta maaf soal yang kemarin"
"udah aku maafin kok"
"tapi aku tetep mau jelasin, supaya kedepannya kamu nggak salah paham lagi"
"yaudah jelasin sekarang"
Una memutar kepalanya lalu menatap Jeki takut-takut "tapi janji jangan marah lagi sebelum aku selesai ngomong"
"berarti aku boleh marah setelah kamu ngomong dong"
"jangannn" rajuknya manja dan Jeki hanya tertawa lebar dan berakhir mengusak rambut istrinya gemas
Jeki menuntun tangan Una untuk menyentuh kepalanya lalu dengan lantang ia berbicara, "Saya Jefrey Kinan Hadinata Wijaya berjanji tidak akan pernah memarahi istri saya Laluna Bellvania Alfandi seperti kemarin dan membuatnya menangis sampai matanya bengkak"
Chup
Una terkesiap ketika bibir jeki menyentuh bibirnya, hanya kecupan singkat tapi terasa manis seperti biasanya.
"karena nggak bisa cap jempol aku cap bibir aja ya"
Una tersenyum manis, kadang tingkah konyol Jeki seperti ini membuatnya ingin cepat-cepat balik ke jakarta. Setelah berjanji, Jeki memeluk istrinya dan membiarkan Una mulai bercerita. Diperlakukan semanis ini jujur membuat una berdebar, wajahnya mungkin sudah memerah sekarang.