Bagaimana rasanya dijodohkan dengan lelaki asing?
Yups, sedih dan berat, Rina bingung, tidak bisa menolak tapi tidak mau menerima, pasalnya ia juga sudah memilik pacar di SMA.
Lalu bagaimana?
Perjodohan tetap terjadi.
Ketika kedua insan dipersatukan...
Sesampainya di kantin, Lily dan Rina memesan mie ayam dan jus alpukat.
"Kalo di pikir-pikir udah lama gw gak makan mie ayam," ucap Lily membuka obrolan, Rina hanya mengangguk untuk menanggapi omongan Lily.
Rina sibuk memainkan ponselnya, ntah apa yang dilihatnya, sepertinya ia sangat serius.
"Eh lo tau Rio kan?" "Iya tau lah" "Dia kan temen sekelas gw, udah lebih dari 10 hari dia gak masuk sekolah, padahal orang tuanya juga udah dihubungin, eh gak diangkat, kalo kayak gini, dia bisa dikeluarin dari sekolah" "Sayang banget ya, padahal dia kan sering kasih penghargaan buat sekolah ini karena menang lomba-lomba basket" "Iya, gw rasa sih karena pacarnya tunangan sama orang lain" "Kasihan ya, kayaknya sih frustasi"
Rina yang duduk di dekat 2 siswi itu mendengar percakapan mereka walau ia sedang bermain ponsel, sudah pasti Lily juga mendengarnya, "ehmm," deham Lily, "kayaknya lo harus lurusin masalah lo sama Rio deh Rin"
"Kenapa dia kayak bocah sih, cuma gara-gara putus sampe gak masuk sekolah berhari-hari," kesal Rina, Lily tau bahwa sebenarnya Rina masih sering memikirkan Rio, "ya makanya selesain dulu masalah kalian"
"Iya Lilyku zheyenk," Rina gemas dengan tingkah Lily, terkadang Lily seperti ibunya sendiri yang suka memberikan saran-saran saat Rina membutuhkannya.
Bel pulang berbunyi dengan nyaring, Rina tersenyum saat melihat notif ponselnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lily bergidik ngeri melihat tingkah Rina, "idih lama-lama gila lo, seyum-senyum sendiri," ucap Lily menyenggol tangan Rina.
"Ih iri aja mblo," sewot Rina, "nahh, gak tau kan lo cowok yang antri untuk gw udah bejibun," Rina tidak menghiraukan ocehan Lily dan langsung melengos pergi.
"Yah ditinggal gw, memang ya kalo orang lagi kasmaran itu jadi lupa segalanya," celoteh Lily lagi.
"Gila ya lo?," Lily sontak menengok ke arah sumber suara.
"Ngomong sendirian, gila," ucap Berian yang terkenal akan ketampanannya sampai membuat adek-adek kelas kelepek-kelepek.
Lily tidak mengedipkan matanya sedetikpun, "Eh..he..," ntah mengapa ia jadi seperti orang ling lung saat melihat Berian.
"Lain kali jangan ngomong sendiri, sekali lagi gw liat lo ngomong sendirian, gw bawa ke RSJ lo," Berian melengos pergi meninggalkan Lily yang sedang terheran-heran.
Mimpi apa dia semalam bisa mengobrol dengan Berian.
- - -
Rina mengetuk kaca pintu sebuah mobil yang sangat ia kenali sampai pemiliknya membukakan pintu dari dalam.