destiny -전정국-

438 56 1
                                        

Jungkook tengah asyik duduk di ayunan baru miliknya, lebih tepatnya ayunan yang dibuatkan oleh Yoongi kemarin sore.

Ayunan sederhana yang digantung dengan tali tambang, dan dikaitkan pada tiang penyangga, yang tentunya juga dibuatkan oleh Min Yoongi.

Jungkook menyukainya, sampai-sampai ia melarang orang lain duduk di ayunan miliknya, kecuali Yoongi, Jungkook tidak masalah berbagi ayunan dengan hyung-nya satu itu. Itung-itung untuk balas budi karena telah membuatkan ayunan untuknya.

Dengan es krim di tangannya, Jungkook mengayunkan ayunan yang ia duduki dengan tenang. Mulut yang biasanya cerewet berubah menjadi sebuah senyuman lucu yang terpatri jelas di bibirnya.

Hari ini cuaca sangat pas untuk menikmati udara di luar, namun anehnya para hyung-nya malah asyik di dalam apartemen menonton telenovela beramai-ramai. Jungkook yang tak paham film semacam itu, bisa apa?

Komplek apartemen agak sepi hari ini, biasanya ada kumpulan ibu-ibu dan nenek-nenek, maupun bocah SD yang curi-curi pandang kearah apartemen. Mata mereka akan berbinar jika melihat salah satu penghuni apartemen muncul.

Jungkook tidak mempersalahkan hal itu, ia sudah biasa. Hanya saja, ia selalu heran dengan bocah SD yang nampak antusias mencari keberadaan para penghuni apartemen. Jungkook selalu merinding jika melihat salah satu dari mereka mengedipkan sebelah mata dengan genit kearahnya, dan anehnya, Hoseok menganggap hal itu sangat menggemaskan baginya.

Ayolah, Jungkook lebih takut pada bocah SD daripada wanita dewasa sekarang, huh?

Baru saja Jungkook menghabiskan es krim miliknya, nampak seseorang berpakaian serba hitam tengah berjalan menunduk di trotoar depan apartemen tempatnya tinggal.

Jungkook menghentikan ayunan miliknya, dan memandangi orang yang lewat dihadapannya dengan heran. Siapa yang meninggal? Mengapa ia memakai pakaian serba hitam?

Disaat Jungkook tengah memandangi orang tadi, tiba-tiba saja pandangan mereka bertemu. Membuat Jungkook jatuh cinta pada pandangan pertama, pada masker yang dipakai orang itu lebih tepatnya.

Bagaimana tidak? Masker merah menyala dengan gambar Iron man nampak mencolok dari seluruh pakaiannya yang bewarna hitam, Jungkook tergiur untuk menanyakan dari mana orang itu membeli masker menakjubkan yang tak pernah ia lihat modelnya sebelumnya.

Iron man, panutan Jungkook.

Baru saja Jungkook ingin menghampiri orang tadi, tiba-tiba saja orang tadi berlari mendekat ke arah Jungkook dengan mata terbelalak.

Kontan saja Jungkook menjerit heboh dan berusaha berlari masuk ke dalam apartemen untuk bersembunyi, dengan jantung yang berdegup kencang, Jungkook mengerahkan seluruh tenaganya agar terhindar dari cekalan orang asing dibelakangnya.

Namun sayang, Jungkook tergelincir eek kucing tetangga sebelah, sehingga ia tersungkur dengan anggun.

Jungkook meringis kesakitan, namun ia langsung merinding tatkala mendengar nafas terengah dari orang asing di belakangnya.

Orang tadi langsung berjalan mengitari Jungkook dan berdiri di hadapan Jungkook, kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu Jungkook bangkit. Namun Jungkook mengabaikan uluran orang di hadapannya saat ini.

Dengan nafas yang masih memburu, Jungkook bangkit dari jatuhnya dan berniat berteriak memanggil keenam hyung-nya.

Baru saja Jungkook ingin berteriak, sebuah tangan mendekap mulutnya. Jungkook meronta dan menatap orang dihadapannya yang nampak meletakkan jari telunjuk di bibirnya, isyarat agar Jungkook diam.

Baru Jungkook sadari, orang dihadapannya memiliki tubuh agak tambun. Mata sipit miliknya menatap tajam kearah Jungkook. Takut-takut, Jungkook menatap balik orang dihadapannya.

Bangtan LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang