*warn everybody!!! typo dimana-mana.
"Sesaat lagi, pertandingan semifinal Winter Cup pertama antara SMA Rakuzan dan SMA Shuutoku akan dimulai. Rei!" seru wait.
"Yoroshiku onegaishimasu!" ucap kedua tim bersamaan.
Seruan dan tepukan penonton segera membanjiri stadion. Suaranya menggema hingga ke ruang ganti Seirin.
Wasit melemparkan bola ke atas, bola ddengan epat di tepis. Takao menangkap bola.
"Ayo mulai!" seru Takao. Dia tersenyum lebar, bersiap untuk maju. Melihat Hayama terkecoh, senyumnya semakin lebar. "Tapi bohong!" dia melemparkan bola ke belakang.
Midorima yang sudah siap dari tadi menangkap bola itu.
'Waduh! Langsung aja nih?' batin Hayama.
"Selalu benar, katamu? Jangan membuatku tertawa Akashi." ucap Midorima dia mengangkat bola tinggi bersiap untuk melompat. "Kau yang hanya tahu kemenangan, tidak seharusnya bicara seolah tahu segalanya nanodayo!" serunya. Dia melompat tinggi dan melemparkan bola, semua pemain tertegun di tempat. Bola melambung tinggi dan masuk. Skor pertama jatuh ke tim Shuutoku. Seisi stadion langsung berrsorak keras.
Midorima mendekati Akashi, "Majulah, Akashi. Seperti yang kujanjikan, biar aku yang mengajarimu nanodayo... tentang kekalahan!"
Akashi menyeringai, "Oh?"
Takao mendribble bola dan berhadapan dengan Akashi, Midorima mulai melepaskan diri dari Mibuchi. Di saat bersamaan Kimura melakukan screen, membuat Midorima bebas. Takao melemparkan bola pada Midorima, dengan cepat dia melompat dan melemparkan bola. Dan sekali lagi bola masuk ke ring Rakuzan.
Lagi dan lagi Midorima memasukkan bola ke dalam ring Rakuzan.
"Wah, bolanya sama sekali tidak menyentuh ring! Sudah seperti mesin presisi saja!" seru seorang penonton.
[Name] menatap serius ke arah lapangan tanpa berbicara.
Akashi mendribble bola dengan tenang dan berhadapan dengan Takao.
'Aura yang mengerikan... Dasar, apa benar kau ini anak kelas satu, sama sepertiku? Tapi, jika kupikir-pikir auranya sama dengan seseorang. [Name]-chan! Mirip aura[Name]-chan saat bertanding dulu.'
Flashback.
"Kuserahkan Akashi padamu, Takao. Kau paham, kan?" ucap Nakatani pada tim Shuutoku di ruang ganti. Mereka melakukan diskusi rencana sebelum pertandingan.
"Osu. Tapi, apa boleh saya mengatakan satu hal?" tanya Takao seraya mengangkat tangannya. Dengan senyum lebar tanpa dosa dia berkata, "Maaf kalau tidak mampu, ya."
"Makanya usaha, dong! Kau ini sebenarnya niat apa tidak, sih?" seru Kimura emosi.
"Tentu saja aku niat menghadapinya!" seru Takao tidak terima. "Tapi, Shin-chan saja takut sama dia kan?"
"Aku tidak takut padanya nanodayo!" protes Midorima.
"Jangan cari alasan!" omel Kimura lagi.
Present.
Takao mengambil nafas panjang dan menghadapi Akashi.
'Kosentrasi, konsentrasi, konsentrasi, konsentrasi...' batin Takao terus-menerus.
Dengan tenang dan cepat Akashi berhasil melewati Takao.
'Cepat sekali! Tapi...' batin Takao. Dia langsung menyusul Akashi dan menghadangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everything About Us [KnB]
Action[Name] akan pindah ke Amerika karena pekerjaan orang tuanya. Dia berniat pamit kepada para sahabatnya setelah pertandingan dan membuat kenangan indah bersama. Sampai akhirnya [Name] dikecewakan dengan sikap teman-temannya saat pertandingan. Dia meni...
![Everything About Us [KnB]](https://img.wattpad.com/cover/250810497-64-k956146.jpg)