Rui telah mengurung dirinya dalam laboratorium selama hampir setahun sehingga dia melewatkan waktu kelahiran adik kecilnya. Namun, dia memang sengaja melewatkannya demi mengembangkan eksperimen homonculus.
Firasatnya yang tajam memberikan gambaran bahwa homonculus ini sangat penting baginya suatu hari. Itu berkaitan dengan keberadaan adik kecilnya yang belum dia lihat secara langsung.
Setelah selesai dengan eksperimennya dan mengunci laboratorium khusus itu. Rui pergi ke ruang kepala akademi untuk meminta cuti. Itu adalah formalitas yang harus dia lakukan agar tidak diganggu oleh Dewan Ethereal.
Mereka selalu suka mencari-cari kesalahannya dan akan menjeratnya dengan berbagai hukuman jika dia ketahuan. Benar-benar sekelompok hakim yang ingin mengendalikannya. Rui terlalu malas meladeni mereka, jadi lebih baik dia tidak mencari masalah tanpa alasan.
Cuti akademi melalui kepala akademi membutuhkan persetujuan Dewan Ethereal. Pak tua yang duduk di bangku kepala itu hanyalah perwakilan yang diutus oleh Dewan Ethereal.
"Jadi, kau ingin menggunakan semua cutimu?" Pak tua itu membaca lagi formulir sihir yang diajukan Rui.
Kacamata di hidung pak tua itu memantulkan bayangan selembar formulir yang muncul di depannya.
"Benar." Rui dengan santai duduk di sofa di sudut ruangan. Sama sekali tidak mencerminkan siswa yang baik.
Dia tidak perlu takut orang itu melaporkan ketidaksopanan ini karena pak tua itu mendukungnya. Hubungan mereka saling terkait sejak Rui menyelamatkan nyawa pak tua itu. Tentunya ini cerita di lain waktu.
Mata keabu-abuan Cheonsa melirik sejenak ke arah Rui sebelum mengeluarkan stempel akademi dan membubuhkannya ke formulir. Segera setelah itu formulir sihir menghilang ke ruang penyimpanan spasial milik Rui.
Dengan stempel itu, Rui bisa melewati pengawasan Dewan Ethereal.
"Keluargamu telah menghubungiku sebelumnya untuk memberitahumu tentang perayaan satu bulan kelahiran adikmu." Cheonsa menyisipkan undangan ke komunikator Rui.
Komunikator magis adalah alat komunikasi sekaligus transfer informasi. Itu menggunakan sihir dan dibuat oleh Demigod Akademi SkyLord. Semua siswa akademi memilikinya. Bentuk komunikator itu disesuaikan dengan masing-masing siswa karena jika komunikator mereka rusak, mereka akan dihukum oleh Dewan Ethereal.
Itu sebabnya untuk mencegah kemungkinan kejahatan penghancuran komunikator, para siswa disarankan menyembunyikan bentuk komunikator mereka dan hanya memberitahukan id komunikator untuk saling transfer pesan.
Tentunya, komunikator milik Rui tak mungkin dilihat oleh orang lain.
Rui menyangga dagunya dan bertanya dengan rasa penasaran, "Menurutmu hadiah apa yang cocok untuk adikku?"
Dia memang bangga dengan kekuatannya, tetapi dia tidak memahami cara memperlakukan orang lain dengan baik. Meski Rui mengetahui emosi orang lain karena mengamati mereka, dia tidak repot-repot memikirkan tentang perlakuannya pada mereka.
Namun, kali ini berbeda. Entah mengapa, jantungnya berdebar keras karena memikirkan adik kecilnya. Biasanya dia hanya merasakan ini saat menyiksa para penjahat dan menikmati kepuasan sesaat itu.
Cheonsa mengangkat alisnya, tanda keterkejutan yang jelas di hatinya. Dia tentu mengetahui tentang keistimewaan Rui. Seorang kandidat Demigod yang menakutkan karena tidak dapat merasakan emosi normal. Bahkan, tes psikologi setiap semester tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Hal itulah yang menyebabkan Rui diawasi ketat oleh Dewan Ethereal. Mereka perlu mengendalikan seseorang seperti Rui yang berpotensi sangat berbahaya karena memiliki kekuatan yang begitu kuat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kebahagiaan Protagonis
FantasyKarya Original, bukan fanfic atau terjemahan! Cover dari Canva *** Protagonis novel "Ways of Heroes" tidak mendapatkan jawaban atas ketidakbahagiaannya sampai akhir, sebagai pembaca berat novel tersebut, Yoo Han benar-benar berharap dia bisa memban...
