Tugas mu hanya memperbaiki dirimu, semakin kamu baik, semakin Tuhan memilihkan yang terbaik untukmu
❣️❣️❣️
Ara menatap ke arah Lenata yang masih diam merenung. Ara mendesah pelan, ia tak tau harus melakukan apa untuk saat ini. Hingga Cia datang dan langsung duduk di samping Lenata.
Posisi mereka saat ini adalah Lenata yang berada di tengah antara Ara dan Cia.
"Saat kehidupan memberikan mu pilihan antara berdiri atau terjatuh, secara tak sadar kau lebih memilih untuk terjatuh" Cia mengatakan rentetan kalimat itu dengan pandangan lurus kedepan.
"Tuhan itu adil, ta! Cuma kita nya aja yang kadang gak pernah bersyukur sama apa yang udah DIA kasih ke kita!" Sambung Ara dengan tangan yang sibuk membuka bungkusan permen karet nya.
"Kalau Tuhan adil, kenapa sekarang gua harus menderita??" Tanya Lenata.
"Karena Tuhan sayang sama lo!!" Balas Ara.
"Dengan cara kasih hukuman yang berat kayak gini?" Tanya Lenata menolehkan kepala nya kearah Ara.
"Iya! Ini hukuman buat lo! Ini semua siksaan buat lo di dunia! Karena apa? Karena lo selalu nyerah sama cobaan apa yang Tuhan kasih sama lo! Lo selalu mengeluh saat ngeliat keadaan hidup lo yang berantakan! Lo selalu frustasi di saat masalah hidup lo selalu bertambah" Balas Ara.
"Kalau lo mau hidup dengan tenang! Diam, belajar, amati, dan pahami! Bukan cuma tindakan yang lo tunjukin, tapi pemikiran juga harus berjalan!!" Ucap Cia.
"Lo ubah diri lo kayak dulu lagi!!" Ucap Ara.
Lenata tersenyum tipis "Gak semudah itu buat mundur ke belakang di saat kita udah tiba di titik yang menurut kita, itu titik terbaik" Balas Lenata lalu berdiri dan berjalan meninggalkan Ara dan Cia.
"Gua yakin, orang pertama yang bisa ngubah lo jadi kayak dulu lagi!! Itu Anggara!! Mantan pacar lo sendiri!!" Teriak Ara membuat Lenata menghentikan langkah nya sejenak lalu kembali berjalan.
~~
Anggara berdiri di depan ruang kelas Andro, tepat nya IPS 2. Ia menyenderkan punggung nya pada ambang pintu ruang kelas tersebut. Terlihat kelas itu tak ada guru yang mengajar padahal jam pelajaran masih berlanjut.
"Andro mana?" Tanya Anggara kepada salah satu seorang laki-laki.
"Dia ke kantin kalau gak salah" Balas laki-laki itu.
Dengan segera Anggara berjalan menuju kantin sekolah nya.
Hingga saat Anggara tiba di kantin, mata nya langsung melihat kearah seorang laki-laki yang tak lain adalah Andro sedang merokok di sudut bangku kantin.
"Kenapa lo ajak Lenata tadi malem??" Tanya Anggara to the point
"Lo siapa??" Tanya Andro balik.
"Gak perlu tau gua siapa, yang jelas jangan deketin Lenata kalau lo cuma mau manfaatin dia dan pengaruhi dia" Balas Anggara.
"Bentar-bentar!! Lo ini... Anggara kan? Mantan pacar nya Lenata" Tanya Andro menunjuk Anggara dengan rokok yang masih menyala pada sela-sela jari nya.
Anggara diam, ia memalingkan wajah nya kesamping.
"Ini peringatan terakhir buat lo!! Jangan ajak Lenata buat ngelakuin hal-hal yang lo lakuin!" Ucap Anggara lalu pergi dari hadapan Andro.
Andro tersenyum miring "Galak juga mantan nya!!" Gumam Andro.
10:15
Lenata keluar dari ruang kelas nya dengan rambut yang ia gulung asal membuat laki-laki yang melihat itu membuka sedikit mulut nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
GaraNata (TAMAT)
Dla nastolatków"Tuhan, jika nanti aku jatuh pada cinta yang baik. Tolong jatuhkan aku sejatuh-jatuhnya"~GaraNata 💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛 Anggara adalah sosok yang mampu membuat Lenata tersenyum, terluka, bahkan menangis. Aneh nya Lenata masih mencintai laki-l...
