Sorry for typo, don't forget to vote and commen.
.
Ayah dan anak itu terus saja cekcok sedari tadi. Sang ayah terlihat sangat murka kepada putranya itu.
"Apa-apaan kamu ini, Mean?" tanya Tn.Phiravich. "Ayah kira kamu sudah berubah?" kata Tn. Phiravich, bahkan suaranya naik 1 oktaf.
Tn.Phiravich seakan murka mengetahui putranya-Mean masih bermain affair di belakang menantunya, Plan. Bagaimana tidak, menantunya itu sekarang sedang berbadan dua tapi Mean putranya tidak pernah berubah, Mean masih saja selingkuh di belakang sang istri.
"Ingat statusmu, Mean! Kamu itu sudah menikah! Istrimu sekarang sedang hamil!" ucap Tn.Phiravich marah.
"Ck. Sudah ku katakan, itu sebuah kesalahan, ayah. Ayah kan sudah tau kalau aku tidak mencintainya! Dan mengenai bayi yang ada di dalam perutnya itu, itu kecelakaan! Aku tidak bermaksud melakukannya."
Bagaikan dihantam beribu pisau tak kasat mata, Tn.Phiravich langsung menampar putranya.
Plakkk!
"Aku tidak pernah mengajarkanmu untuk kurang ajar, Mean! Dasar kamu anak tidak tahu diri!" murka Tn.Phiravich.
Sedangkan Ny.Phiravich cuma menangis sesugukan melihat suami dan putranya yang sangat ia cintainya itu sedang beradu mulut. Bahkan selama ini yang Ny.Phiravich tau suaminya itu tidak pernah memukul Mean-putra mereka, tapi apa yang dilakukan Mean kali ini memang benar-benar di luar batas.
Setelah mendapatkan tamparan itu, Mean pun langsung berlalu meninggalkan kedua orang tuanya. Tanpa disadari oleh mereka, ada sosok Plan yang berada di balik pintu itu dan ia mendengar dengan jelas semua yang dibicarakan oleh Mean dan ayah mertuanya itu.
"Hiks ... hiks ..." Plan menangis tanpa mengeluarkan suaranya, cuma air mata yang terus mengalir di pipi gembulnya.
Plan terpukul, sangat terpukul. Hatinya benar-benar sakit mendengar ucapan Mean suaminya sendiri dengan teganya mengatakan itu semua. Mean tidak mengakui sang anak yang berada di dalam perut Plan sebagai anaknya. Bahkan dengan terang-terangan Mean menolak anaknya tersebut. Niatnya awalnya datang ke rumah itu cuma mau menemui sang ibu mertua, ia mau bertanya mengenai kehamilannya yang semakin hari semakin membesar dan tanpa sengaja ia mendengar pembicaran keluarga itu.
Ya, Plan akui anak yang berada dalam perutnya itu memang bukan kemauannya juga. Bila disuruh memilih ia juga tidak ingin semua ini terjadi, tapi dengan berjalannya waktu, ia pun mulai belajar mencintai Mean- suaminya itu.
Flashback
Mean pulang ke rumahnya dengan keadaan mabuk, Mean salah masuk kamar. Tadinya ia berniat untuk masuk ke kamarnya sendiri, tapi ia justru masuk ke kamar Plan. Dan itulah awal dari kejadian yang menimpa Plan dan juga Mean sampai mereka berdua dinikahkan oleh orang tua Mean.
Dulu sebelum Plan tinggal di rumah keluarga Phiravich, ia hanyalah seorang anak desa yang dibawa oleh keluarga Phiravich untuk tinggal bersama mereka.
Plan anak dari kolega Ny.Phiravich, Ibu Plan dan Ibu Mean mereka berdua adalah sepupu. Orang tua Mean membawa Plan ke Bangkok untuk menyekolahkan Plan di sana .
Plan memang seorang pria tapi, entah kenapa Plan begitu cantik, imut dan memiliki kulit putih seputih susu, bahkan kecantikannya melebihi seorang wanita.
Alasan keluarga Phiravich membawa Plan ke rumahnya supaya Mean ada yang menemaninya, itu mereka lakukan karena Mean tidak memiliki saudara, mengingat Mean putra mereka satu-satunya. Tapi naas, baru beberapa minggu Plan pindah ke rumah keluarga Phiravich, Mean telah memperkosa Plan sampai hamil. Dan mau tidak mau orang tua Mean harus menikahkan Mean dan Plan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshoot (Meanplan_Tincan)
Storie breviKumpulan oneshoot #meanplan❤ #tincan ❤ #2wish💙💚 Mengandung 🔞+ jadi yang di bawah umur harap jauh-jauh. Tapi kalau nekat baca dosa di tanggung sendiri. Meanplan fanfiction
