Anggara mengendarai motor nya melewati jalanan ibukota yang terlihat sedikit lengah. Waktu menunjukan pukul sepuluh malam, dengan kecepatan di atas rata-rata Anggara mengendarai motor nya bertujuan untuk meluapkan emosi nya.
Ia menuju SMA Melody untuk menjemput seseorang. Seorang perempuan yang masih ia pedulikan sampai saat ini.
Hingga kaca helm nya ia buka saat motor nya berhenti di depan seorang perempuan yang berdiri terlihat sedang menunggu nya.
"Aku pikir kamu gak mau jemput aku" Ucap Helena tersenyum sumringah.
"Ayo naik!" Titah Anggara.
Di tengah perjalanan, tak ada yang ingin memecahkan keheningan di antara mereka. Hingga tiba di depan pagar rumah Helena pun, mereka baru tersadar dari lamunan masing-masing.
"Makasih,gara!! Oh iya, gak mau masuk dulu?" Tawar Helena.
"Udah malem aku langsung pulang! Kamu sendirian di rumah?" Tanya Anggara.
"Iya! Mama sama papa lagi pergi ke Lombok! Makanya aku gak ada yang jemput" Balas Helena.
"Kenapa gak cari taxi dari tadi?" Tanya Anggara dengan nada pelan tak bermaksud untuk menyinggung Helena.
"Aku kerja kelompok dulu! Makanya pulang sampai jam segini!" Balas Helena.
Anggara mengangguk "Aku pulang, ya! Hati-hati di rumah" Ucap Anggara pamit dengan Helena.
"Ck! Seharusnya aku yang bilang hati-hati sama kamu! Hati-hati Gara!!" Ucap Helena tersenyum manis menatap Anggara.
~~
Regan berjalan menuruni tangga rumah nya. Di bawah sana, ia sudah di tunggu oleh seseorang. Rumah nya tampak terlihat sepi, inilah kehidupan nya sekarang yang bermula sejak dulu saat ia masih duduk di bangku SMP.
"Duduk Regan!!" Perintah bernada berat itu membuat Regan mau tak mau duduk di sofa empuk ruang keluarga nya.
"Kenapa??" Tanya Regan dengan tatapan yang tertuju pada ponsel nya.
"Kapan lo berubah??" Tanya orang itu.
"Peduli apa sama gua?!" Tanya Regan balik dengan tatapan sengit nya.
"Ck!! Jawab pertanyaan gua!! Kapan lo mau berubah Regan Ogtanius??" Bentak orang itu membuat Regan tersentak.
"Sampai kapan pun!! Sampai keluarga ini mati pun, gua gak akan berubah!! Karena ini!!" Regan menunjuk diri nya sendiri.
"Diri gua sendiri!! Dan akan tetep seperti ini sampai kapan pun!! Lo harus ngerti Keano Gandrawa!!" Sambung Regan.
Saat ia hendak pergi meninggalkan Keano, dengan cepat Keano menahan tangan Regan secara kasar. Jika menanyakan dengan suara santai tak bisa maka ia akan mengatakan lebih kasar dari ini.
"Fikirin mama, papa!! Regan!!!" Bentak Keano dengan mata nyalang nya.
"Gua disuruh mikir'in mereka?!! MEREKA GAK ADA YANG MAU MIKIRIN GUA!!" Ucap Regan dengan emosi nya.
Keano mendekati Regan lalu menarik kerah baju laki-laki itu "Tutup mulut sampah lo itu!! Lo gak tau seberapa keras mama sama papa mikirin lo!! Mereka PEDULI sama lo!! REGAN OGTANIUS!!" Keano melayangkan tinjuan nya pada Regan.
Regan terjatuh di sofa kembali setelah ia di tarik paksa untuk berdiri oleh Keano. Ia berdecih pelan sambil tangan nya mengusap pelan bibir nya.
"Peduli dalam bentuk apa?! Hahaha!! Peduli dalam bentuk uang?! Peduli dalam bentuk reputasi??" Tanya Regan tertawa sumbang.
KAMU SEDANG MEMBACA
GaraNata (TAMAT)
Teen Fiction"Tuhan, jika nanti aku jatuh pada cinta yang baik. Tolong jatuhkan aku sejatuh-jatuhnya"~GaraNata 💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛 Anggara adalah sosok yang mampu membuat Lenata tersenyum, terluka, bahkan menangis. Aneh nya Lenata masih mencintai laki-l...
