Chapter 49 : Sungai Waktu (Akhir Volume 2 : The Puppet)

281 66 20
                                        

Di dalam ruang doa nan suci, seorang wanita, berparas menawan dan seperti diukir sempurna, membuka mata abu-abu keperakannya yang dalam. Dia adalah Pendeta Tingkat Tinggi Eulerian, pemegang posisi langsung di bawah Paus dan dia disebut sebagai Saintess karena kekuatan sucinya yang luar biasa.

Eulerian memiliki penampilan khas yang unik, rambut hitam panjang berkilau, bulu mata panjang dan indah, serta kesan yang diberikan berhasil merebut hati dan menenangkan pikiran siapapun.

Dia mendeteksi intrusi asing yang masuk secara ilegal. Penghalang kekuatan suci di Kuil Suci dibuat olehnya sehingga dia segera menyadari para penyusup. Namun, bukannya merasa kesal atau marah, Eulerian tampak senang seolah dia telah dibebaskan dari tekanan dan menyambut liburan yang dinantikan.

Dia menatap simbol suci di depannya dengan hormat, kemudian keluar dari ruang doa hanya untuk menemukan sesuatu yang menakjubkan. Aura sisa makhluk kegelapan. Eulerian untuk pertama kalinya mengubah ekspresinya menjadi terkejut, dia dikenal dengan wajah ramah dan penuh penerimaan. Sangat sulit membuatnya terkejut untuk suatu hal.

Eulerian melangkah ke arah di mana dia merasakan energi yang familiar terlebih dahulu sebelum mengurus pemilik aura makhluk kegelapan itu.

Dia dengan tenang sampai di koridor yang berisi patung-patung penjaga serta yang paling menonjol ialah ukiran simbol di lantai marmer putih di tengah kumpulan patung. Di sana, seorang pria tampan dengan rambut biru aquamarine yang cemerlang berdiri di atas simbol dan menatap Eulerian.

Eulerian merasa telah mendapatkan pengakuan, dia ingin menangis kegirangan, tetapi menahan diri. Dia mendekat tidak lebih dari jaraknya saat ini, takut menyinggung 'dewa yang dia layani'.

Di sisi lain, Rui dengan kereta pikirannya yang semakin tak tertebak, melirik dengan santai ke simbol di bawah kakinya. Ketika dia tiba di Kuil Suci, dia berada di sini dan beberapa hal dalam benaknya terkonfirmasi.

Sebelumnya, Rui masih belum yakin. Alasan mengapa dunia ini begitu terdistorsi dan hal-hal tampak akrab baginya meski dia seharusnya baru pertama kali terlibat itu selalu mengganggunya.

Satu-satunya yang berbeda adalah keberadaan adik kecilnya, obsesinya tersembunyi sementara di balik semua keraguan. Apalagi kebenaran tentang dunia ini adalah sebuah novel membuatnya memiliki gagasan tertentu.

Mungkinkah 'penulis' yang sebenarnya adalah dia sendiri?

Rui sedikit yakin, tetapi tak punya bukti. Jika itu memang benar, bukankah dia yang menyebabkan adik kecilnya menjalani kehidupan penuh penderitaan? Rui tidak bisa menerimanya!

Selama beberapa waktu penyelidikan rahasianya di Ibukota, Rui pergi ke berbagai tempat yang terlihat familiar. Gagasannya semakin jelas dan tepat, dia agak bersemangat untuk mengetahui kebenaran.

"Tuanku," sapa Eulerian dengan tatapan pemujaan. Dia telah menunggu sangat lama atas perintah tuannya.

Eulerian merupakan Malaikat Creator, dia selalu menemani ke dunia manapun 'dewanya' berada. Juga, dia satu-satunya yang akan mengingat segalanya terlepas dari pengekangan sungai waktu ataupun entitas lainnya. Itu karena 'dewanya' memberikan separuh kekuatannya untuk dia jaga ketika dia 'jatuh'.

Eulerian juga yang mengetahui alasan kejatuhan tuannya. Dia menunggu tuannya datang menghampiri sebelum dia secara pribadi akan mengungkapkan diri.

Namun, saat ini ketika dia melihat bahwa tuannya terkendali, Eulerian menghentikan mulutnya yang akan menyemburkan kebenaran.

Rui memperhatikan pendeta wanita tersebut dengan cermat, akhirnya dia mengidentifikasi pihak lain sebagai pemilik energi familiar yang menolaknya sebelumnya.

Kebahagiaan Protagonis Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang