["Chimera, monster yang merepotkan untuk ditangani."
Cail mendengarnya mengatakan kalimat itu dengan nada bosan. Seseorang yang dia kagumi, menganggapnya sebagai monster, tidak ada yang lebih menyakitkan daripada ini.]
Yoo Han berayun-ayun linglung seperti seseorang yang rohnya hampir ditarik pergi. Keterkejutannya melebihi kata-kata apapun. Baris novel yang tiba-tiba muncul di benaknya adalah bagian paling menyedihkan dari kisah Cail asli.
Memorinya tentang novel "Ways of Heroes" semakin sulit diingat tanpa pemicu, terutama kali ini. Berkat baris yang melompat ke pikirannya, Yoo Han akhirnya ingat bahwa alasan terbesar mengapa Cail asli bisa menjadi musuh terbesar protagonis adalah statusnya sebagai monster.
'Apakah aku akan menjadi seperti Cail asli?!' ratapnya dengan putus asa.
Yoo Han menatap kosong pada cairan menggelegak yang ada di panci pot besar di depannya. Ketika dia melihat anak pertama, yang dipaksa mencicipi cairan aneh yang beresonansi dengan beragam warna, punggungnya berkeringat dingin.
[Menara terkutuk itu menciptakan monster yang disebut Chimera. Monster terkutuk yang menentang hukum alam. Tidak bisa dibunuh, memiliki kekuatan tanpa batas, dan mengguncang keseimbangan dunia. Mereka identik dengan sebutan bencana.]
Potongan deskripsi Chimera memasuki benaknya yang kacau. Tubuh Yoo Han gemetaran, dia sangat takut, benar-benar takut. Namun, tatapannya tak bisa lepas dari eksperimen yang sedang terjadi itu. Anak berambut abu-abu, yang dipaksa menegak cairan itu oleh Apprentice Alchemist Haruzel, mengejang sampai tubuhnya bermutasi.
Hal penting lain yang Yoo Han lewatkan, yaitu penampilan Cail asli dalam novel itu. Cail digambarkan memiliki rambut hitam sepekat malam dan mata merah ruby dan terkadang merah darah, tetapi lihatlah dia sekarang, jelas tidak cocok dengan deskripsi yang ada.
Bukan berarti dia orang lain, ingatan 'Cail' yang menyatu dengannya sama dengan apa yang dijelaskan novel itu, yaitu alasan 'Cail' tetap bertahan hidup meski menjalani penyiksaan.
Saat ini, penyebab penampilan 'Cail' seperti yang digambarkan di novel itu akan segera terjadi, dan Yoo Han lah yang akan mengalaminya.
'Apakah aku akan menjadi Chimera?'
Cail asli mempunyai dasar yang kuat untuk kegilaannya, itu sangatlah masuk akal setelah Yoo Han membandingkan situasinya sekarang dengan Cail asli di novel.
'Ini bukanlah kehidupan, ini neraka ....'
Anak berambut abu-abu itu berguling-guling dengan tubuhnya yang kejang-kejang. Bintik-bintik hitam bermunculan di permukaan kulitnya dan bau busuk menyebar. Berkedut beberapa kali sebelum akhirnya tak bergerak sama sekali.
"Huh!" dengkus Apprentice Alchemist Haruzel. Dia mengangkat tangannya dan seorang Apprentice Alchemist lain menyeret anak itu pergi ke sisi lain ruang sihir spasial ini.
'Dia dibuang?' tebak Yoo Han dengan hati bergetar.
Dia semakin mengerut dan mundur perlahan ke belakang barisan hanya untuk diperhatikan oleh Apprentice Alchemist Haruzel. Yang terakhir memiliki rencana berbeda padanya, jadi dia tidak mempermasalahkan Yoo Han mendapat giliran terakhir.
Ada lima anak yang sama seperti anak tadi, dua anak mengalami mulut berbusa dan mati di tempat, dan tiga anak masih sadar, tetapi mengerang terus-menerus sambil memegangi leher.
'Percuma, aku tidak bisa kabur!' cerca Yoo Han dalam hati.
Akhirnya, gilirannya tiba. Akan tetapi, Apprentice Alchemist Haruzel tiba-tiba memasukkan benda aneh ke dalam panci pot itu, seketika cairan di dalamnya mengeluarkan uap seperti racun. Yoo Han membelalakan matanya, ngeri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kebahagiaan Protagonis
FantasyKarya Original, bukan fanfic atau terjemahan! Cover dari Canva *** Protagonis novel "Ways of Heroes" tidak mendapatkan jawaban atas ketidakbahagiaannya sampai akhir, sebagai pembaca berat novel tersebut, Yoo Han benar-benar berharap dia bisa memban...
