Bagaimana rasanya dijodohkan dengan lelaki asing?
Yups, sedih dan berat, Rina bingung, tidak bisa menolak tapi tidak mau menerima, pasalnya ia juga sudah memilik pacar di SMA.
Lalu bagaimana?
Perjodohan tetap terjadi.
Ketika kedua insan dipersatukan...
Sepanjang hari, Rino selalu mengembangkan senyumannya, di dalam benaknya terukir nama Lea dengan sangat indah.
Sejak saat itu, hari dimana Rino mengajak Lea pulang bersama, sepertinya Lea mulai menyukai Rino.
Dan sejak saat itu pula, mereka saling bertukar nomor whatsapp dan berchating-chating ria.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bagaimana Rino tidak bahagia jika Lea selalu saja mengkode dirinya(?)
"Anjir, gua seganteng itukah? Sampe Lea aja ngode-ngode minta di panggil sayang gini?," gumam Rino, ia membayangkan betapa tampan dirinya bersandingan dengan Lea.
"Hey bang"
Seketika Rino menolehkan arahnya ke sumber suara, ah ternyata Rini.
"Apa?"
Rini mendekati abangnya tersebut, ia bertanya penuh selidik, "ngapain abang senyum-senyum sendiri sambil ngetik gitu?"
"Kepo lu," jawab Rino ketus.
"Rini gak percaya aja kalo abang lagi chattan sama cewe, secara ciwi ciwi Indonesia kan gak mau sama abang HAHAHA," tawa selalu pecah ketika menghina abang kesayangannya itu.
Dengan wajah murka, eh ngga, dengan wajah datar, Rino menepuk mulut Rini yang membuat Rini terdiam.
"Heh krucil, awas kena azab lu ye sering ngehina gua, lu tau gak azab adik yang sering menghina kakaknya?"
Rini berpikir sejenak, "gak tau, memang apa?"
"Hidup sengsara, mati tak bisa!"
"YAAMPUN, DOA BANG RINO JELEK AMAT"
Rino tersenyum senang tanda kemenangan, "itu kan judul sinetron yang pernah gua tonton di indo*iar," batinnya.
Dengan hati yang kesal, Rini beranjak pergi, huh, Rino selalu bisa membalikkan keadaan hati Rini, dari yang tadinya senang menjadi kesal.
- - -
Sudah lelah berkeliling kota, di sore hari ini, David dan Rina memilih untuk bersinggah di kedai kopi yang sedang menjadi tren di kalangan para remaja.
Banyak pasangan muda-mudi berseragam putih abu-abu yang mendatangi kedai kopi ini.
Rina dan David sengaja memilih tempat duduk di pojok ruangan agar tidak terlalu terusik oleh keramaian.
"Capek juga ya nemenin kamu belanja seharian," ucap David.
Rina menggelengkan kepalanya, "ini belum seberapa, kadang aku sama mama bisa sampe malem di mall"
Mendengar hal itu membuat David mengernyitkan dahinya, sejak terikat dengan Rina, David jadi tahu kebiasaan-kebiasaan wanita zaman sekarang yang menakjubkan menurutnya.