{Satu-satunya cara untuk sepenuhnya lepas dari kendali entitas manapun itu adalah kematian. Bahkan, membunuh Guru tidak akan menyelesaikan sampai akarnya. Kau harus mengerti maksudku. Ini bukan benar-benar kematian karena kita tidak bisa mati.}
{Namun, baik entitas itu ataupun Rui tidak akan membiarkanmu bunuh diri. Aku sudah menganalisis banyak cara berbeda, tetapi semua itu tergantung pada situasi dan tekadmu. Karena yang harus memutus benang kendali adalah kau dan bukan aku. Jika itu aku, aku tidak akan ragu-ragu sedikit pun untuk menikam jantungku.}
{Terkait Perpustakaan dan Dunia Kognitif. Itu adalah rahasia lain yang belum bisa kuberitahukan. Aku sendiri tidak ingat banyak saat ini. Yang pasti adalah para pengamat selalu mengawasimu. Aku harap kau cukup pintar untuk menggunakan kekuatan asli untuk menghapal isi catatan ini.}
'Jika aku mati, akankah aku hidup kembali atau... Aku sebenarnya memang tidak bisa mati seperti yang bayangan itu katakan?' Cail tenggelam dalam kegelapan di kamar tidurnya, dia memeluk kakinya yang diselimuti dengan lembut dan memikirkan konten halaman terakhir buku catatan tersebut.
Cail kemudian melihat apakah dia bisa menemukan benda tajam atau sesuatu, tetapi dia yakin tidak akan semudah itu untuk bunuh diri di bawah pengawasan. Dia hanya ingin mencoba dan dia juga mempertimbangkan perjanjian dengan Rui.
Lagipula dia tidak berniat melakukan sesuatu untuk melepas kendali, seperti yang seharusnya dia janjikan secara paksa dengan Rui bahwa dia tidak boleh melakukan apapun untuk kasus tersebut. Itu berupa percobaan untuk mengetahui akan sejauh mana kendalinya.
Cail mengambil vas kaca berisi bunga camelia yang segar, dia meletakkan bunga itu ke meja lalu memecahkan vas tersebut. Suara pecahan terdengar, tetapi Cail tidak peduli apakah ada yang akan mendengarnya.
Dia percaya pada intuisinya bahwa Rui dan pelayan muda itu akan sangat lama sebelum kembali ke sini. Jadi, dia punya banyak waktu untuk membereskannya.
Saat dia hendak menusuk lehernya dengan ujung tajam pecahan kaca, sensasi panas menyengat dari rohnya menyeruak lagi. Tangan kanannya gemetaran dan sepotong pecahan kaca jatuh ke lantai lalu menjadi butiran pasir dan menghilang.
"Sudah kuduga," gumamnya dengan pahit.
'Aku tidak bisa mati. Bahkan, kematian dan kehidupanku dikendalikan. Aku bertanya-tanya bagaimana kondisiku bisa tetap baik-baik saja dan tidak menjadi benar-benar gila?' Cail menertawakan dirinya sendiri, dia mulai merindukan sensasi obat dan perlakuan keji Pamannya.
Setidaknya, dia memiliki apa yang disebut kebebasan untuk kematian dan bisa memahami diri sendiri dengan baik.
Lihatlah sekarang, dia kebingungan tentang apakah dia sungguh dia yang sebelumnya?
Yoo Han? 'Cail'? Penggabungan dua identitas?
Cail tak menyadarinya, tetapi saat dia membuka matanya tadi, beberapa kenangan telah diambil darinya. Itu termasuk mengenai pintu misterius, usahanya untuk keluar dari penjara, dan pemikirannya untuk menerobos ke perpustakaan Dunia Kognitif.
Setelah menenangkan diri, Cail membersihkan pecahan kaca dengan [Monster Aura]. Karena seperti yang diungkapkan Rui, malam ini dia akan keluar berjalan-jalan, jadi Cail mencoba menggunakan kekuatan asing untuk mensikronkan diri.
Dia akan pergi ke titik kontak Willbert di Ibukota Marine untuk meminta pasokan darah sintetis. Di sisi lain, dia harus memisahkan diri dari Rui. Kebetulan bahwa Noel akan diikutsertakan.
***
"Siapa kau sebenarnya?" Noel membuka topeng penyamarannya di depan Rui yang menyilangkan kedua tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kebahagiaan Protagonis
FantasíaKarya Original, bukan fanfic atau terjemahan! Cover dari Canva *** Protagonis novel "Ways of Heroes" tidak mendapatkan jawaban atas ketidakbahagiaannya sampai akhir, sebagai pembaca berat novel tersebut, Yoo Han benar-benar berharap dia bisa memban...
