"Pit, beneran kamu ga punya temen di kedokteran?", rengek Arin, keesokan harinya. Mereka sedang berkumpul di rumah Dayana, baru saja ia menceritakan tertukarnya KTM yang dimilikinya.
"Beneran, Rin. Ga ada. Aku belum pernah ngegaul sama anak kedokteran. Tahu sendiri kan, anak kedokteran jadwalnya beda sama fakultas lain? Hari Sabtu kaya hari ini aja, mereka suka ada kuliah umum gitu, Rin", jelas Yovita.
"Lagian, kenapa ga di cek dulu sih? Ceroboh banget deh", tegur Dayana sambil menghidangkan roti yang masih hangat.
"Ya itu, gara-gara Bang Setep", kesal Arin. Kalau saja Steven tidak memaksanya, pasti Arin akan memeriksa KTMnya terlebih dulu. Dayana dan Yovita pun kembali tertawa. Kenapa sih dari ketiga kakak Arin, yang paling ga beres cuma Steven? Kayanya Jona dan Mika tuh sosok abang-able banget deh. Apalagi kan, Steven itu kembarannya Mika! Masa sih sifatnya bisa beda sejauh itu?
"Coba diinget-inget deh, Rin. Kamu ada ga kenalan di kedokteran?", tanya Dayana.
"Ada sih. Satu orang"
"Siapa?", tanya Dayana dan Yovita berbarengan.
"Cakrawala Jonathan, Kedokteran 2004", jawab Arin enteng yang langsung dicibir oleh Dayana dan Yovita.
"Itu mah kakakmuuuuuu. Doi mah ga akan kenal sama adek tingkat yang 8 tahun dibawahnya", kesal Dayana.
***
"Fakultas pertanian tuh kompleks belakang ya?", tanya Mark pada Michael saat sedang menghadiri kuliah umum. Nasib anak kedokteran, hari Sabtu gini tetep aja disuruh kuliah.
"Yo, kenapa?", tanya Michael. Setengah berbisik, sambil tetap menatap layar proyeksi, Mark pun menceritakan kejadian yang menimpanya.
"Duh kalo lagi ga kuliah umum, gue mau ngakak kenceng nih", kata Michael sambil menahan tawanya. Mark jadi menyesal menceritakannya pada Michael.
"Tanya Kalvin deh, dia kan anak hits. Suka tebar pesona ke berbagai fakultas. Barangkali ada yang dikenalnya di Faperta", usul Michael. Kalvin adalah teman SMA mereka, sama-sama di Fakultas Kedokteran, tapi kedokteran gigi. Michael dan Mark sudah sekelas sejak kelas 10, lalu Kalvin datang saat kelas 11. Karena duduk berdekatan dan minat mereka di bidang kedokteran, mereka bertiga pun menjadi dekat. Hingga sekarang, mereka tetap aktif bertemu. Yaiya, satu fakultas!
"Oh iya. Abis ini gue telpon dia deh"
Setelah tiga jam mengikuti kuliah umum, Mark dan Michael keluar dari auditorium. Baru saja ingin menelpon Kalvin, tiba-tiba terlihat Kalvin sedang berjalan di lorong.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Michael pun langsung memanggilnya.
"Abis ngapain? Ada kuliah umum juga?", tanya Mark begitu sampai di hadapan Kalvin.
"Ini mau kuliah umum, tapi katanya pembicaranya belum dateng, jadi mundur stengah jam. Karna gue laper, ya udah mending gue ke kantin. Ikut ga?", ajak Kalvin. Mark dan Michael pun mengiyakannya.