Chapter 58

959 72 28
                                        

Yang mendung awan,tapi
yang hujan malah mata
❣❣❣


Siang ini,Anggara menjemput Helena dirumah perempuan itu.Ia memilih untuk menunggu di dalam mobil saja setelah mengirimkan pesan singkat kepada Helena.

Tak lama setelah itu,Helena datang lalu segera masuk ke dalam mobil Anggara.

"Maaf ya lama tadi aku siap-siap dulu"Ucap Helena tapi hanya dibalas keterdiaman Anggara.

Disepanjang perjalanan,mereka sama-sama diam hingga saat tiba di sebuah butik pun juga tetap sama.

Anggara berjalan meninggalkan Helena yang masih tertinggal di belakang.Dirinya ingin segera cepat-cepat selesai lalu pulang.

Saat mereka sudah masuk kedalam butik itu.Ada seorang perempuan menghampiri mereka berdua.

"Helena,ya?"Ucap perempuan itu membuat Helena mengangguk.

"Ayo silahkan dipilih! Mau model gaun yang mana"Ucap perempuan itu.

Sembari Helena memilih gaun,Anggara lebih memilih untuk duduk menunggu di sofa empuk yang sudah disediakan disana.Tangan nya tengah memegang ponsel.Ia lebih memilih untuk bergabung bersama teman-teman nya dalam sebuah grup WhatsApp.

Hampir setengah jam Anggara menunggu,Helena memanggil nya.

"Gara!!"Panggil Helena membuat Anggara mengangkat kepalanya.

Disana berdiri lah Helena dengan gaun pendek berwarna silver  tengah tersenyum kearah nya.

"Bagus gak?"Tanya Helena dan hanya dibalas anggukan oleh Anggara.

Helena tersenyum senang,ia kembali memilih gaun yang lebih cocok dikenakan oleh dirinya.

~~

Ditempat berbeda,Lenata tengah duduk di teras rumah nya.Mata nya menatap lurus keluar jendela.Perempuan itu masih saja terus memikirkan semua masalah nya.Hingga ia teringat oleh Mama dan Papa nya.

Lenata menghela nafas pelan,ia membuka layar ponselnya tapi saat ia hendak membuka Instagram tiba-tiba saja ada sebuah pesan masuk.

Aditama

Lenata mengernyit,ia membuka pesan yang dikirim oleh laki-laki itu.

Aditama:Bisa ketemuan?

Lenata masih tetap diam,jarinya tak bergerak untuk mengetikan balasan pesan itu kepada Tama. Kelang beberapa saat,ada sebuah mobil berhenti tepat didepan pagar rumah nya.

Dari dalam mobil,keluarlah laki-laki yang baru saja mengirimkan pesan kepada nya.

Lenata berjalan mendekati Tama,membuat laki-laki itu tersenyum manis menatap Lenata.

"Hai!"Sapa Tama dan hanya dibalas kebingungan oleh Lenata.

"Barusan kirim pesan ke aku sekarang udah ada didepan rumah"Ucap Lenata membuat Tama terkekeh pelan.

"Mau main gak?"Ajak Tama.

"Kemana?"Tanya Lenata.

GaraNata (TAMAT) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang