Hai! Maaf karena menghilang selama 1 bulan. Apakah masih ada yang ingin membaca? Hehehe
***
Juli 2014
Arin duduk di sebuah kedai es krim depan SMA nya dulu. Ia menatap semangkok es krim coklat stoberi favoritnya. Harusnya sekarang ia memakan es krim bersama teman-temannya, Dayana, Yovita, dan Haikal. Namun karena berbagai keperluan mendadak, seperti Yovita yang harus rapat ospek, Dayana yang mendadak keluar kota, dan Haikal yang ingin tidur karena sudah nyaris dua minggu begadang belajar UAS, mereka pun membatalkan janji mereka. Arin dan Haikal sendiri semakin dekat sejak mereka berdua sering menghabiskan waktu bersama untuk mengerjakan tugas, lalu perlahan Haikal pun juga mulai dekat kepada Dayana dan Yovita. Hingga akhirnya, mereka berempat pun sering bersama.
Arin kemudian menyantap es krimnya. Ia mengeluarkan sebuah novel dan membacanya. Ia hanya ingin mengistirahatkan tubuh dan pikirannya setelah nyaris dua minggu menghadapi ujian akhir semester. Arin membayangkan, jika saja ketiga teman-temannya itu tidak sibuk, mungkin kini mereka telah berada di sebuah kamar karaoke, bernyanyi dan berteriak ria mengikuti alunan lagu, lalu mengisi perut mereka di sebuah restoran Jepang favorit mereka, sambil bergosip ria. Arin larut dalam lamunannya hingga tidak menyadari ada orang yang sedang memperhatikannya.
"Chrysantarin?"
"Mark?", kaget Arin.
"Kamu ngapain di sini?", tanya Arin kembali.
"Beli es krim", jawab Mark sambil menunjukkan satu kotak es krim berukuran besar yang baru saja dibelinya untuk dibawa pulang. Arin hanya mengangguk lalu tersenyum kecil. Lalu tidak ada pembicaraan lagi, membuat Arin kembali menyantap es krimnya.
"Sendirian?", tanya Mark tiba-tiba. Arin hanya mengangguk pelan.
"Ga sama kakak-kakak lo?"
"Engga... mereka masih sibuk kerja". Kini giliran Mark yang mengangguk.
"Sehat?"
"Sehat, Mark. Maaf, aku bukannya ngusir, tapi kamu ga pulang? Itu nanti es krimnya mencair. Bukannya mau dibawa pulang?", tanya Arin sambil menunjuk es krim yang dipegang Mark.
"Sebentar", Mark pun kemudian melangkah ke kasir, lalu berbicara pada kasirnya. Setelah selesai, Mark kembali ke meja Arin dan menduduki kursi di hadapan Arin.
"Loh... ga jadi pulang?", tanya Arin yang bingung.
"Lo beneran sendirian?", Mark bertanya balik.
"Iya. Emang kenapa?"
"Gue temenin"
Lalu mereka terdiam. Arin yang bingung dengan pernyataan Mark dan Mark sendiri juga bingung mengapa ia berkata demikian.
"Abang lo sehat?"
"Abang yang mana? Abang aku ada tiga"
"Dokter Jona"
"Sehat"
"Setelah kejadian di Hotel Clitz, lo gapapa?"
Arin terdiam. Mengapa Mark mesti menanyakan kejadian dua bulan yang lalu?
"Sorry. Kalau lo ga mau jawab juga gapapa"
"Aku gapapa"
Mereka pun kembali diam. Arin cukup merasa terganggu dengan kehadiran Mark. Rasanya.. ia tidak bisa menikmati es krimnya dan membaca novel yang ia bawa.
"Lo baca Atheis?", tanya Mark begitu melihat novel yang dibawa Arin.
"Iseng aja"
"Iseng?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Blooms in Autumn
FanfictionKarena setiap bunga akan mekar pada musimnya masing-masing... Cast : Oh My Girl's Arin as Arin NCT's Mark as Mark Park Jihoon as Jeremy
