Apa yang terlihat dari pantulan mata violetnya yang jernih adalah ilusi wajah seseorang yang dia rindukan. Namun, itu hanya berlangsung tak lebih dari sedetik sehingga Sein menyangka dia berhalusinasi.
Ketika dia berkedip sekali, ilusi itu menghilang dan digantikan wajah khawatir Rael, yang tampaknya menatapnya dengan emosi yang tak bisa dijelaskan.
"Sein? Apa kau baik-baik saja?" Rael sedikit panik saat sepupu kecilnya linglung. Menyadari dalam pandangan pihak lain bahwa penampilannya berubah, Rael segera melenyapkan efek sisa dari menyerap pecahan jiwa.
Benar, dia bisa menyerap pecahan jiwa lain dan merekatkan mozaik kenangan yang telah hancur dan tersebar. Akan tetapi, dia tidak yakin bagaimana menghadapi tubuh utama, dia tak bisa dengan percaya diri mengatakan kalau dia adalah yang asli.
Itu jelas salah. Rael tahu dia bukan yang asli. Ada satu bagian penting yang tak ada padanya saat ini. Kupu-kupu itu yang merupakan manifestasi dari pohon kehidupan di dunia aslinya, yang merubah sosoknya serta memberikan keilahian. Merujuk pada awal dari rantai ingatannya.
Meskipun demikian, Rael dapat merasakan secara samar kekuatan aslinya serta Observer Eye miliknya yang dia pulihkan. Apa yang menjadi kontrak dengan Origin hanyalah omong kosong, dia bisa menyalin Observer Eye, walau itu sudah hancur.
Sein mengangguk sesudah mengenyahkan kesalahpahaman ilusi tadi. "Ini ruang harta? Bisakah kita melihat-lihat?" Dia penasaran dengan Artefak No. 4, yang disebut Crysoberyl.
Rael segera membawanya ke bagian tengah melewati tangga yang menjorok ke bawah dengan lima anak tangga batu. Seperti alun-alun kecil dengan bagian tengah terdapat peti hitam seukuran kepalan tangan di atas batu pualam yang diukir.
Dia berhenti sejenak saat menyaksikan kilauan peti hitam tersebut. Merasa itu familiar, Rael berbalik ke arah Sein untuk membawanya melihat lebih dekat. Tinggi badan sepupu kecilnya yang pendek tidak cukup untuk menjangkau peti hitam di atas batu pualam.
"Ayo lihat dari dekat, setelah ini aku akan mengajakmu ke ruangan lain. Bangunan unik ini sepertinya memiliki hubungan dengan sisi Utara Benua Alteria, kau juga harus mempelajarinya," oceh Rael sambil dengan hati-hati memeluk Sein di lengannya.
Sein tidak bodoh, ada sesuatu yang terasa tidak benar. Tidak peduli bagaimana seseorang berubah, orang tersebut tak bisa berubah tiba-tiba tanpa alasan. Sikap Rael yang sekarang dan sebelumnya jauh berbeda. Jika sebelumnya Rael mempunyai aura orang asing, sekarang dia membuatnya memikirkan Rui.
'Mungkinkah entitas tertentu mempermainkanku dengan mengubah kepribadian Rael mirip dengan Rui?' Ini kesimpulannya setelah lama merenung.
-(Kenapa kau bisa menganggapnya begitu?)
Bayangan itu mengeluh di kepalanya seakan dia tahu sesuatu, tetapi menolak memberitahu dan hanya menonton Sein yang bodoh.
'Kalau begitu, beritahu aku yang sebenarnya!'
-(Aku tidak memiliki wewenang untuk memberitahumu.)
Sein dipenuhi keheranan, dia cepat-cepat menyembunyikan ekspresi anehnya dengan menempelkan wajahnya ke dada Rael yang hangat.
Mereka sampai di depan peti hitam pekat tersebut, yang diselimuti penghalang magis sebagai pelindung. Itu penghalang magis Rael. Ayahnya telah memintanya untuk memasang penghalang itu menggantikan penyihir dan perapal lainnya.
"Kau bisa membuka untuk melihat isinya," ucapnya lembut seraya menepuk punggung Sein.
Sein mengulurkan tangannya, tampak ragu-ragu ketika berhadapan dengan penghalang. Namun, saat tangannya akan menyentuh penghalang, itu menghilang secara bertahap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kebahagiaan Protagonis
FantasiKarya Original, bukan fanfic atau terjemahan! Cover dari Canva *** Protagonis novel "Ways of Heroes" tidak mendapatkan jawaban atas ketidakbahagiaannya sampai akhir, sebagai pembaca berat novel tersebut, Yoo Han benar-benar berharap dia bisa memban...
