Dahi Nana mengernyit karena pusing yang melandanya saat membuka mata. Nana melihat jam weker di nakas yang menunjukan pukul enam pagi.
CEKLEK.
Pintu kamar Nana terbuka menampilkan Izel yang langsung berjalan menghampirinya.
"Siap-siap sekolah kak. Bunda udah siapin sarapan buat kamu."
Dahi Nana mengernyit. "Bun bukannya semalem Nana--"
"Itu kita obrolin nanti. Bunda ngga akan daftarin kamu home schooling dalam waktu dekat. Seenggaknya kamu selsein semester akhir kamu yang sekarang."
Nana hanya mengangguk, dan kemudian Izel langsung keluar lalu menutup pintu. Senyuman miring tercetak jelas dibibir Nana.
Baiklah, hari baru akan dimulai. Nana tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang bundanya kasih. Ia langsung bergegas mandi membersihkan diri dari bau polusi, minuman, maupun rokok semalam.
Saat keluar dari kamar mandi, Nana bersenandung kecil. Ia langsung mengenakan seragam sekolahnya lalu bercermin dan memulai misinya.
Nana memoles wajahnya dengan make up yang lebih mencolok dari biasanya namun tak terlihat menor. Lalu rambut nya di curly, tak lupa Nana menyelipkan bando polos diantara helaian rambutnya, hingga kesan girly sangat mendominasi di look akhir penampilan Nana.
Terakhir, Nana menyemprotkan parfume di titik-titik tertentu sehingga wanginya menyeruak dengan pas.
Setelah siap dengan penampilan barunya, Nana bergegas keluar kamar dengan menenteng tas yang berisi buku mata pelajaran.
CUP.
Nana mengecup pipi Izel lalu kemudian Jino yang tengah sarapan di meja makan.
"Ck kak! Gincu lo kena pipi gue!" sentak Jino yang langsung mengelap bekas bibir Nana.
"Gincu ndasmu! Ginjal lo aja ngga cukup buat beli gincu gue yang lo maksud itu dek!"
Izel hanya menggeleng, tak berniat melerai kedua anaknya karena Jino yang langsung mengalah dengan diamnya.
"Bun, Nana mau bawa mobil ya?"
"Iya."
Disela kunyahannya Nana tersenyum senang dengan jawaban Izel tanpa embel-embel ceramah sepanjang rel kereta.
"Nana pamit dulu ya bun."
"Dikit banget makannya kak?"
"Nanti aja pas istirahat di sekolah."
Izel hanya mengangguk dan meraih uluran tangan Nana yang akan menyalimi nya.
Nana berjalan ke garasi, namun sebelum itu ia membisikan sesuatu pada Jino.
"Kunci motor lo ada di meja rias gue. Thanks."
Nana mengendarai mobilnya hingga saat sampai disekolah, banyak pasang mata yang melihat nya kagum saat Nana turun dari mobil dan berjalan menuju kelas.
Bisikan para murid yang biasanya terdengar panas ditelinga Nana kini malah berhasil mengukir senyum miringnya.
Bonanza? Itu bener kan dia?
Ya ya itu bener Bonanza. Gila cantik banget.
Bukan kali, cuma mirip. Yang ini tuh cewek banget tau. Sedangkan Bonanza? Bukannya tomboy ya?
Tapi gue yakin kok, Tuhkan bener! Di name tag nya aja Bonanza.
"Kak Gio!" teriak Nana saat melihat Gio sedang mengobrol dengan temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BONANZA [Completed]
Jugendliteratur[FOLLOW DULU, BEBERAPA PART DI PRIVATE] Family Series : 2nd Disarankan membaca cerita GRIZELLE terlebih dahulu. -- Bonanza Dandil Dimitri, anak sulung dari pasangan Gavandra Adilhaq Dimitri dan Grizelle Danisya Roger yang merupakan gadis pemberontak...
![BONANZA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/244782790-64-k902812.jpg)