Sorry for typo, don't forget to vote and comment.
________________
Terlihat sebuah keluarga harmonis sedang merayakan hari natal. Mereka biasa melakukannya setiap tahun. Kelap-kelip lampu pun menghiasi pohon natal tersebut. Begitu juga hadiah yang telah disiapkan oleh sang kepala keluarga untuk anak dan istrinya itu.
"Melly Chlistmas ayah," ucap Sky.
"Merry Christmas juga sayang," balas Mean.
Sky adalah putra Mean dengan istrinya Pimchanok Luevisadpaibul biasa dipanggil Pim. Mereka adalah keluarga yang sangat bahagia. Sky berumur 6 tahun, tahun ini.
Mean setiap tahun selalu meluangkan waktunya untuk putra dan istri tercintanya itu.
Sky langsung menghambur ke pelukan ayahnya.
"Jagoan ayah," ucap Mean sambil mengecup pipi kiri dan kanan Sky.
"Geli ayah," ucap Sky sambil memalingkan wajahnya dari sang ayah. Ia pun tertawa lucu.
Mean juga tertawa sambil mencium wajah putranya itu.
Pim terlihat tersenyum melihat suami dan putranya yang sedang tertawa ria.
Mereka bertiga pun merayakan natal malam itu dengan gembira.
Mereka tinggal di sebuah perumahan yang cukup besar. Mereka tinggal bertiga di rumah itu. Itu karena Pim mengatakan ingin hidup mandiri, tanpa mau merepotkan kedua orang tuanya bukan berarti juga mereka tidak membutuhkan keluarga mereka.
"Sayang bangun. Kamu harus ke kantor dan mengantar Sky ke sekolah," ujar Pim.
"Biasanya kamu yang mengantarnya, sayang?" tanya Mean sambil mengucek kedua matanya.
"Hari ini aku tidak bisa sayang. Kamu bisa mengantarnya sekalian kamu pergi ke kantor, 'kan?"
"Baiklah. Tapi aku mau morning kiss, ku dulu," kata Mean sambil memajukan wajahnya di depan sang istri.
Pim memajukan wajahnya.
Cup!
Pim mengecup bibir Mean singkat.
"Mandilah, baru setelah itu kita sarapan," suruh sang istri.
Mean memeluk istrinya singkat dan mengecup kening sang istri.
.
.
Di sinilah Mean dan Sky sekarang di sekolah TK Hararan.
Mean sudah beberapa kali datang ke tempat sekolah sang putra. Jika sang istri tidak bisa mengantar putranya maka dirinya lah pergi mengantar Sky sekalian ia pergi ke kantor.
"Dada ayah, telima kasih telah mengantal Sky," ucap sang putra.
Cup! Cup!
Mean mengecup kedua pipi sang putra gemas.
"Ayah pergi dulu. Nanti baru ayah atau ibu jemput," ucap Mean.
"Hmm," angguk Sky.
"Masuklah, belajar yang rajin," ucap Mean.
"Dada ayah," ucap Sky sambil melambaikan tangannya.
Mean pun ikut melambaikan tangannya. Ketika putranya sudah jauh ia dapat melihat kalau putra itu sudah ada yang menunggunya. Ia juga melihat kalau putranya itu terlihat tersenyum dan senang ketika bertemu dengan pria mungil yang menunggunya itu.
Pria mungil itu berjongkok dan langsung memeluk tubuh Sky. Mean masih memperhatikannya.
"Pagi Sky, hari ini kamu diantar sama siapa?" tanya pria mungil itu dan tidak lain dia adalah Plan Rathavit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshoot (Meanplan_Tincan)
Short StoryKumpulan oneshoot #meanplan❤ #tincan ❤ #2wish💙💚 Mengandung 🔞+ jadi yang di bawah umur harap jauh-jauh. Tapi kalau nekat baca dosa di tanggung sendiri. Meanplan fanfiction
