"Rin, how about you?"
"Ehm, sebenernya alasan utama aku belum bisa nerima perjodohan ini, karena aku punya pacar Dav," ucap Rina serius.
David sedikit shock dengan pernyataan Rina, "Seriously?"
"Iya, namanya Rio, kami sudah berpacaran 3 tahun, belum lama ini kami merayakan anniversary kami," mata Rina sudah mulai berkaca-kaca, ia mengingat semua hal tentang Rio.
"Makanya aku kaget banget pas papa bilang aku bakal dijodohin, aku sayang banget sama Rio," ucap Rina lemah.
Rina menundukkan kepalanya, "Dia juga sayang aku, aku gak tau reaksi dia gimana kalo tau aku dijodohin, aku takut mau ketemu dia, aku takur dia kecewa, aku takut dia marah," pertahanan Rina runtuh dalam waktu sekejap, ia menetaskan air mata sedihnya.
'Bahkan calon istrinya masih mencintai lelaki lain?'
David menghapus air mata Rina, "jangan menangis"
"Kamu masih sayang sama Lala?," tanya Rina tiba-tiba.
"Kejadian itu sudah beberapa tahun yang lalu, aku akan berusaha mengikhlaskan Lala dan mulai menerima kehadiran kamu," jawabnya.
"Mungkin kamu bisa mengikhlaskan Lala, karena memang dia sudah tenang disana, tapi bagaimana dengan Rio? Dia masih ada di dunia ini? Aku masih bisa bertemu dengannya, aku masih bisa melihatnya, akan susah untuk melupakannya," Ya, Rina meneteskan air matanya lagi, ntah sudah berapa banyak air mata yang ia keluarkan.
Hati Rina sedang tidak stabil, ia bisa menangis secara tiba-tiba jika mengingat hal-hal yang berkaitan dengan Rio, besok ia harus masuk sekolah dan bertemu dengan Rio, apa yang harus ia katakan(?)
"Aku bakal bikin kamu lupain Rio, Rin" batin David.
- - -
David mengantarkan Rina sampai di depan rumahnya, ia tidak ikut masuk karena ini juga sudah menjelang malam.
Rina masuk ke kamarnya, ia mulai mengaktifkan ponselnya, seperti yang ia duga, ada lebih 50 panggilan masuk dari Rio dan juga panggilan masuk dari Lily.
Rina mulai memencet menu call di ponselnya, ya, dia ingin menelpon Lily, menceritakan semua hal yang terjadi secara tiba-tiba ini, ia ingin meluapkan emosi kesal, sedih, dan lainnya nanti saat bercerita dengan sahabat akrabnya, Lily.
- - -
Cahaya matahari yang memasuki celah-celah hordeng jendela kamar Rina membuatnya terbangun, "HAH? Aku telat!," ucapnya lantang, ia langsung menuju kamar mandi, dan bersiap-siap.
Menuju meja makan dan hanya meminum segelas susu, sepi sekali pagi ini, mungkin papanya sudah berangkat kerja bersama mamanya, mungkin ada acara kantor(?) ntahlah.
Rini? Mungkin diantar papa dan mama ke sekolah, karena sekolahnya cukup jauh, ia harus berangkat pagi-pagi buta.
Pease, JANGAN TANYA RIO ADA DIMANA.
Sudah seperti biasa, ia masih tertidur lelap di kamarnya yang luas, ya kamar Rio lah yang terluas karena ia anak pertama di keluarga ini.
Tanpa berlama-lama, Rina memesan ojek online dari ponselnya, ia tau jalanan sedang macet-macetnya pada pukul 06.40, jadi ia tidak bisa pakai mobil, di rumahnya juga tidak ada motor, Rio pun berangkat kuliah dengan mobil.
1 menit sebelum gerbang di tutup, Rina berhasil menginjakkan kakinya di sekolah, tidak ada yang menyangka bahwa ia disambut dengan kekasihnya yang sudah menunggu di halaman depan sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJODOHAN
CintaBagaimana rasanya dijodohkan dengan lelaki asing? Yups, sedih dan berat, Rina bingung, tidak bisa menolak tapi tidak mau menerima, pasalnya ia juga sudah memilik pacar di SMA. Lalu bagaimana? Perjodohan tetap terjadi. Ketika kedua insan dipersatukan...
