🎶Bintang di Hati— Melly Goeslaw

🌿🌿🌿
Seperti pasangan lain, Arga hanya mengajak pacarnya jalan-jalan di hari minggu, seperti keliling Jakarta pake motor Prilly, nyobain jajanan kaki lima di tepi jalan, mengunjungi museum lukisan, nge-mall dan nonton. Namun hal-hal bisa itu terasa luar biasa bagi Kinara jika dilakukan bersama-sama.
"Bangsat," Kinara mengumpat melihat scene di layar bioskop. "Tega-teganya tuh cowo ninggalin pacarnya di saat lagi sayang-sayangnya."
Kinara geram sendiri, ia juga kesal sama dirinya sendiri yang terpancing emosi melihat adegan di film bioskop padahal ia tahu film itu hanya fantasi.
"Jangan berisik Yang, malu sama yang lain."
"Apa lo bilang? Lo malu pacaran sama gue?" Kinara melotot melihat Arga.
"Lah?"
"Bilang aja kalo iya, biar kita putus sekarang juga."
"Busyet dah ngapa gue yang jadi kena," Arga menggaruk tengkuknya. Seharusnya Arga tidak usah membawa Kinara menonton film seperti ini karena gadis itu mudah baperan dalam hal apa pun, sekarang malah Arga yang kena batunya.
"Sialan, gitu tuh cowok. Maunya enaknya aja giliran dah hamil ceweknya main ditinggalin gitu aja. Kan, nggak adil."
"Iya udah, nanti kalo kamu hamil aku janji akan nikahin." Arga masih kalem sembari mengunyah popcorn.
Kinara ngegas. "Maksud lo apa? Lo mau hamilin gue? Jangan kurang ajar lo ya."
"Aku nggak ngapa-ngapain." Arga hanya mampu menelan ludah menghadapi kemarahan si korban film.
"Awas aja lo."
Ini pertama kalinya Arga membawa Kinara nonton film. Biasanya Kinara pasti nolak kalau diajak nonton. Mageranlah alasannya, sibuk belajarlah, pokoknya ada-ada aja. Kini Arga paham mengapa perempuan itu selalu menolak diajak nonton. Sebab Kinara nyatanya terlalu ambil perasaan pada setiap adegan yang dilakukan dalam film. Kinara hanya tidak mau sisi dirinya yang tidak sengaja mengekspresikan segala rasa dapat dilihat oleh Arga secara nyata. Seperti sekarang, Arga kadang melihat gadis itu marah-marah, kadang kesal, kadang tersenyum, kadang tertawa terbahak-bahak sampai memukul-mukul Arga seking ngakaknya. Kadang juga menangis tersedu-sedu seperti anak kecil yang kehilangan mainan kesayangannya. Melihat ragam ekspresi Kinara rasanya lebih menyenangkan ketimbang mengikuti alur film.
"Ga."
"Hmm?"
"Jika seandainya kamu yang diposisi cowok di film itu," ujar Kinara menunjuk di salah satu pemain pada film yang masih berputar. "Kamu akan lebih milih seseorang di masa lalu yang kembali lagi atau tetap mempertahankan hubungan dengan seseorang yang kamu temui di masa kini?"
KAMU SEDANG MEMBACA
KinarArga (End)
Teen FictionKinara Bautista adalah gadis 17 tahun yang sangat mementingkan belajar. Suatu hari ia bertemu dengan laki-laki konyol bernama Arga yang sedang diputusin oleh pacarnya pada hari ulang tahunnya sendiri. Mulai hari itu Kinara selalu bertemu Arga dalam...
