Sahabat Kecil

1.2K 96 37
                                        

Termotivasi dari judul lagunya Bertrand Peto akhirnya jadinya sebuah oneshoot. Mudah-mudahan kalian suka ya guys😊

Tapi tentunya pasti tidaklah sama guys karena aku hanya mengambil judul lagunya saja😂😂

Tapi sebelum kalian membaca aku ingatkan kembali untuk menyiapkan mata anda karena oneshoot kali ini lebih panjang dari yang kemarin😄😄

Sorry for typo, don't forget to vote and comment.

_____________________

Plan sedang duduk menyendiri di sebuah taman. Hanya taman itulah yang menjadi saksi bisu antara dirinya dan sahabat kecilnya 'dulu'. Ingatannya kembali berputar tentang masa-masa kecilnya dulu bersama sahabat yang sangat dirindukannya itu.

Plan selalu mendatangi semua tempat kenangan bersama sahabatnya itu. Mean Phiravich, itulah nama sahabat masa kecil Plan.

Sudah 11 tahun lamanya Plan selalu saja datang ke taman itu untuk mengingat kembali masa lalunya bersama Mean, karena dulu mereka sering sekali pergi ke taman itu. Ia berharap dengan datang ke taman atau ke tempat yang biasa mereka datangi 'dulu' Plan berharap bisa bertemu dengan Mean. Tapi sayang, sudah 11 tahun lamanya Plan selalu datang ke tempat itu tapi Mean tidak pernah ada di taman atau tempat yang biasa mereka kunjungi 'dulu'.

Karena sebelum Mean pergi ke China Mean pernah berjanji kepada Plan kalau suatu saat nanti dia pasti bakalan datang ke Thailand untuk bertemu dengan Plan dan mereka akan bertemu di taman itu. Karena itulah Plan selalu datang ke taman itu, ia berharap dengan datang setiap hari ke taman itu ia akan bertemu kembali dengan Mean. Tapi sayangnya dewa fortuna tidak berpihak kepadanya selama 11 tahun itu.

"Mean," lirih Plan. "Apa benar kau telah tiada? Kenapa tidak ada kabar darimu? Apa kau sudah melupakanku? Aku merindukanmu, Mean. Hiks ... hiks ..." Plan berucap sambil menangis.

Plan hidup sebatang kara, ia hanya punya bibi Mey yang selalu mengurusnya dari kecil semenjak kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan maut beberapa tahun yang lalu. Tapi bibi Mey-nya itu jahat! Ia hanya menyukai harta Plan tapi tidak dengan Plan.

Mey dan suaminya-Tum hanya menyukai harta Plan, mereka bahkan sering menyiksa Plan. Selama beberapa tahun itu Plan selalu mendapat perlakuan kasar dari kedua paman dan bibinya itu. Sudah 8 tahun lamanya Plan selalu disiksa oleh kedua orang tua angkatnya itu.

Mey dan Tum mengatakan kalau mereka ingin mengadopsi Plan sebagai anak angkatnya karena kedua orang tua Plan telah tiada dan Mey selaku adik dari ayah Plan pun ingin mengadopsi Plan sebagai anaknya agar Plan ada yang mengurusnya tapi sayang, mereka berdua hanya menginginkan harta dari kedua orang tua Plan.

Mean pergi ke luar negeri yaitu China bersama kedua orang tuanya karena masalah perusahaan ayahnya yang bangkrut di Thailand dan ayah mertua dari tuan David Phiravich selaku ayah Mean pun terpaksa membawa keluarganya ke China untuk merintis usahanya kembali di sana.

Mean terpaksa meninggalkan Plan dengan berat hati karena Mean hanya punya Plan sebagai sahabatnya begitu juga sebaliknya. Karena itulah Plan sangat merindukan sahabatnya itu lebih dari apapun, apalagi sekarang ia tidak mempunyai siapa-siapa di hidupnya.

Plan meninggalkan tempat itu, ia harus segera pulang karena ia tidak mau mendapat hukuman dari bibinya itu 'lagi'.

Plan sampai di rumahnya ia dapat melihat banyak sekali orang di rumahnya itu.

Plan masuk dengan wajah menunduk berharap bibi dan pamannya itu tidak melihatnya.

"Plan, ke sini!" suara teriakan Mey memanggil Plan.

Plan pun dengan langkah berat terpaksa mendekati bibinya itu, ia tidak mau membuat bibinya itu marah kepadanya bisa-bisa ia akan di kurung lagi di gudang seperti hari-hari biasanya.

Oneshoot (Meanplan_Tincan)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang