Selamat 100k buat readers BONANZA, Yeaaay!!! You are so cute guys, love you so much💋🔫
Coba absen asal kota kalian disini! Hehe.
Happy reading💕
🍂🍂🍂
Nana tak main-main perihal ucapannya pada Zidny. Saat ini ia tengah duduk disalah satu kursi yang menjadi singgahsana nya dulu, the leader dengan aura yang dingin dan tak bersahabat.
"Let's celebrate for our leader, Bonanza! Cheers!" seru Zidny pada semua anggota Death Angel's sambil mengacungkan minumannya hingga bunyi tabrakan gelas kaca yang nyaring seolah menjadi awal pesta mereka.
Mereka lalu meneguk minumannya tanpa jeda, termasuk Nana. Bahkan Nana menegak minumannya langsung dari botol. Persetan jika nanti ia akan mabuk, ia tak mempedulikan apapun saat ini. Bahkan ia melupakan janjinya pada Izel, walaupun dalam hati Nana meminta maaf pada bundanya itu.
Asap rokok mulai terasa menusuk di indera penciuman Nana. Mungkin jika dalam keadaan normal, Nana akan mengoceh karena napasnya terkontaminasi nikotin yang membuatnya muak, tapi saat ini ia benar-benar tak peduli. Bahkan sekali-kali Nana menghirup udara sebanyak-banyaknya, seolah itu bukan masalah.
"Are you oke?" tanya Zidny memperhatikan Nana yang sedari tadi diam dan hanya meneguk minumannya.
Nana melirik Zidny tanpa minat, ia menggedikan bahunya, "ngapain lo pindah sekolah?" tanya Nana lalu kembali menatap kearah depan dengan tatapan kosong.
"Nyamperin sahabat gue." Nana berdecih jijik mendengar jawaban Zidny, seolah-olah dirinya memang sahabat yang baik.
"Basi!"
"Angel, siapa yang bikin lo patah untuk yang kedua kalinya?"
Nana yang akan kembali meneguk minumannya terhenti, ia membenci pertanyaan Zidny. Pertanyaan yang menunjukan dirinya benar-benar payah soal cinta.
Tidak akan.
Kali ini Nana tak akan tinggal diam. Ia akan menunjukan sisi liarnya. Tak ada satu orangpun yang bisa menghentikannya.
"Night riding?" pertanyaan yang terdengar seperti tawaran oleh para anggota Death Angel's.
"Of course. Let's go guys! We have fun for tonight!!!" teriak Zidny langsung menyusul Nana yang lebih dulu melangkah keluar. Disusul oleh anggota lain sambil menggunakan jaket kebesaran mereka.
"It's yours." ucap Zidny sambil memberikan jaket berwarna merah tua pada Nana yang sudah menaiki motornya--lebih tepatnya motor Jino yang ia pinjam dengan paksa.
Nana langsung meraih dan memakainya. Ia tersenyum miring, teringat moment yang sama saat dulu masih menjadi ketua Death Angel's.
Mereka mulai melajukan motornya masing-masing, dengan Nana yang berada diposisi paling depan, dan Zidny tepat dibelakangnya. Jejeran motor besar yang berjumlah lumayan banyak membuat perhatian para pejalan kaki bahkan pengendara lain melihat mereka dengan tatapan kagum dan takut, namun tak jarang ada pula yang menatap mereka sinis karena memandang geng motor itu sangat meresahkan.
Nana menambah kecepatan motornya menembus jalanan yang cukup ramai, ia menyalip beberapa kendaraan yang menghalangi jalannya dengan gesit. Bahkan kepalanya yang sedikit pening tak membuat jiwa pembalapnya redup.
KAMU SEDANG MEMBACA
BONANZA [Completed]
Teen Fiction[FOLLOW DULU, BEBERAPA PART DI PRIVATE] Family Series : 2nd Disarankan membaca cerita GRIZELLE terlebih dahulu. -- Bonanza Dandil Dimitri, anak sulung dari pasangan Gavandra Adilhaq Dimitri dan Grizelle Danisya Roger yang merupakan gadis pemberontak...
![BONANZA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/244782790-64-k902812.jpg)