Jangan lupa buat cek lapak JINOVAR ya, udah up☺
Happy reading🤗
🍂🍂🍂
Nana tengah membaringkan tubuhnya di ranjang kamarnya. Setelah insiden kelancangannya saat membuka ponsel Fares, Nana lebih memilih untuk langsung pulang saat melihat Fares benar-benar tertidur nyenyak, dan memberitahu Yuna--mama Fares agar mengawasinya.
Nana meraih ponselnya. Ada banyak notifikasi yang baru sempat ia buka, diantaranya yaitu dari Jihan yang tengah gabut dan menyepam chat padanya, dan juga dari Gio yang menanyakan ingin latihan basket hari apa. Nana tak berniat membalas, ia kembali menaruh ponselnya dan menghembuskan napas lelah lalu mencoba untuk tidur.
Keesokan harinya, Nana meminta Jino untuk mengantarnya ke sekolah. Namun adiknya itu menolak, dengan alasan malas.
"Ck, lo tega banget sih dek sama gue." dengus Nana kesal. Mungkin bisa saja Nana meminta antar Izel, namun ini terlalu pagi untuk berangkat ke sekolah. Nana memang sengaja ingin menghindar dari Fares dan berangkat ke sekolah lebih pagi dari biasanya.
"Lagian lo aneh juga sih, tumben amat berangkat pagi gini." Jino melirik Nana sekilas, lalu beberapa detik kemudian senyumnya terbit. "Tuh, lo udah ada yang jemput. Jadi ngga perlu gue anter."
"Ap--" Nana langsung menghentikan ucapannya yang hendak protes, ia mengikuti arah pandang Jino yang mana Fares telah siap dengan seragam sekolahnya dan menghampiri mereka.
"Tuh bang, ada yang ngoceh mulu pagi-pagi minta dianter berangkat sekolah."
Fares tersenyum singkat, "thanks Ji, udah ngasih tau gue."
Wait!
Tatapan Nana berubah tajam saat melihat Jino yang cengengesan. Ia baru saja akan mengumpati Jino karena ulah gilanya yang sudah lancang meminta Fares datang.
"Udah yuk, kita berangkat bareng." Fares menarik pergelangan tangan Nana hingga ke depan gerbang rumahnya. Fares membuka pintu mobilnya untuk Nana lalu setelahnya ia berjalan memutari mobilnya dan duduk di kursi kemudi.
"Kenapa berangkat sepagi ini?" tanya Fares setelah menginjak pedal gasnya.
"Ng--ngga papa. Pengen aja." jawab Nana tanpa menoleh pada Fares.
"Lo semalem pulang juga ngga bilang ke gue, Bona."
"Ya karena lo udah tidur pules, Res. Lagian lo juga kan lagi sakit, mana tega gue bangunin lo."
Fares kembali melirik Nana sekilas, "thanks ya, lo udah ngerawat dan nemenin gue kemaren."
Nana mengangguk sebagai jawaban, ia lalu memberanikan diri untuk mengklarifikasi soal semalam agar Fares tak salah paham. "Res, sorry semalem gue buka hp lo, gue ngga sengaja buka chat dari kak Gen--"
"--it's oke Bona. Lagian kalopun gue tau, gue tetep ngga akan pergi."
"Kenapa?" tanya Nana penasaran.
"Lo lupa? Kan gue lagi ngga enak badan." Fares terkekeh pelan.
"Tapi lo sakit juga gara-gara gue Res. Kalo aja gue ngga nyuruh lo makan jajanan di tam--"
"Sssttt ngga usah bahas itu. Lagian emang gue nya aja yang cemen."
"Emang!" jawaban refleks Nana membuatnya melebarkan mata, "ma--maksudnya ngga gitu."
"Hm, gue ngerti. Jadi gimana?"
Dahi Nana mengernyit, "gimana apanya?"
"Udah maafin gue?"
KAMU SEDANG MEMBACA
BONANZA [Completed]
Ficção Adolescente[FOLLOW DULU, BEBERAPA PART DI PRIVATE] Family Series : 2nd Disarankan membaca cerita GRIZELLE terlebih dahulu. -- Bonanza Dandil Dimitri, anak sulung dari pasangan Gavandra Adilhaq Dimitri dan Grizelle Danisya Roger yang merupakan gadis pemberontak...
![BONANZA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/244782790-64-k902812.jpg)