Dalam diam aku ingin meneriaki dunia mengatakan "Aku mencintaimu", helaan nafas mewakili kalimat menyakitkan tersebut. Entah mengapa betapa menyakitkan jika aku ingat akan perasaan mencintaimu, sungguh menyedihkan.
Kita sangat sering bertatap dalam kejauhan, mungkin setiap hari, kita pun selalu berada dalam kondisi dimana kita berhenti pada suasana yang hanya berdiam diri, melempar tersenyum dengan waktu yang cukup lama.
Bisakah perasaanku ini tidak lagi menjadi cinta yang kutinggalkan lagi seperti setahun lalu karena waktu yang kupunya tidak lah banyak. Yang diriku tahu adalah cinta adalah perasaan yang menenangkan tetapi mengapa diriku merasakan tekanan dalam dadaku, tekanan yang memintaku sebuah tangisan. Apakah perasaanku sendiri tidak mempunya hati hingga meminta sang empu untuk membuatku menangis. Haruskah aku menangis untuk cinta yang ada, haruskah diriku terus memintamu mencintaiku.
Tiap malam aku mencoba menghadirkan bayanganmu agar aku bisa merasakan perasaan cintamu yang kaupendam, aku mencoba menggapaimu tetapi dirimu hanyalah bayangan yang hanya menatapku.
