Hari ini, Mark sendirian di rumah. Karena hari ini tidak ada pesanan karangan bunga, semua karyawan toko bunga diberi hari libur oleh Papa, sebab sudah tiga minggu para karyawannya bekerja tidak henti mengurus pesanan karangan bunga yang membludak. Tadinya, Mark dan Papanya akan pergi berlibur kecil-kecilan, namun perintah dadakan dari kampus untuk menghadiri seminar, membuat Papanya membatalkan acara liburan mereka berdua.
Mark yang bosan di rumah memilih untuk membongkar gudang rumahnya. Beberapa hari yang lalu, Mark melihat ada seekor anak tikus berlari masuk ke dalam gudang. Tentu saja Mark khawatir, bagaimanapun juga, rumahnya ini dipenuhi dengan bunga dan buku, dan tikus adalah hewan yang sering merusak kedua barang itu.
Mark menuju gudang yang berada di lantai dua rumahnya. Ada banyak kardus yang berisi buku-buku miliknya dan Papanya. Selain itu ada berbagai kontainer plastik berisi baju-baju yang tidak terpakai. Mark membuka ventilasi gudang, rasanya sesak sekali. Kemudian, Mark pun mulai membereskan gudang, sekaligus mencari letak rumah tikus. Mengeluarkan beberapa kardus dan kontainer, lalu menyapu bersih gudang tersebut.
Setelah dua jam Mark membersihkan gudang, Mark beristirahat sejenak. Duduk di dekat pintu, Mark menatap gudang tersebut. Sudah bersih, tinggal merapikan kembali kardus dan kontainer yang tadi ia keluarkan. Mark pun mulai memasukkan kembali kardus dan kontainer. Saat mengangkat sebuah kardus, Mark tidak menyadari bahwa kardus tersebut sudah rapuh, sehingga begitu diangkat, isi dari kardus tersebut langsung keluar. Mark pun menghela napas.
Awalnya Mark hanya memasukkan kembali barang-barang yang terdapat di dalam kardus itu ke kardus yang baru. Namun, sebuah document keeper yang bertuliskan nama Mamanya, membuatnya berhenti sejenak. Mark merasa tidak pernah melihat dokumen itu. Lagipula, seingat Mark, Papanya mempunyai tempat khusus untuk menyimpan barang-barang peninggalan sang Mama.
Mark masih menatap nama yang tertera di cover document keeper tersebut. Chrisantary Gardenia. Nama sang Mama.
Mark pun membuka pelan document keeper tersebut. Isinya hanya beberapa bunga yang sengaja dikeringkan, beberapa puisi yang dipenuhi dengan coretan, dan catatan tentang sejarah beberapa bunga. Lalu pada bagian terakhir, terdapat tiga buah postcard. Anehnya, postcard tersebut menggunakan bahasa Indonesia dan berasal dari Indonesia. Awalnya Mark kira, postcard tersebut ditujukan untuk Papanya, ternyata postcard tersebut ditujukan untuk Mamanya.
Anindira Liliani. Itu adalah nama si pengirim postcard. Ketiga postcard itu dikirim pada tahun 2000. Setahun sebelum Mamanya meninggalkan dunia. Karena sudah termakan usia, Mark tidak bisa membaca jelas isi postcard tersebut. Bahkan alamat 'Anindira' ini sudah terhapus oleh tetesan air hujan. Yang Mark paham, isi postcard tersebut hanyalah tentang bunga krisan, keempat anak Anindira, dan keinginan Anindira yang ingin bertemu kembali dengan Mamanya dan... Mark.
"Bertemu kembali? Berarti gue pernah ketemu sama Ibu ini dong?", gumam Mark. Mark kemudian larut dalam pikirannya, mencoba mengingat beberapa teman Mamanya. Hingga dering handphone menghentikannya. Kalvin ternyata.
"Apa?", jawab Mark.
"Lo dimana?"
"Di rumah"
"MAIN YUUUUUUUUUKKKKKK", teriak Mike. Sepertinya Kalvin dan Mike sedang bersama.
"Gue capek, baru beresin gudang"
"Ya udah mandi, nanti gue sama Mike jemput ke rumah lo"
"Gue engga ikut deh"
"AYO IKUT AJA MAAARRRKKKK", Mike kembali berkomentar.
"Iya ikut aja, lo tinggal duduk manis di mobil, yang nyupirin gue sama Mike"
KAMU SEDANG MEMBACA
Blooms in Autumn
FanfictionKarena setiap bunga akan mekar pada musimnya masing-masing... Cast : Oh My Girl's Arin as Arin NCT's Mark as Mark Park Jihoon as Jeremy
