Chapter 52 : Reruntuhan Trevor

231 57 8
                                        

Reruntuhan Trevor sebenarnya dijadikan situs bersejarah di wilayah ini sehingga banyak turis yang mengunjunginya. Namun, itu hanya di permukaan saja yang diizinkan untuk dijelajahi oleh orang asing.

Bangunannya menyerupai Katedral yang rusak, tetapi masih mempertahankan gaya dan kemenarikannya. Jendela-jendela gotik diukir di setiap sisi bangunan. Di sepanjang pagar besi hitam, ada permata ajaib sebagai hiasan serta penerangan ketika malam tiba.

Beberapa pedagang kaya atau anak muda sering datang ke sini dengan tujuan mempelajari keunikan dari bangunan misterius yang sangat berbeda dari budaya mereka.

Akan tetapi, di mata Sein, dia mulai memikirkan Katedral Eropa di kehidupan sebelumnya. Itu sangat aneh dikarenakan Kerajaan Marina tidak memiliki gaya seperti abad pertengahan Eropa, tetapi lebih ke fantasi.

Deskripsi dari novel disempurnakan dengan visualisasi di depannya. Sein tertegun untuk waktu yang sama. Dia bertanya-tanya mungkinkah semua bentuk dunia yang digambarkan novel itu nyata? Bukankah itu terlalu fantastis? Membaca dan melihat dengan kedua mata sendiri memiliki dampak yang berbeda.

Jika hanya membaca dan membayangkannya, Sein hanya akan menganggap itu luar biasa dan mengagumi imajinasi penulis yang amat tinggi. Namun, saat dia menjadi bagian dari imajinasi tersebut dan melihat ciptaan si penulis, Sein mau tak mau berpikir bahwa dia akan menghadapi hal tak terbayangkan di masa depan. Dia sejenak melupakan apa yang telah dia lalui di timeline sebelumnya.

Rael berjalan menuju para pengawal yang ditempatkan di sana untuk mengecek keamanan, lalu berbalik menuju sepupu kecilnya yang menunggu di belakangnya.

Rael agak tidak nyaman karena nuansa aneh di sekitar Reruntuhan Trevor. Walaupun seharusnya normal dengan banyak orang yang tertarik pada keunikan, Rael merasa ada sesuatu yang salah.

"Sein," panggil Rael saat dia memperhatikan bahwa Sein tampak aneh. "Apa kau ingin menjelajah ke dalam?"

Hanya bangsawan yang diperbolehkan memasuki bagian dalam Reruntuhan Trevor. Juga, mereka dapat mempelajari asal mula bangunan ini dari mural yang digambar di ruang bawah tanah Katedral.

Rael pernah datang ke sini bersama Ayahnya dulu ketika dia baru saja diangkat menjadi Wakil Komandan Angkatan Laut.

Ruang bawah tanah Katedral itu mirip labirin dengan mekanisme tersembunyi dan rumit, tetapi patut ditelusuri sebab ada beberapa bagian yang menarik minatnya.

Sein mengangguk. Dia menarik gagasan tentang mengambil Artefak tersebut, Rael mungkin takkan membiarkannya berlarian sembarangan. Jika ada kesempatan lain, Sein akan datang ke sini lagi sendirian.

Di novel dan catatan tambahan, lokasi Artefak ada di ruang bawah tanah yang disembunyikan mekanisme khusus. Rael tahu tempatnya dan telah mengetahui bentuk Artefak tersebut, jadi Sein tidak bisa membabi-buta ke sana. Melakukan pencurian di lokasi yang mirip museum ini adalah kejahatan besar. Rael takkan membiarkannya lolos.

Bisa dibilang kali ini dia hanya mengecek lokasi Artefak tersebut. Dia memang pengecut, itu kenyataannya dalam diri aslinya yang sekarang. Ada sesuatu yang terus berdering di kepalanya bahwa dia harus menyatukan diri dengan dirinya yang lain, bayangan itu.

Namun, Sein tidak mau melakukannya sekarang. Itu karena salah satu kesadaran pasti tertelan, entah dia atau bayangan itu. Yang jelas, keduanya tak bisa ada untuk waktu yang lama.

Sein bertanya-tanya apakah bayangan itu juga tahu hal ini? Padahal bayangan itu berniat untuk selalu menemaninya, mungkin dia sendiri yang terlalu paranoid mengenai firasat tertentu.

Rael menarik tangan sepupu kecilnya yang hanya setinggi pinggangnya. Dia ingin menggendongnya, tetapi tampaknya itu bertentangan dengan kepribadian aslinya. Rael memasuki Katedral dan merasa ada suara dari asal yang tak diketahui memintanya untuk pergi ke sana.

Kebahagiaan Protagonis Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang