David melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, sepertinya menginjak gas adalah salah satu cara untuk meluapkan emosinya yang sedang membara.
Sebenarnya, sekarang David ingin pergi ke tempat yang bisa menenangkan dirinya, tetapi masih banyak pekerjaan yang menunggunya di kantor, jadi ia memutuskan untuk kembali bekerja.
David masuk ke dalam kantor, para karyawan terlihat segan dengan kehadiran David Arion, namun David tak memedulikannya, ia tetap berjalan dengan gagah dan menuju ke ruangannya.
Ketika ingin membuka pintu, sekretaris David berdiri dari tempat duduknya.
"Pak, sepertinya kopi bapak sudah dingin, ingin saya ganti dengan yang baru?," tanya seorang wanita yang terlihat sama umur dengan David.
"Ya"
David membuka pintu ruangannya, duduk di kursi kuasanya dan memijat pelipis dengan kedua tangannya.
Matanya mulai memandang layar ponsel, lalu membuka pesan dari seseorang yang mengirimkan beberapa foto Rina dan Rio yang terlihat sangat mesra.
David meremas rambutnya dengan kasar, ternyata pura-pura tidak tahu itu melelahkan, sejak Rina bertemu dengan Rio di supermarket bahkan sampai mereka ke kedai kopi bersama, David tahu semuanya.
Tetapi Rina tak pernah mau bercerita, seakan-akan ingin menyembunyikan sesuatu dari David.
Padahal jika Rina bercerita, setidaknya istrinya ini sudah mau jujur dan David akan menghargainya, tetapi Rina pergi diam-diam dengan mantan kekasihnya tanpa sepengetahuan David.
David menelepon seseorang yang mengadukan tentang tingkah istri dan mantan istrinya itu.
Panggilan terhubung
"Kenapa kamu mau menghancurkan rumah tanggaku?"
"Loh? Bukannya aku malah membantu kamu untuk menguak kelakuan Rina di belakang kamu ya?"
"Tidak perlu, aku lebih baik tidak tau tentang hal ini"
"He'eh kamu memang orang yang baik David, sayangnya cintamu disia-siakan, kalo dari awal kamu pilih aku, aku gak bakal selingkuh kayak Rina"
"Tidak usah memprovokasi, Safira"
"Aku tidak memprovokasi, harusnya kamu berterima kasih karena aku sudah memberitahu kebenarannya"
"Safira, aku mohon, jangan mencampuri urusan rumah tanggaku lagi"
"Kenapa sih? Kamu gak marah? Sesayang itu kamu sama Rina sampai Rina selingkuhpun kamu memilih untuk tidak mau tahu"
"Iya, aku sayang sama Rina, sesayang itu sampai aku lebih memilih tidak mau tau jika dia sudah mengkhianatiku"
"Tapi sayangnya kamu sudah tau semuanya David, aku harap rumah tanggamu masih baik-baik saja, jika sudah mulai muak, kamu bisa menghubungiku"
Panggilan terputus
David memukul mejanya dengan keras, lebih baik jika ia memblokir nomor Safira agar tidak mengganggu persoalan pribadinya dengan Rina.
- - -
"Rin?"
Rina menoleh ke ambang pintu ruangan, menatap sosok lelaki yang membantunya beberapa menit yang lalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJODOHAN
RomanceBagaimana rasanya dijodohkan dengan lelaki asing? Yups, sedih dan berat, Rina bingung, tidak bisa menolak tapi tidak mau menerima, pasalnya ia juga sudah memilik pacar di SMA. Lalu bagaimana? Perjodohan tetap terjadi. Ketika kedua insan dipersatukan...
