Bab 82

700 48 14
                                        

"Yang, aku mau nanya deh sama kamu." Diam - diam, Kyra menyimpan sebuah pertanyaan untuk Juli. Juli yang tengah fokus memainkan gadgetnya, ia sedikit menoleh melihat Kyra

"Nanya apa." Balasnya yang tak menatap mata Kyra. Terlalu lama tidak memainkan gadget, sekalinya ia memainkan benda pipih ini, ia tidak menatap ataupun memperhatikan seseorang yang tengah mengajaknya berbicara

Kyra yang terlihat sangat fokus untuk bertanya, ia memainkan jemari - jemarinya agar tubuhnya tidak begitu tegang, "Mmm, gini, sebenernya kamu itu... Mmm..."

"Kamu kalo mau tanya, tanya aja Ra. Kenapa jadi gugup gitu?."

Kyra mulai menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Sebenernya gini, aku tuh mau tanya... Tapi aku takut kamu marah yang,.."

Juli yang begitu fokus menatap layar putih itu, satu jarinya terus aja aktif men-scroll sosial media, "Yaampun Ra, aku aja nggak tau kamu mau tanya apa, kenapa udah bilang 'kalo aku nanti bakal marah. Ada - ada aja kamu Ra." Katanya sambil menggeleng - gelengkan kepalanya

Kyra yang tampak begitu serius, ia terus saja memainkan jemari - jemarinya. Entah apa yang ingin ia tanyakan kepada pasangannya itu, ia nampak ragu - ragu untuk sekali bertanya. Mungkin, menurut Kyra, pertanyaan ini akan menimbulkan aura tidak meyakinkan untuk Juli sendiri. Maka dari itu, ia terlihat sangat bimbang untuk langsung bertanya kepada Juli.

Mempunyai sebuah tujuan khusus, Kyra seperti ingin sekali pertanyaan itu, ia ajukan secara terang - terangan kepada Juli. Tidak ragu - ragu ataupun terlihat kaku seperti ini, ia benar - benar nampak gugup 'seperti seseorang yang ingin mengakui kesalahan terbesarnya sendiri.

Kyra menarik tangan kiri Juli, "Yaudah kamunya sini, liat aku. Kalo kamunya main hape terus, aku jadi ragu - ragu buat nanya."

Juli yang ditarik oleh Kyra, ia menyimpan ponselnya dimeja. Merubah posisi duduknya, ia pun menatap Kyra lekat - lekat, "Apa, udah nih. Udah sekarang ngomong cepet."

Kyra yang semakin yakin dengan pertanyaannya, ia meneguk sedikit salivanya agar pertanyaannya bisa lancar dengan selamat. Sebelum ia benar - benar yakin, ia mengusap wajahnya terlebih dahulu, "Huhhh.. Berat banget ya kayaknya, hehehe."

Juli menyandarkan kepalanya ke tubuh sofa, melihat ketegangan di wajah Kyra, ia mulai memikirkan pertanyaan yang akan diajukan oleh pasangannya itu. Terlihat begitu serius, sampai - sampai ia sendiri melihat Kyra terus saja memainkan jari jemarinya.

"...Sebenernya, kamu itu masih ada perasaan nggak 'ke Juni?."

Juli yang asik bersandar di sofa, tiba - tiba saja tubuhnya langsung menegang. Mendengarkan pertanyaan langsung dari mulut Kyra, membuat hatinya mendadak abnormal dari deg - degan biasanya.

Kyra yang melihat perubahan dari wajah Juli, sedikit demi sedikit, hatinya mulai menemukan jawaban jujur dari dalam lubuk hatinya. Begitu terasa biasa - biasa saja, Kyra nampak santai ketika mengajukan pertanyaan ini.

"Kenapa kamu tanya kayak gitu?. Bukannya kamu udah tau, kalo aku sayang banget sama kamu?." Tukas Juli sedikit menyakinkan perasaan pada hatinya. Seperti ingin menyembunyikan sesuatu dari Kyra, ia melencengkan pertanyaan Kyra 'untuk menghindari perasaan jujurnya untuk Juni

Kyra menautkan alisnya, ucapan Juli tidak sesuai dengan apa yang ia katakan. Ia mulai menebak sesuatu pada hati Juli, diam - diam matanya terus mencari kejujuran pada mata Juli.

Juli yang ditatap serius oleh Kyra, tiba - tiba saja menjadi salah tingkah dan sangat sulit untuk menghindari tatapan itu.

Biasanya, orang yang tengah di interogasi oleh seseorang, tubuhnya langsung merespon dengan cara salah tingkah seperti. Memang dengan arti luas, orang yang berbuat salah dan tidak mau mengakui kesalahannya, ia akan menerima sebuah rangsangan dari dalam tubuhnya 'dengan cara memainkan jari - jarinya ataupun membuang wajah ke sembarang arah.

CERITA JUNI & JULI [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang