Chapter 50 : Sein Arelis

281 66 6
                                        

Awal Volume 3 : Protagonist

***

Di balik puncak Pegunungan Perunggu, kota makmur dengan aktivitas yang semarak dan sumber daya melimpah menguasai pelabuhan dan pangkalan angkatan laut militer.

Orang-orang menyebutnya sebagai Ibukota kedua Kerajaan Marina. Di bawah pengelolaan salah satu keluarga bangsawan paling berpengaruh, Marquis Arelis yang mendapat gelar Exalted, Kota Aeris layak menjadi wilayah independen.

Kalender Alteria tahun 1054, Kastil Herneva.

Seorang anak laki-laki cantik, dengan rambut coklat keemasan dan bola mata violet seperti batu kecubung, sedang menatap tanpa berkedip ke bawah dari balkon kamarnya di lantai tiga. Benar, dia adalah 'Cail', tidak, itu sebelum dia menjadi 'Cail'.

Di pupil matanya tersembunyi kesedihan dan penyesalan yang takkan terhapus. Air mata masih menggenang, tetapi menolak untuk jatuh. Pakaian tidurnya, yang berwarna ungu muda, basah oleh keringat dingin.

Yoo Han, yang mengingat semua hal dari kehidupan sebelumnya, menjelajahi memori dan Dunia Kognitifnya. Dia terbangun tidak lebih dari setengah jam yang lalu, kembali ke masa lalu yakni sekarang, ketika identitasnya saat ini belum ditetapkan sebagai 'Cail'.

Dia berumur 5 tahun, berada dalam pengasuhan penuh kasih keluarga Arelis. Dia belum dibaptis oleh pendeta dan mendapatkan 'nama mutlak'. Itu akan terjadi setengah tahun kemudian.

Pikirannya jernih walau hatinya meringis kesakitan. Juga, informasi yang diberikan Rui kepadanya adalah file lengkap dan catatan tambahan novel "Ways of Heroes". Mengganti kenangan tentang novel tersebut yang hangus sebelumnya.

Setengah tahun lagi, setelah dia dibaptis dan memperoleh nama 'Cail', dia akan dibuang. Alasannya ialah menurut Legenda Kuno yang dipercayai, nama 'Cail' merupakan petunjuk bahwa seseorang mempunyai kemungkinan menjadi tangan kanan Dewa Iblis.

Legenda tersebut hanya diketahui segelintir orang, tetapi para Exalted yang selalu berhati-hati akan bertindak sebagai pencegahan. Tidak peduli apakah itu anggota keluarga tercinta atau kekasih, Exalted tidak diizinkan memeliharanya.

Apalagi mata violet itu merupakan tambahan kecurigaan serta prasangka. Tidak masalah jika hanya warna matanya yang unik, tetapi bila namanya juga sama, maka itu adalah bencana.

Jadi, Yoo Han harus memastikan untuk tidak memiliki identitas 'Cail' dalam kehidupan ini. Tidak peduli betapa sulitnya itu, dia akan berusaha keras memperjuangkannya karena dia merasa yakin 'entitas tertentu' tidak lagi memenuhi syarat mengendalikannya.

Lalu, kenapa Willbert mengasuhnya? Tidak, Willbert tidak mengasuh atau memeliharanya, melainkan menjadikannya subjek eksperimen yang nantinya akan digunakan olehnya.

Semua informasi tersebut berasal dari catatan tambahan yang diberikan Rui. Mengingat hal itu, mata Yoo Han memerah dan hidungnya tersengat, hanya air mata yang dengan keras kepala tak mau menetes.

Bagian bawah kamarnya merupakan taman mawar merah yang menakjubkan, ada para ksatria dan pengawal yang berjaga serta para tukang kebun yang ceria. Melihat betapa harmonisnya suasana, Yoo Han tidak bisa tidak merasa ironis.

Tok! Tok! Tok!

"Tuan muda Arelis, ini waktu sarapan. Tuan dan Nyonya telah menunggu Anda," ucap pelayan wanita yang merawatnya.

Dari lahir hingga usia 5 tahun, dia dipanggil sebagai tuan muda Arelis atau nama sementara Sein. Yoo Han berusaha mencerna kenangan lengkap ini selama beberapa saat sebelum menanggapi.

Yoo Han berseru yang cukup keras untuk didengar pelayan itu, "Masuklah!" Suaranya tidak lagi serak, justru jernih dan enak didengar.

Segera, pelayan wanita tua membuka pintu dan memimpin sekelompok pelayan muda, yang membawa berbagai macam barang, masuk.

Kebahagiaan Protagonis Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang