Mean begitu mengagumi sosok imut yang menjadi pujaan hatinya itu selama dua tahun ini. Semenjak mereka dari baru masuk kampus, Mean sudah menyukai Plan Rathavit.
Namun Mean tidak berani mengungkapkan perasaannya karena mereka tidaklah sama. Di sini, status mereka bagaikan langit dan bumi.
Plan anak satu-satunya pria dari dua bersaudara. Kakak Plan bernama Ploy Rathavit dan dia seorang dokter. Sedangkan Plan anak kedua dari tuan Nat Rathavit, orang terkaya di Bangkok.
Lalu bagaimana dengan Mean? Mean hanyalah anak tukang penghibur di club malam.
Mean juga tidak ingin itu, tapi dia lahir karena sebuah kesalahan. Fahyong, ibunya Mean kebobolan saat sedang enak-enak dengan kekasihnya. Dan kekasihnya itu tidak ingin bertanggung jawab karena dia belum ingin berkomitmen. Jadilah Mean tanpa ayah karena sang ayah pergi tanpa jejak entah di mana rimbanya sampai sekarang. Mean maupun Fahyong tidak tahu kabarnya apakah dia masih hidup atau sudah mati.
Mereka ikhlas. Toh tanpa ayahnya atau sosok suami, Fahyong masih bisa membesarkan Mean-putranya walaupun itu uang dari hasil menjual tubuhnya.
Karena otaknya yang jenius, Mean berhasil masuk di kampus yang terbilang cukup elit. Mean bersyukur walaupun dia kekurangan materi, tapi tuhan memberkatinya dengan otak yang cemerlang. Jadi dia bisa masuk kampus tanpa perlu memberatkan sang ibu.
Mean menatap Plan yang sedang bergaul dengan para sahabatnya, Perth, Title dan Gun. Mereka semua berasal dari keluarga kaya. Beda dengannya. Karena itulah, dia tidak berani bergaul dengan mereka. Walaupun sebenarnya dia ingin. Apalagi dekat dengan Plan.
Mean tahu, walaupun mereka anak orang kaya tapi mereka tidak sombong. Mereka ramah dan selalu membantu yang lemah. Karena itulah, Mean suka melihat kepribadian mereka, terutama Plan.
Mean ikut tersenyum saat melihat Plan tertawa, namun saat Perth memeluknya, Mean langsung cemberut. Hatinya langsung sakit. Walaupun dia tahu mereka bersahabat tetap saja Mean cemburu melihat kedekatan mereka.
Apa haknya?
Ya, dia memang tidak punya hak untuk itu. Tapi apa salahnya jika kita cemburu melihat orang yang kita sukai dekat dengan orang lain.
Mean menggebrak meja kemudian pergi dari kelas itu membuat keempat sahabat itu berjingkrak kaget.
"Aw, ada apa dengan dia? Aku sampai kaget," ucap Title sambil memegang dadanya yang masih syok akibat ulah Mean.
"Ya, aku juga kaget," sambung Perth.
"Sebenarnya ada apa dengannya?" gumam Plan sambil melihat punggung Mean yang menghilang dari pintu.
Mean menyandarkan tubuhnya di tembok tidak terlalu jauh dari kelasnya. Ingatannya berputar ke kejadian dua tahun lalu di mana awal mula dia bertemu dengan Plan Rathavit di kampus waktu itu.
Saat itu, Mean sedang menuju ke kelasnya. Kebetulan Plan yang lewat di situ berpapasan dengannya. Mean yang kebetulan sedang buru-buru tidak melihat adanya Plan di depannya.
Plan juga begitu. Dia buru-buru ke luar kelas untuk mengambil sesuatu di mobilnya. Dan mereka pun bertabrakan.
"Aw!" pekik Plan saat menabrak dada seseorang.
Untung Mean dengan cepat menangkap tubuh Plan sehingga Plan tidak jatuh ke lantai.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Mean memastikan.
"Aku tidak apa-apa. Bagaimana denganmu?" tanya Plan balik.
"Aw, maaf bukumu jadi pada jatuh," ujar Plan menyesal. Ia pun memungut buku Mean yang jatuh berserakan akibat ulah mereka yang tanpa sengaja bertabrakan tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshoot (Meanplan_Tincan)
Short StoryKumpulan oneshoot #meanplan❤ #tincan ❤ #2wish💙💚 Mengandung 🔞+ jadi yang di bawah umur harap jauh-jauh. Tapi kalau nekat baca dosa di tanggung sendiri. Meanplan fanfiction
