10 | Not Really by Accident

827 180 42
                                        

Kegiatan belajar hari ini akhirnya selesai juga. Archie yang habis matematika daya tangkap otaknya jadi menurun, sekarang seneng nggak ketulungan ketika bel selesai sekolah berbunyi dengan nyaring.

"Kuy nongski," celetuk Archie sembari merapikan buku sejarahnya yang berserakan di meja. Cowok itu memasukkan buku-buku tersebut secara asal ke dalam tas sekolahnya yang ia pangku di atas paha.

"Ke mana?" Evan menoleh ke belakang, menanggapi ujaran Archie barusan.

"Bang Jep aja." usul Archie. "Anjir otak gue mau pecah rasanya."

Memang dasar si Archie. Tau gitu tadi Nual nggak usah pura-pura pusing dan akhirnya mereka berempat cabut dari kelas. Buktinya hal itu nggak membawa dampak apapun pada Archie.

"Gue nggak bisa," tutur Eze tanpa menoleh ke belakang.

"Lah?" heran Archie. Biasanya, kalo urusan nongkrong begini, Eze selalu menyempatkan diri.

"Gue ada janji sama Luna," kata Eze. Sejurus kemudian, ia menoleh ke belakang. "Sorry, ya, kembaran."

Archie hanya berdeham menanggapi Eze. Lalu ia melayangkan pandangannya kepada dua sahabat lainnya. "Lo, Lan? Van?"

"Gue, sih, oke-oke aja. Gue ada waktu." jawab Evan.

Nual diam beberapa saat sebelum akhirnya menjawab, "Kayanya gue off dulu."

"Lah? Ngapa lo?" Archie nampak kurang puas.

"Gue ada urusan," balas Nual.

"Urusan apaan?" Archie mengernyitkan kening.

"Ya gitulah. Lagian apa masalahnya lo sama Evan berdua doang?"

"Gak serulah, Njing. Gak rame." sahut Archie.

"Bacot lu. Kaya cewek aja ke mana-mana harus berjamaah." celetuk Eze.

Mendengar itu, Nual dan Evan terkekeh.

"Kan best friend forever," sahut Archie.

"Tau ah," Eze ogah debat.

"Jadi gimana nih? Beneran cuma gue sama Evan doang? Ntar kalo dikira hombreng gimana woi?" Archie memasang ekspresi khas orang depresi. Emang alay si Archie.

"Amit-amit," tanggap Evan.

"Ya lo yang demen. Evan mana mau sama lo." sindir Eze.

Archie terkekeh, geli dengan omongannya sendiri. Tapi kemudian ia pasrah juga. "Ya udahlah. Tapi besok full team lho."

Nual dan Eze mengiakan. Sekarang, mereka telah selesai merapikan buku dan alat tulis. Mister Tio sudah berdiri di depan kelas dan bersiap memimpin doa. Selesai berdoa, seluruh siswa serempak mengucapkan salam terima kasih pada Mister Tio dan berangsur meninggalkan kelas satu persatu.

"Cabut duluan, ya, Guys." pamit Eze begitu keluar kelas. Eze berbelok ke kiri untuk menemui Luna. Sementara Nual, Evan dan Archie berbelok ke kanan menuju halaman parkir sekolah.

Seperti biasa, sekolah akan terlihat sangat ramai saat jam istirahat dan jam pulang. Sambil jalan, Archie menyempatkan waktu untuk flirting kepada cewek-cewek yang tak sengaja lewat di dekatnya. Heran, ya, cowok modelan kaya Archie masih aja dikasih umur panjang sama Tuhan. Eh-

SATURNTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang