Anggara sontak menghentikan motor nya secara mendadak hingga Lenata sedikit terhuyung ke depan.
"Apa'an sih, ta?" Tanya Anggara berdecak kesal.
"Ada kucing mau nyebrang tadi! Itu kucing nya" Ucap Lenata dengan polos nya menunjuk seekor kucing berwarna kuning menepi ke arah trotoar.
Anggara terkekeh, diri nya menatap Lenata dengan gemas. Bukan nya ia marah tapi ia malah gemas melihat kepolosan Lenata yang ternyata suka dengan hewan peliharaan yang sudah tak jarang disukai orang yaitu kucing.
"Udah yuk! Kucing nya udah nyebrang" Ucap Lenata
Anggara menahan tawa nya lalu kembali melajukan motor nya.
Taman POV
Anggara mengajak Lenata untuk menyewa becak yang terlihat unik. Becak itu dihiasi dengan sedikit bunga plastik di bagian belakang dan beragam warna dan becak tersebut hanya dapat memuat 1 penumpang saja dan yang satu nya sebagai pengendara.
"Mas! Saya sewa becak satu, ya" Ucap Anggara kepada laki-laki penyewa becak tersebut.
"Yang warna apa mas?" Tanya penyewa itu.
Anggara menoleh kearah Lenata yang berdiri tak jauh dari diri nya sedang menatap orang-orang yang bermain becak.
"Lenata!" Panggil Anggara sedikit berteriak membuat perempuan itu menolehkan kepala nya.
"Sini bentar!" Ucap Anggara.
Lenata berjalan menghampiri Anggara "Kenapa?" Tanya Lenata mengernyit bingung.
"Becak nya mau warna apa?" Tanya Anggara.
"Pink" Balas Lenata membuat Anggara sontak melebarkan pupil mata nya.
"Yang lain aja, ta" Bujuk Anggara tapi tak membuat Lenata luluh.
"Nggak mau! Gua mau pink! Kalau lo nggak mau pink, ya udah gua nggak ikut naik becak" Ucap Lenata lalu pergi sedikit menjauh dan memalingkan wajah nya dari Anggara.
Anggara menghela nafas pelan. Hari ini Lenata sangat manja membuat ia harus extra sabar.
"Ya udah mas! Warna pink satu ya" Ucap Anggara lalu memberikan beberapa lembar uang.
"Ok mas! Langsung ambil ke samping aja mas" Ucap laki-laki itu.
Anggara mengangguk lalu mengikuti laki-laki itu dan meninggalkan Lenata yang masih mengerucutkan bibir nya tanda ia kesal.
Lenata menolehkan kepala nya tepat dimana Anggara memesan becak tapi dahi nya berkerut ketika tak menemukan sosok Anggara. Kesal nya bertambah melihat itu. Lenata fikir Anggara meninggalkan nya dan laki-laki itu sudah pergi dengan becak pilihan nya sendiri.
Lenata menghentak-hentakan kaki nya hingga beberapa orang yang melihat Lenata mengernyit bingung ada pula yang menahan tawa membuat Lenata tambah kesal. Tapi kekesalan nya hilang ketika Anggara datang dengan mengendarai becak berwarna pink membuat mata nya berbinar senang.
"AAAAA!! ANGGARA SOSWITTT!! Gua pikir lo nggak mau pakai becak pink" Teriak Lenata membuat Anggara terkekeh melihat nya.
"Buruan naik! Panas nih" Ucap Anggara.
Lenata menghampiri Anggara tapi saat ia ingin naik "Emang lo kuat bawa becak nya apalagi sepaket sama gua?" Tanya Lenata.
Anggara mengangguk dan tersenyum "Kuat! Ayo buruan" Ucap Anggara dan Lenata pun langsung naik dengan hati yang gembira.
Anggara langsung mengayuh pedal becak itu dan berkeliling melewati taman kota yang ramai dengan pengunjung. Lenata yang berada di depan hanya dapat tersenyum bahagia. Baru pertama kali ini ia menaiki becak dengan di kendarai oleh cowok ganteng seperti Anggara.
KAMU SEDANG MEMBACA
GaraNata (TAMAT)
Fiksi Remaja"Tuhan, jika nanti aku jatuh pada cinta yang baik. Tolong jatuhkan aku sejatuh-jatuhnya"~GaraNata 💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛 Anggara adalah sosok yang mampu membuat Lenata tersenyum, terluka, bahkan menangis. Aneh nya Lenata masih mencintai laki-l...
