10. Simpan Senyum mu, Lan Shi

52.7K 6.5K 156
                                        

14 desember 2020
Re-pubh: 19-11-2021

_____________________ _ _

🌹🌹🌹

"Dia bicara seperti hakim dunia, dan aku merasa seperti pesakitan yang sudah tahu vonisnya---bahkan sebelum diadili."

_Lan Shi_

🌹🌹🌹
_ _ _______________________





***
"Maksudku, kau masih kurang bersyukur dan menginginkan yang lebih berkuasa, sepertinya."

Putri Lan Shi menjadi bungkam, semua yang dikatakan putri ketiga memang benar. Yah, termasuk dirinya yang membatalkan pertunangan dengan pangeran mahkota Lucas dan lebih memilih pangeran Zi Jian yang mana kerajaannya jauh lebih berkuasa dibanding kerajaan Xin.

Semua putri Kerajaan Wei kini menatap nanar kearah putri Lan Shi sedangkan yang ditatap hanya bisa diam sembari menggigit bibir bawahnya gugup.

'Sialan! Sialan! Sialan! Beraninya dia!' Pikiran Putri Lan Shi kacau, nafasnya memburu, dan kini tangannya mengepal erat di balik lengan jubahnya yang mewah.

'Apa yang harus aku katakan sekarang?!'

Biasanya putri Lan Shi mudah sekali melontarkan alasan sambil meneteskan air mata, juga memutarbalikkan fakta hingga semua berpihak padanya. Tapi sekarang mulutnya terkunci. Lidahnya kelu!

'Kenapa? Kenapa aku tidak bisa membalasnya?!'

Dia tahu itu Putri Azkia, tapi ... bukan Azkia yang biasa. Bukan gadis lemah yang dulu bisa ia injak sesuka hati. Gadis ini tatapannya menusuk dan suaranya menggema bagai cambuk yang menyayat harga diri.

Putri Lan Shi bisa merasakan tatapan para tamu mulai berubah. Keraguan nampak menyelimuti mereka, bahkan ibunya sendiri terlihat tidak bisa langsung menyelamatkannya.

'Tidak ... aku harus ... aku harus mengatakan sesuatu ...!' Tapi mulutnya tetap terkunci.

Dan Kyra, senyum tipis di balik cadarnya tetap terjaga. Sorot matanya tidak bergeming sedikit pun dari wajah putri Lan Shi yang mulai kehilangan warna. Sementara itu, suasana di ruangan berubah kian mencekam seolah semua sedang menanti ledakan berikutnya.

"Kau ingin menyingkir sendiri atau harus aku bantu?" Tanya Kyra sedikit memiringkan kepala.

Putri Lan Shi menggertakkan gigi, tangannya mengepal kuat di atas pangkuan gaunnya. Beberapa pangeran termasuk Pangeran Mahkota Wei terlihat tidak tega tapi tak ada satu pun yang berani bersuara. Hingga akhirnya ...

"Putri! diamana sopan santun mu? Apa tidak ada yang mengajarimu hah?!" Kaisar Li quan yang sudah geram kini membentak Kyra dengan mata yang melotot, tapi sial! Amarahnya perlahan mereda digantikan dengan perasaan rindu ketika melihat mata anaknya yang sangat mirip sekali dengan permaisuri terdahulu. Mata yang tajam penuh dengan kebencian. 'Tidak, dia tetaplah pembunuh.'

Kyra yang mendengar nada bentakan dari pria itu hanya menatap datar. Tidak ada amarah, apalagi ketakutan. Yang ada hanyalah tatapan dingin dan muak seakan tengah memandang sesuatu yang menjijikkan dan tidak layak. Bahkan keluarga kerajaan Wei yang duduk di seberang meja bisa merasakan betapa kuatnya kebencian yang terpancar dari sorot mata putri ketiga pada Kaisar Li Quan.

𝐓𝐈𝐌𝐄 𝐓𝐑𝐀𝐕𝐄𝐋 : 𝐎𝐅 𝐀 𝐂𝐎𝐋𝐃-𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐄𝐃 𝐖𝐎𝐌𝐀𝐍Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang