"Waktu pembukaan sudah tiba," renungnya sembari memeriksa persiapannya untuk menuju dunia luar yang dia harapkan.
Rui sudah lama menanti momen ketika Couloseum Fregrace dibuka, sungguh sangat lama dan kesabarannya yang berlimpah memegang peranan penting. Dia akan menuju kebebasan yang dia impikan, menatap langit secara langsung dan menikmati keindahan alam.
Dikurung selama 200 tahun, sebagai makhluk dari dunia lain, Rui mempertahankan penampilan mudanya, atau lebih tepatnya dia hampir abadi, memiliki umur sepanjang naga tertua dan kekuatan yang menyaingi Penyihir Agung.
Sesuai apa yang Rui ingat saat ini, ketika dia menyeberang ke dunia ini, keberuntungan meninggalkannya sehingga dia ditangkap oleh Penjaga Dimensi Khusus Couloseum Fregrace. Kekuatannya pun dibatasi sehingga dia tak bisa melakukan apapun untuk melarikan diri dari Dimensi Khusus ini.
Di sisi lain, dia diam-diam mempelajari rahasia Couloseum Fregrace, sangat penasaran pada pemiliknya, yang secara tersirat disebutkan oleh Penjaga, bahwa identitas pemilik adalah seorang Dewa.
Itu menarik perhatiannya di kehidupannya yang selalu membuatnya bosan. Hatinya kosong dan beku, dia membutuhkan hiburan yang menyenangkan dan menantang seperti menguak identitas pemilik Couloseum Fregrace.
Menatap pantulan penampilannya, yang terlalu transendental dan tidak manusiawi, di cermin ruang Kaleidoskop, Rui memikirkannya untuk waktu yang lama sebelum memutuskan untuk mengubahnya ketika pelelangan dimulai nanti.
***
Penjaga memiliki tabiat buruk dengan menangkap sembarangan berbagai sumber kekuatan luar biasa di luar sana, kemudian memberikan kesepakatan kepada manusia rakus untuk mengambil alih akses dalam pembelian dan kesenangan orang-orang serakah.
Tanpa undangan dan petunjuk dari manusia yang Penjaga berikan akses, tak ada siapapun yang dapat memasuki Couloseum Fregrace.
Rui mendapati informasi tersebut dari relief dan mural yang tergambar di setiap sisi dinding pembatasan wilayah dalam dan juga gerbang ke dunia luar. Tampaknya, ini merupakan tradisi atau pengaturan kuno yang telah ada untuk jangka waktu yang tak diketahui.
Rui memiliki firasat bahwa Dimensi Khusus seperti Couloseum Fregrace tidak hanya eksis di satu dunia saja, melainkan di banyak dunia lainnya.
Hanya Rui, yang terlalu bosan, untuk menjelajahi Couloseum Fregrace seperti tamannya sendiri. Selain dia, tak akan ada yang mau repot-repot mempelajari Couloseum Fregrace, tawanan lainnya sibuk melakukan segala cara agar dapat terus hidup dan sehat secara mental.
Setiap tawanan diperbolehkan menjelajah ke mana saja di dalamnya. Rui, yang selalu bertindak sendirian, bertemu beberapa makhluk dalam berbagai bentuk yang tampak ramah dan juga menyedihkan dikarenakan erosi mental. Jika Rui tak memiliki ketahanan mental yang super kuat, maka dia pasti berayun-ayun sebagai orang-orangan sawah dalam Couloseum Fregrace.
Sangat sedikit, dapat dihitung dengan jari untuk makhluk yang masih dapat bertahan hingga pembukaannya setelah 200 tahun. Meskipun Rui tak terlalu peduli pada siapapun, dia sedikit berharap tawanan lainnya memperoleh kebebasan.
Waktu pembukaan tiga hari lagi, perbedaan waktu dunia luar dan Couloseum Fregrace hampir tidak ada, itu kehendak Penjaga. Jika Penjaga mau, maka Couloseum Fregrace akan membekukan waktu dan juga makhluk di dalamnya selama yang diinginkan.
"Penjaga itu telah berlari liar cukup lama, jika aku bisa menemukan pemilik tempat ini, aku akan membuatnya menyesali karena menempatkan Penjaga itu di sini!" gerutu Rui disertai ancaman terselubung.
Rui menelusuri koridor dingin bersemu kebiruan seperti istana es menuju area di mana pintu masuk dan keluar berada, tepat di tengah Couloseum Fregrace, area pelelangan yang akan dipimpin oleh manusia kontrak Penjaga. Di sanalah pelelangan akan segera berlangsung. Dia akan menonton pertunjukan yang sangat menarik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kebahagiaan Protagonis
FantasyKarya Original, bukan fanfic atau terjemahan! Cover dari Canva *** Protagonis novel "Ways of Heroes" tidak mendapatkan jawaban atas ketidakbahagiaannya sampai akhir, sebagai pembaca berat novel tersebut, Yoo Han benar-benar berharap dia bisa memban...
