Halaman-halaman buku tebal bersampul merah itu dibalik dengan cepat. Berdiri di sisi rak perpustakaan pribadinya, Sein mengumpulkan sebanyak mungkin pengetahuan yang bisa dia dapatkan.
Terkait bahasa Alteria Kuno, yang seharusnya dia pelajari, ditemukan dalam buku yang dia pegang, pengantar dasar yang sengaja ditempatkan oleh Ayahnya di sana untuknya.
Karena mentor pendidikannya untuk bahasa kuno sulit dicari, Ayahnya yang sangat sibuk berusaha memberikan alternatif.
Mempelajari bahasa kuno sendiri membutuhkan izin, tetapi Kansen Arelis adalah Exalted sehingga mudah untuk memperolehnya dari Persekutuan Akademi Skylord.
Keluarga Kerajaan dilindungi oleh Persekutuan Akademi Skylord sehingga para Exalted mempertahankan eksistensi mereka yang cukup menonjol, tetapi tidak membahayakan.
Alasan mengapa bahasa kuno sangat dibatasi yaitu adanya kajian ritual yang hanya dengan melafalkan kata tertentu dapat dengan mudah berhasil.
Di samping itu, Persekutuan Akademi Skylord yang selalu mencari calon potensial untuk dididik membutuhkan mereka yang benar-benar siap, bukan yang terhasut oleh bahasa ritual yang mudah.
Eire pergi untuk diam-diam mencatat aktivitas seluruh penghuni Kastil Herneva, bertindak sebagai agen Sein. Perlu diketahui bahwa Sein menyadari pengawasan penuh yang secara alami ditempatkan oleh Pamannya, Tenn Arsen, atas keinginan Rael.
Rael benar-benar menyebalkan. Eire telah memberitahunya tentang permintaan abnormal itu, juga terkait para pengawas yang harus melaporkan apapun yang dilakukan Sein pada Rael lewat komunikator.
'Seperti penguntit, meskipun dia tidak terlihat begitu,' cibir Sein dalam hati.
Komunikator yang dijanjikan untuk diberikan padanya belum disetujui oleh Ayahnya karena Sein harus fokus pada pendidikannya. Suratnya pada Rael juga hanya dapat dikirim seminggu sekali.
Calon penerus Arelis dibimbing dengan ketat, walaupun akan ada kelonggaran yang bisa Sein peroleh di waktu langka seperti hari Festival Senja.
Usia lima tahun di Kerajaan Marina sudah dianggap sebagai cukup dewasa untuk menerima pendidikan dan pelatihan. Bahkan ada jenius yang dilatih di usia tiga tahun, yakni Pangeran Pertama Kerajaan Marina, Jean Madan Marina.
Mengambil buku-buku lainnya dari rak, Sein memikirkan mengapa pemilik bola mata violet keunguan amat jarang, dalam potret-potret bangsawan dan keluarga kerajaan, selain Ibunya dan dirinya sendiri, tak ada satupun yang bermata violet keunguan. Mungkin dia melupakan seseorang. Sein mengusap pelipisnya saat keningnya berkerut.
Dia mengalihkan ke persiapan untuk upacara pembaptisannya, mendapatkan nama 'Cail' ataukah dia memang harus mengubahnya dengan bantuan inti dunia?
Lalu, apa itu chimera? Tak ada satupun buku yang membahasnya, eksperimen terlarang dan menyebutnya juga dilarang. Sein tak berani menanyakan tentang hal tersebut lebih jauh.
Sensasi menyengat dan nyeri tiba-tiba meremas jantungnya, Sein menjatuhkan buku-buku di tangannya sambil berusaha menstabilkan tubuhnya yang hendak roboh.
Braak!
Sein menabrak rak buku, membentur sisi yang keras, dengan napas yang tersendat-sendat.
'Kenapa?!'
Sein mengeryit, kedutan di antara alisnya bertambah. Keringat dingin mengalir keluar, menetes ke lantai marmer yang dilapisi karpet hitam.
Dia terjatuh ke lantai, memegangi dadanya sambil mencoba sebisa mungkin memanggil 'bayangan' itu untuk membantunya.
Namun, 'bayangan' itu tak menanggapi permohonannya kali ini seolah ada sesuatu yang salah.
Tanpa Sein sadari, buku pengantar bahasa kuno yang terjatuh di sampingnya membalik sendiri dan halaman terbuka ke tengah, menampilkan simbol 'mata di atas cawan' bertinta biru cyan yang bersinar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kebahagiaan Protagonis
FantasyKarya Original, bukan fanfic atau terjemahan! Cover dari Canva *** Protagonis novel "Ways of Heroes" tidak mendapatkan jawaban atas ketidakbahagiaannya sampai akhir, sebagai pembaca berat novel tersebut, Yoo Han benar-benar berharap dia bisa memban...
